Sumenep, Salam News. Id – Aktivitas pertambangan galian C yang diduga ilegal di Pulau Madura terutama di daerah Sumenep semakin menuai sorotan publik. Selain merusak infrastruktur dan mengancam keselamatan warga, kegiatan tersebut juga disebut berdampak pada kawasan wisata religi Asta Tinggi yang menjadi ikon sejarah daerah.
Dalam video yang beredar di media sosial, terlihat aktivitas tambang menggunakan alat berat dengan intensitas tinggi. Truk-truk pengangkut material hilir mudik melintasi jalan desa, menyebabkan sejumlah ruas jalan mengalami kerusakan parah dan ambles di beberapa titik.
Warga mengaku khawatir terhadap dampak jangka panjang aktivitas tersebut. Beberapa rumah dilaporkan mengalami retakan pada dinding dan pondasi akibat getaran alat berat serta pergerakan tanah di sekitar lokasi penggalian.

Kekhawatiran semakin meningkat karena lokasi tambang disebut berada tidak jauh dari kawasan Asta Tinggi, kompleks pemakaman raja-raja Sumenep yang terletak di perbukitan. Struktur tanah yang labil dinilai berpotensi mengalami longsor apabila aktivitas penggalian terus berlangsung tanpa pengawasan ketat.
Selain ancaman terhadap lingkungan dan situs bersejarah, muncul pula isu di tengah masyarakat yang menyebut aktivitas tambang tersebut seolah-olah “dilindungi” oleh oknum pihak berwenang. Isu ini berkembang karena kegiatan tambang disebut tetap berjalan meski telah menuai keluhan warga.
Namun demikian, hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari aparat penegak hukum maupun pemerintah daerah di Sumenep terkait kebenaran dugaan tersebut. Informasi mengenai perlindungan oleh oknum tertentu masih sebatas klaim yang beredar di masyarakat dan belum terkonfirmasi secara resmi.
Sejumlah tokoh masyarakat mendesak agar dilakukan investigasi terbuka dan transparan untuk memastikan legalitas pertambangan tersebut. Mereka meminta aparat bertindak profesional dan tidak tebang pilih dalam menegakkan aturan.
Warga berharap pemerintah segera turun tangan untuk menghentikan aktivitas yang dinilai merugikan lingkungan dan masyarakat. Mereka juga meminta perbaikan jalan yang rusak serta jaminan keselamatan bagi warga yang tinggal di sekitar area tambang.
Kasus ini menjadi perhatian luas karena tidak hanya menyangkut persoalan ekonomi, tetapi juga menyentuh aspek hukum, keselamatan publik, serta pelestarian warisan budaya. Masyarakat menilai kejelasan sikap dan tindakan tegas dari pihak berwenang sangat dibutuhkan guna meredam polemik yang berkembang.
Hingga kini, publik masih menunggu langkah konkret dari instansi terkait untuk memastikan apakah aktivitas tambang tersebut memiliki izin resmi atau justru melanggar ketentuan yang berlaku.(*)











