Notice: Fungsi WP_Styles::add ditulis secara tidak benar. Style dengan penangan "thickbox" telah dimasukkan ke dalam antrian dengan dependensi yang tidak terdaftar: dashicons. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.9.1.) in /home/saly4638/public_html/wp-includes/functions.php on line 6170

Direktur BPRS Bhakti Sumekar Tekankan Perencanaan Keuangan Terukur Jelang Ramadhan

- Pewarta

Jumat, 20 Februari 2026 - 19:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep, Salam News. Id – Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar Kabupaten Sumenep, Hairil Fajar, mengingatkan pelaku usaha agar mengajukan permodalan secara terukur dan berbasis data. Ia menegaskan, pengajuan pembiayaan ke perbankan, terutama menjelang Ramadhan, tidak boleh dilakukan hanya karena asumsi tingginya konsumsi masyarakat.

Menurutnya, setiap tambahan modal harus dihitung berdasarkan catatan omzet dan permintaan riil pada periode Ramadhan tahun-tahun sebelumnya secara akurat. Pendekatan berbasis data dinilai lebih aman dibandingkan keputusan impulsif yang hanya mengandalkan perkiraan lonjakan pembeli selama bulan puasa.

Hairil Fajar mencontohkan pedagang pakaian yang dapat mengevaluasi omzet Ramadhan tahun lalu sebagai dasar menentukan kebutuhan modal tambahan. Begitu pula pelaku usaha rumahan seperti pembuat kue dan makanan berbuka, dapat menghitung permintaan rutin pelanggan secara rasional.

Ucapan KPU-HPN 2025

Ia menilai, pola konsumsi masyarakat saat Ramadhan memang meningkat, tetapi tetap memiliki tren yang dapat dipetakan secara historis. Dengan memahami tren tersebut, pelaku usaha bisa menghindari risiko kelebihan stok atau beban pembiayaan yang tidak seimbang.

Ramadhan disebutnya sebagai momentum meningkatnya produktivitas sekaligus percepatan perputaran ekonomi di berbagai sektor usaha masyarakat. Permintaan pasar yang melonjak seringkali mendorong pelaku usaha mencari tambahan modal guna memenuhi kebutuhan produksi dan distribusi.

Baca Juga :  Pemerintah Terapkan PPKM Level 2 di Jakarta, Ini Penjelasannya

Namun, ia mengingatkan agar lonjakan tersebut tidak membuat pelaku usaha lengah dalam mengelola arus kas. Pendapatan yang meningkat sementara tidak selalu menjamin stabilitas keuangan jika tidak diimbangi pengendalian biaya operasional.

Menurutnya, perencanaan keuangan menjadi kunci utama agar momentum Ramadhan benar-benar memberikan keuntungan berkelanjutan bagi usaha. Ia menekankan pentingnya menghitung kemampuan bayar sebelum memutuskan mengambil pembiayaan dari lembaga perbankan.

Pengusaha perlu mempertimbangkan siklus usaha setelah Ramadhan, ketika permintaan biasanya kembali ke kondisi normal. Tanpa perhitungan matang, tambahan pembiayaan justru berpotensi menjadi beban ketika penjualan mulai menurun pascalebaran.

Selain soal modal usaha, Hairil Fajar juga menawarkan solusi pengelolaan kewajiban perusahaan terhadap tenaga kerja. Ia menyasar pelaku usaha dengan jumlah karyawan antara sepuluh hingga dua puluh orang di berbagai sektor.

Sektor tersebut meliputi perdagangan, industri rumahan, jasa angkutan, maupun bidang usaha lain yang memiliki pekerja tetap. Menurutnya, kewajiban pembayaran Tunjangan Hari Raya harus dipersiapkan jauh hari agar tidak mengganggu likuiditas usaha.

BPRS Bhakti Sumekar menyediakan produk Tabungan Hari Raya sebagai instrumen perencanaan dana pembayaran THR karyawan. Melalui tabungan tersebut, pengusaha dapat menyisihkan dana setiap bulan secara konsisten dan terencana.

Ia menegaskan, THR merupakan kewajiban yang diatur ketentuan perundang-undangan dan harus dipenuhi tepat waktu. Karena itu, pencadangan dana secara berkala dinilai lebih ringan dibandingkan menyiapkan dana sekaligus menjelang Lebaran.

Baca Juga :  Bupati Sumenep Tebar Benih Ikan di Embung Montornah, Dorong Desa Jadikan Potensi Wisata

Sebagai ilustrasi, pengusaha dengan sepuluh karyawan bergaji Rp2.500.000 dapat mencadangkan sekitar Rp215.000 per bulan. Dana tersebut dihimpun selama setahun sehingga ketika hari raya tiba, perusahaan sudah memiliki alokasi khusus THR.

Skema itu membantu menjaga stabilitas arus kas dan mencegah tekanan finansial mendadak pada usaha. Dengan adanya tabungan khusus, pengusaha tidak perlu mencari pinjaman tambahan hanya untuk membayar THR. Langkah tersebut sekaligus menunjukkan komitmen perusahaan dalam memenuhi hak pekerja secara profesional dan bertanggung jawab.

Hairil Fajar merumuskan dua hal penting yang perlu menjadi perhatian masyarakat dan pelaku usaha. Pertama, momentum ekonomi Ramadhan harus direspons dengan perencanaan keuangan matang serta analisis kebutuhan nyata.

Kedua, pemilik usaha wajib menyiapkan cadangan dana seperti Tabungan Hari Raya demi menjaga stabilitas perusahaan. Ia optimistis, disiplin dalam pengelolaan keuangan akan mendorong pertumbuhan ekonomi yang sehat dan berkelanjutan.

Dengan strategi berbasis data serta perencanaan terukur, pelaku usaha di Sumenep dapat memaksimalkan peluang Ramadhan. Pendekatan tersebut diharapkan mampu menciptakan ekosistem usaha yang lebih kuat, adaptif, dan tahan terhadap fluktuasi musiman.(*)

Berita Terkait

Sumenep Bersiap Jadi Penopang Industri Kelapa Jatim,110.00 Bibit Bersertifikat Disediakan Untuk Dukung Hilirisasi
Gema Takbir Iduladha 1447 H di Pendopo Agung, Bupati Fauzi Doakan Jemaah Haji dan Kemajuan Sumenep
Ning Lia Temui Jamaah Haji Sumenep di Makkah, Titip Pesan Jaga Kesehatan Jelang Armuzna
Wabup Sumenep Tegaskan Harkitnas 2026 Jadi Momentum Bangkitkan Pendidikan dan Desa Mandiri
Mikaila Zahra Maghfira, Gadis Pembawa Cita Rasa Bangsa di Balik Khidmat Hardiknas-Harkitnas Sumenep
Angin Segar Pelestarian Tari Sintung: Camat Ambunten Beri Apresiasi Tinggi pada Generasi Muda
Bupati Sumenep Ajak PCNU Perkuat Dakwah Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat
Khidmat dan Penuh Haru, PCNU Sumenep Masa Khidmat 2026–2031 Resmi Dilantik di Al-Karimiyyah

Berita Terkait

Rabu, 27 Mei 2026 - 13:18 WIB

Sumenep Bersiap Jadi Penopang Industri Kelapa Jatim,110.00 Bibit Bersertifikat Disediakan Untuk Dukung Hilirisasi

Rabu, 27 Mei 2026 - 11:56 WIB

Gema Takbir Iduladha 1447 H di Pendopo Agung, Bupati Fauzi Doakan Jemaah Haji dan Kemajuan Sumenep

Senin, 25 Mei 2026 - 17:32 WIB

Ning Lia Temui Jamaah Haji Sumenep di Makkah, Titip Pesan Jaga Kesehatan Jelang Armuzna

Kamis, 21 Mei 2026 - 12:56 WIB

Wabup Sumenep Tegaskan Harkitnas 2026 Jadi Momentum Bangkitkan Pendidikan dan Desa Mandiri

Kamis, 21 Mei 2026 - 09:37 WIB

Mikaila Zahra Maghfira, Gadis Pembawa Cita Rasa Bangsa di Balik Khidmat Hardiknas-Harkitnas Sumenep

Senin, 18 Mei 2026 - 10:04 WIB

Angin Segar Pelestarian Tari Sintung: Camat Ambunten Beri Apresiasi Tinggi pada Generasi Muda

Minggu, 17 Mei 2026 - 07:44 WIB

Bupati Sumenep Ajak PCNU Perkuat Dakwah Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat

Sabtu, 16 Mei 2026 - 22:20 WIB

Khidmat dan Penuh Haru, PCNU Sumenep Masa Khidmat 2026–2031 Resmi Dilantik di Al-Karimiyyah

Berita Terbaru