Notice: Fungsi WP_Styles::add ditulis secara tidak benar. The style with the handle "thickbox" was enqueued with dependencies that are not registered: dashicons. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.9.1.) in /home/saly4638/public_html/wp-includes/functions.php on line 6131

Jangan Percaya Data Saja! DPRD Sumenep Kritik Distribusi Gas LPG 3 Kg

- Pewarta

Jumat, 13 Juni 2025 - 19:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep, Salam News. Id – Anggota Komisi II DPRD Sumenep, Juhari, menyoroti distribusi gas LPG 3 kg di daerahnya. Ia mengkritik pernyataan Pemkab Sumenep yang menyebut gas LPG 3 kg dalam kondisi aman.

Klaim keamanan itu disampaikan Kepala Bagian Perekonomian Setda, Dadang Dedy Iskandar. Menurut Dadang, tidak terjadi kelangkaan LPG di wilayah Sumenep.

“Ini bukan kelangkaan,” ujarnya kepada media. Ia mengaku pihaknya telah melakukan monitoring langsung ke lapangan. imnya mendatangi agen dan pangkalan LPG 3 kg di sejumlah lokasi.

Ucapan KPU-HPN 2025

Distribusi di sana disebut tetap berjalan lancar dan sesuai kuota. Peningkatan konsumsi jadi alasan utama terjadinya keluhan masyarakat.
Hari besar dan libur panjang disebut sebagai pemicu lonjakan kebutuhan.

“Biasanya beli dua tabung, sekarang empat,” kata Dadang. Kondisi ini yang menciptakan kesan seolah LPG sulit didapat. Namun, Juhari berbeda pandangan dengan Pemkab. Ia menilai LPG 3 kg memang langka dan harganya sangat mahal.

Baca Juga :  HMP Ekonomi Syariah STAIM Gelar Seminar "Strategi Bisnis untuk Startup yang Berkelanjutan" dengan Integrasi Nilai Syariah

Menurutnya, masyarakat kesulitan mendapatkan LPG, bahkan di tingkat pengecer. Harga LPG disebut jauh melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET). “Bahkan ada yang jual di atas Rp18 ribu,” jelas Juhari. Ia menyebut ada oknum yang bermain di balik distribusi gas bersubsidi itu.

Politikus PPP itu menegaskan lemahnya pengawasan distribusi LPG. Menurutnya, peningkatan konsumsi bukan satu-satunya penyebab kelangkaan. Ia meminta Pemkab Sumenep lebih serius mengawasi jalur distribusi gas. “Jangan hanya percaya data dari agen,” ujarnya.

Juhari mendorong Pemkab terjun langsung ke masyarakat. Pemerintah tidak boleh sekadar menyusun laporan tanpa fakta lapangan.

“Situasi ini selalu terulang tiap tahun,” tambahnya. Ia mendesak adanya solusi jangka panjang, bukan solusi musiman. Langkah sementara tidak akan menyelesaikan masalah tahunan ini. Pemerintah perlu membuat sistem distribusi yang lebih transparan.

Selain Anggota DPRD, keluhan juga datang dari tokoh pemuda Saronggi. Muhammad Masrul, Ia menyampaikan kesulitannya membeli LPG di wilayahnya. Menurutnya, harga gas mencapai Rp 26 ribu di beberapa titik, bahkan ada yang di jual sampai 30 ribu 3 kg. Kelangkaan ini dirasakannya di daerah Manding dan sekitarnya.

Baca Juga :  Lingkungan Kumuh, Anggota Komisi 3 DPRD Minta DLH Sumenep Bergerak Cepat

“Susah cari, muter-muter tetap tidak dapat,” katanya. Keluhan itu menggambarkan kondisi nyata di lapangan. Ia berharap pemerintah segera bertindak dan turun langsung. Kondisi seperti ini menyulitkan masyarakat kecil.

Gas LPG 3 kg merupakan kebutuhan pokok warga. Kelangkaan dan harga tinggi sangat berdampak ke kehidupan harian. Pemkab Sumenep diharapkan memperbaiki sistem pengawasan. Agen dan pengecer harus diawasi ketat untuk mencegah penimbunan.

Distribusi harus tepat sasaran dan transparan. Langkah konkret diperlukan demi keadilan bagi masyarakat kecil. Masalah ini bukan hanya soal distribusi, tapi juga tanggung jawab moral. Pemerintah harus hadir dan mendengarkan suara warganya.(*)

Berita Terkait

Gemuruh Ramadhan di Masjid Miftahul Jannah, Malam Puncak Lomba Islami Berlangsung Meriah
Ledakan Mercon Rakitan Guncang Batuputih Sumenep, Satu Rumah Rusak Berat Dua Warga Terluka
Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo Minta KNPI Sumenep Aktif Beri Gagasan untuk Kemajuan Daerah
Bupati Sumenep Warning Keras Pengelola Dapur MBG, Pemkab Sumenep Siap Beri Sanksi Pelanggaran
Program MBG Harus Terukur dan Aman, Nurul Aini Minta Pengawasan Ketat dari Pemerintah Daerah
Bupati Fauzi Santuni Anak Yatim di Kantor BAZNAS, Ramadan Jadi Momentum Menguatkan Kepedulian Sosial
Kunjungan Pasien RSUD dr H Moh Anwar Sumenep Meningkat, Poli Penyakit Dalam hingga Jantung Paling Ramai
Bupati Sumenep Tegaskan KNMP Bukan Sekadar Penataan, Tapi Strategi Kebangkitan Ekonomi Nelayan Dapenda

Berita Terkait

Jumat, 6 Maret 2026 - 13:03 WIB

Gemuruh Ramadhan di Masjid Miftahul Jannah, Malam Puncak Lomba Islami Berlangsung Meriah

Kamis, 5 Maret 2026 - 20:39 WIB

Ledakan Mercon Rakitan Guncang Batuputih Sumenep, Satu Rumah Rusak Berat Dua Warga Terluka

Kamis, 5 Maret 2026 - 20:03 WIB

Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo Minta KNPI Sumenep Aktif Beri Gagasan untuk Kemajuan Daerah

Kamis, 5 Maret 2026 - 15:21 WIB

Bupati Sumenep Warning Keras Pengelola Dapur MBG, Pemkab Sumenep Siap Beri Sanksi Pelanggaran

Kamis, 5 Maret 2026 - 15:08 WIB

Program MBG Harus Terukur dan Aman, Nurul Aini Minta Pengawasan Ketat dari Pemerintah Daerah

Kamis, 5 Maret 2026 - 09:43 WIB

Kunjungan Pasien RSUD dr H Moh Anwar Sumenep Meningkat, Poli Penyakit Dalam hingga Jantung Paling Ramai

Rabu, 4 Maret 2026 - 21:23 WIB

Bupati Sumenep Tegaskan KNMP Bukan Sekadar Penataan, Tapi Strategi Kebangkitan Ekonomi Nelayan Dapenda

Rabu, 4 Maret 2026 - 10:40 WIB

Pemkab Sumenep Gelar Mudik Gratis 2026, Bukti Nyata Kepedulian untuk Perantau

Berita Terbaru