BPBD Sumenep: 435 Bangunan Rusak Akibat Gempa, Pendataan Masih Berlanjut

- Pewarta

Sabtu, 4 Oktober 2025 - 19:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep, Salam News. Id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumenep melaporkan, sebanyak 435 bangunan mengalami kerusakan pascagempa bumi berkekuatan magnitudo 6,5 yang mengguncang wilayah kepulauan. Data tersebut diperbarui hingga Sabtu pagi, 4 Oktober 2025 pukul 06.00 WIB, berdasarkan hasil asesmen cepat Tim Reaksi Cepat (TRC).

Kepala BPBD Sumenep, Ahmad Laili, menyampaikan bahwa pendataan dilakukan dengan koordinasi bersama para camat di wilayah terdampak gempa. “Total bangunan rusak mencapai 435 unit, mencakup rumah warga, tempat ibadah, sekolah, dan fasilitas umum,” jelas Ahmad Laili dalam keterangannya.

Kerusakan paling banyak dialami permukiman warga. Dari hasil pendataan, 139 rumah rusak ringan, 150 rusak sedang, dan 100 rusak berat. Selain itu, 10 rumah lainnya dikategorikan rusak sangat berat, sehingga membutuhkan perhatian khusus dari pemerintah untuk penanganan lebih lanjut.

Tak hanya rumah warga, sejumlah tempat ibadah di beberapa desa juga dilaporkan mengalami kerusakan akibat guncangan gempa yang cukup kuat. Dari catatan BPBD, terdapat 13 tempat ibadah rusak ringan, 9 rusak sedang, dan 4 lainnya mengalami kerusakan berat.

Baca Juga :  Dinas PUTR Sumenep Janji Tambal Sulam Jalan Rusak, GPS-Desa: Tetap Kami Kawal hingga Mulus

Sementara di sektor pendidikan, delapan sarana tercatat terdampak, terdiri atas empat rusak ringan, dua rusak sedang, dan dua rusak berat. Adapun fasilitas umum seperti Puskesmas dan Polindes di wilayah kepulauan dilaporkan mengalami kerusakan ringan namun tetap berfungsi terbatas.

Ahmad Laili menegaskan, angka kerusakan masih bersifat sementara karena proses pendataan lapangan terus dilakukan secara berkelanjutan. Tim BPBD bersama unsur pemerintah daerah terus memantau perkembangan situasi agar seluruh data kerusakan dapat diverifikasi dengan benar.

Proses verifikasi ini penting untuk menentukan langkah lanjutan dalam penyaluran bantuan rehabilitasi rumah dan infrastruktur publik yang rusak. “Assessment yang akurat menjadi dasar utama bagi kami untuk menyusun skema bantuan bagi masyarakat terdampak gempa,” ujar Laili.

Selain pendataan, tujuh tim gabungan Pemkab Sumenep juga terus mendistribusikan bantuan logistik ke wilayah Sapudi dan sekitarnya. Bantuan yang disalurkan berupa kebutuhan pokok, perlengkapan tidur, tenda darurat, dan air bersih untuk para korban gempa bumi.

Distribusi logistik dilakukan dengan dukungan armada laut karena sebagian besar daerah terdampak berada di wilayah kepulauan terpencil. Ahmad Laili menjelaskan, tim di lapangan bekerja siang malam demi memastikan seluruh korban mendapatkan bantuan tepat waktu.

Baca Juga :  Asta Tinggi Terancam? Tambang Galian C di Perbukitan Sumenep Jadi Polemik Serius

BPBD juga berkoordinasi dengan TNI, Polri, dan relawan lokal untuk mempercepat proses evakuasi serta pemulihan pascagempa di lokasi terdampak. Pemerintah daerah mengimbau warga tetap waspada terhadap potensi gempa susulan dan menjauhi bangunan yang masih berisiko runtuh.

Hingga kini, belum ada laporan korban jiwa akibat gempa, namun beberapa warga mengalami luka ringan karena tertimpa reruntuhan. Petugas kesehatan setempat terus memberikan layanan medis bagi warga yang membutuhkan, terutama di titik pengungsian darurat sementara.

Pihak BPBD juga membuka posko pengaduan dan informasi bagi masyarakat yang ingin melaporkan kerusakan rumah atau fasilitas umum. Dengan langkah cepat ini, diharapkan proses penanganan bencana dapat berjalan efektif dan kebutuhan masyarakat segera terpenuhi.

Pemerintah Kabupaten Sumenep menegaskan komitmennya untuk membantu pemulihan kehidupan warga hingga situasi benar-benar kembali normal. Upaya gotong royong masyarakat bersama aparat menjadi kunci penting mempercepat pemulihan dan mengembalikan kondisi pascagempa di kepulauan.(*)

Berita Terkait

Disdukcapil Sumenep Siapkan Tiga Terobosan Layanan, Pemutakhiran Data hingga Aktivasi IKD
Pemkab Sumenep Jawab Kritik Tujuh Fraksi DPRD, APBD Sumenep 2027 Fokus Pemerataan Pembangunan
Disperkimhub Sumenep Targetkan 118 Titik PJU Baru, Pemeliharaan Lampu Tertutup Pohon Jadi Sorotan
Berani Mekar BPRS Bhakti Sumekar, Solusi Permodalan bagi Pedagang UMKM Pasar
Satresnarkoba Polresta Sumenep Amankan Dua Pria dalam Kasus Sabu di Saronggi
DPRD Sumenep Bahas RAPBD 2027, Belanja Daerah Direncanakan Tembus Rp1,99 Triliun
Pemkab Sumenep dan Polresta Siapkan Penertiban Parkir serta Jam Operasional Truk
DLH Sumenep Perketat Pengawasan Sampah dan Limbah Cair SPPG, Puluhan Lokasi Diperiksa

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:14 WIB

Disdukcapil Sumenep Siapkan Tiga Terobosan Layanan, Pemutakhiran Data hingga Aktivasi IKD

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:55 WIB

Pemkab Sumenep Jawab Kritik Tujuh Fraksi DPRD, APBD Sumenep 2027 Fokus Pemerataan Pembangunan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:43 WIB

Disperkimhub Sumenep Targetkan 118 Titik PJU Baru, Pemeliharaan Lampu Tertutup Pohon Jadi Sorotan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:28 WIB

Berani Mekar BPRS Bhakti Sumekar, Solusi Permodalan bagi Pedagang UMKM Pasar

Rabu, 14 Oktober 2026 - 21:34 WIB

Satresnarkoba Polresta Sumenep Amankan Dua Pria dalam Kasus Sabu di Saronggi

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:53 WIB

DPRD Sumenep Bahas RAPBD 2027, Belanja Daerah Direncanakan Tembus Rp1,99 Triliun

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:21 WIB

Pemkab Sumenep dan Polresta Siapkan Penertiban Parkir serta Jam Operasional Truk

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:49 WIB

DLH Sumenep Perketat Pengawasan Sampah dan Limbah Cair SPPG, Puluhan Lokasi Diperiksa

Berita Terbaru