Sumenep, Salam News. Id – Puskesmas Kecamatan Rubaru Kabupaten Sumenep terus menggencarkan deteksi dini penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes melitus di masyarakat luas. Upaya tersebut dilakukan melalui skrining kesehatan rutin serta edukasi intensif kepada masyarakat guna mencegah munculnya komplikasi serius sejak dini.
Pelaksana Harian Kepala Puskesmas Rubaru dr Riza Wulandari Hariyani menyampaikan pentingnya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan melalui pemeriksaan berkala. Menurutnya tekanan darah tinggi dan kadar gula darah meningkat harus segera ditangani melalui skrining kesehatan pemeriksaan rutin pengobatan serta edukasi.
Langkah tersebut sejalan dengan arahan Kepala Dinas Kesehatan P2KB Kabupaten Sumenep dalam meningkatkan pelayanan kesehatan preventif dan promotif kepada masyarakat. Ia menjelaskan hipertensi dan diabetes merupakan penyakit kronis yang berkembang dalam jangka panjang tanpa disadari oleh banyak masyarakat.

Jika tidak dikendalikan sejak awal kedua penyakit tersebut dapat memicu komplikasi berat seperti stroke penyakit jantung hingga gagal ginjal. Penanganan penyakit akan semakin kompleks apabila pasien sudah mengalami komplikasi serius yang memerlukan perawatan intensif serta biaya pengobatan tinggi.
Pada kasus tertentu seperti gagal ginjal pasien bahkan harus menjalani terapi cuci darah secara rutin sepanjang hidupnya demi mempertahankan kondisi kesehatan. Karena itu pencegahan serta deteksi dini menjadi kunci utama dalam menekan angka kasus penyakit tidak menular di wilayah tersebut.
Masyarakat perlu memahami batas normal tekanan darah serta kadar gula darah agar tidak mengabaikan kondisi tubuh yang sebenarnya berisiko tinggi. Banyak masyarakat merasa sehat meskipun tekanan darah atau gula darahnya tinggi karena tidak merasakan keluhan atau gejala penyakit tertentu.
Tekanan darah dikategorikan hipertensi apabila mencapai angka sama dengan atau lebih dari seratus empat puluh per sembilan puluh milimeter merkuri. Sementara gula darah sewaktu perlu diwaspadai apabila mencapai angka dua ratus miligram per desiliter terutama jika disertai gejala klinis.
Dokter Riza yang akrab disapa dr Ica menambahkan bahwa pola hidup tidak sehat menjadi faktor utama meningkatnya kasus tersebut. Kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi gula garam serta minuman kemasan menjadi pemicu yang paling sering ditemukan dalam kehidupan sehari hari masyarakat.
Saat ini kasus tidak hanya terjadi pada usia lanjut melainkan juga mulai ditemukan pada usia muda bahkan remaja di atas dua puluh tahun. Ia mengungkapkan pernah menemukan kasus remaja dengan kadar gula darah tinggi akibat kebiasaan mengonsumsi minuman manis kemasan setiap hari.
Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya perubahan gaya hidup sehat sejak usia dini guna mencegah risiko penyakit kronis di masa depan. Ia juga mengingatkan gejala awal diabetes seperti sering haus lapar serta buang air kecil berlebihan yang perlu diwaspadai masyarakat.
Apabila gejala tersebut muncul secara tidak wajar masyarakat disarankan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat untuk penanganan cepat. Selain itu bagi pasien yang telah terdiagnosis puskesmas menyediakan program pengelolaan penyakit kronis atau Prolanis secara berkelanjutan.
Program tersebut meliputi edukasi kesehatan senam bersama pemeriksaan rutin serta pemberian obat untuk menjaga kondisi pasien tetap stabil. Ia menegaskan bahwa obat harus diminum secara rutin bagi pasien hipertensi maupun diabetes guna mencegah komplikasi lebih lanjut.
Dengan langkah proaktif tersebut diharapkan kesadaran masyarakat meningkat sehingga angka penyakit kronis dapat ditekan dan kualitas hidup masyarakat membaik.(W)











