Notice: Fungsi WP_Styles::add ditulis secara tidak benar. Style dengan penangan "thickbox" telah dimasukkan ke dalam antrian dengan dependensi yang tidak terdaftar: dashicons. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.9.1.) in /home/saly4638/public_html/wp-includes/functions.php on line 6131

DLH Sumenep Serius Atasi Limbah, Sampah Diolah Jadi Bahan Bakar Alternatif

- Pewarta

Rabu, 9 April 2025 - 17:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep, Salam News. Id – Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menunjukkan komitmennya dalam mengelola limbah yang kerap mencemari lingkungan.

Keseriusan Pemkab Sumenep ini tercermin dalam langkah mereka untuk mengubah gunungan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kecamatan Batuan menjadi bahan bakar alternatif.

Pemkab Sumenep berencana mengelola sampah di TPA Batuan dengan menggunakan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF). Teknologi ini tidak hanya memilah sampah secara otomatis, tetapi juga mengubahnya menjadi bahan bakar terbarukan yang kini banyak diminati oleh berbagai industri.

Ucapan KPU-HPN 2025

Salah satunya adalah PT Solusi Bangun Indonesia (SBI), anak usaha konsorsium industri semen.

Kepala DLH Sumenep, Arif Susanto, menyampaikan bahwa penggunaan teknologi RDF dapat mengolah sekitar 20 ton sampah dari total volume harian 38 ton sampah yang masuk ke TPA Batuan. Dengan demikian, lebih dari setengah sampah kota bisa dimanfaatkan menjadi energi bersih.

Arif Susanto menjelaskan, sampah yang telah diolah akan dijual dengan harga Rp 200 hingga Rp 300 per kilogram. Saat ini, Pemkab Sumenep telah memproduksi sekitar 15 ton RDF yang siap dikirim ke pabrik SBI di Tuban, dan mereka sedang menunggu kedatangan tim verifikasi dari pihak perusahaan.

Baca Juga :  Diguyur Hujan Deras, Kangean Sumenep Terendam Banjir

Selain RDF, Pemkab Sumenep juga memperhatikan limbah cair atau air lindi yang sering kali menjadi penyebab pencemaran lingkungan. Limbah cair ini akan diproses melalui Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang baru dibangun.

Proses ini akan mengubah air lindi menjadi pupuk cair organik yang bermanfaat untuk pertanian lokal.

Arif menambahkan bahwa langkah-langkah tersebut tidak hanya berfokus pada pembersihan lingkungan, tetapi juga menciptakan solusi yang menguntungkan secara ekologis dan ekonomis.

Dengan adanya pengelolaan sampah yang baik, selain mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan, juga memberikan potensi pendapatan daerah.

“RDF ini bukan hanya sekadar mengelola sampah, tetapi juga menciptakan nilai tambah bagi daerah. Selain dampak positif bagi lingkungan, ini juga mulai berkontribusi pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) kami,” kata Arif.

Langkah Pemkab Sumenep ini menunjukkan bahwa pengelolaan limbah tidak selalu harus berakhir dengan pencemaran. Sebaliknya, dengan pendekatan yang tepat, sampah bisa menjadi sumber daya yang berguna bagi masyarakat dan daerah.

Baca Juga :  Disdik Sumenep Menyambut Baik Kegiatan Diklat Layanan Sekolah Inklusi

Rencana Pemkab Sumenep ini juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, terutama perusahaan besar yang tertarik untuk membeli produk RDF tersebut. Pemkab Sumenep berharap inisiatif ini dapat diterima secara luas dan menjadi model pengelolaan sampah yang efisien dan ramah lingkungan di Indonesia.

Pengelolaan limbah yang ramah lingkungan ini diharapkan juga dapat menjadi contoh bagi daerah lainnya dalam mengurangi pencemaran dan memanfaatkan potensi sampah menjadi sesuatu yang bermanfaat.

Ke depannya, Pemkab Sumenep berencana memperluas program ini agar lebih banyak sampah yang dapat dikelola dengan cara yang lebih efektif dan efisien.

Dengan adanya langkah konkret ini, Pemkab Sumenep tidak hanya menunjukkan komitmen dalam menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga dalam menciptakan solusi berkelanjutan untuk generasi mendatang.

Pengelolaan sampah yang baik menjadi salah satu indikator penting dalam mencapai pembangunan yang berkelanjutan.(*)

Berita Terkait

Kolaborasi Pemkab, BUMN, dan Swasta Jadi Jurus Baru Tingkatkan Nilai Ekonomi Nelayan Madura
Pemkab Sumenep Tancap Gas Benahi Tata Kelola Aset, Dorong Transparansi dan Akuntabilitas
Bupati Fauzi Ajak Kades Solid, Koperasi Merah Putih Jadi Tulang Punggung Ekonomi Desa
Direktur RSUD dr Erliyati Turun Langsung, Pastikan Layanan Cepat, Humanis, dan Berkualitas untuk Pasien
Cegah Diam-Diam Mematikan, Puskesmas Rubaru Intensifkan Skrining Hipertensi dan Diabetes
RSUD dr H Moh Anwar Sumenep Tancap Gas 2026, Target Jadi Rujukan Kesehatan Terbaik Nasional
Ontel Jadi Pilihan, DPRD Sumenep Dorong Gaya Hidup Hemat BBM dan Ramah Lingkungan
Panen Padi Awal 2026 Sumenep Melejit, Produksi Lampaui Target dan Catat Rekor Tertinggi Madura

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 07:21 WIB

Kolaborasi Pemkab, BUMN, dan Swasta Jadi Jurus Baru Tingkatkan Nilai Ekonomi Nelayan Madura

Senin, 20 April 2026 - 07:09 WIB

Pemkab Sumenep Tancap Gas Benahi Tata Kelola Aset, Dorong Transparansi dan Akuntabilitas

Sabtu, 18 April 2026 - 19:26 WIB

Direktur RSUD dr Erliyati Turun Langsung, Pastikan Layanan Cepat, Humanis, dan Berkualitas untuk Pasien

Sabtu, 18 April 2026 - 14:06 WIB

Cegah Diam-Diam Mematikan, Puskesmas Rubaru Intensifkan Skrining Hipertensi dan Diabetes

Sabtu, 18 April 2026 - 05:49 WIB

RSUD dr H Moh Anwar Sumenep Tancap Gas 2026, Target Jadi Rujukan Kesehatan Terbaik Nasional

Jumat, 17 April 2026 - 15:28 WIB

Ontel Jadi Pilihan, DPRD Sumenep Dorong Gaya Hidup Hemat BBM dan Ramah Lingkungan

Kamis, 16 April 2026 - 21:19 WIB

Panen Padi Awal 2026 Sumenep Melejit, Produksi Lampaui Target dan Catat Rekor Tertinggi Madura

Rabu, 15 April 2026 - 05:44 WIB

Dinkes P2KB Sumenep Dorong WFH dan Jalan Kaki, Langkah Nyata Tekan Konsumsi BBM

Berita Terbaru