Kepala DKPP Sumenep Berikan Edukasi Terhadap Petani Tembakau

- Pewarta

Minggu, 3 Desember 2023 - 12:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep, Salam News. Id – Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep Arif Firmanto memberikan edukasi terhadap petani tembakau yang hadir pada kegiatan Focus Group Discussion (FGD), Sabtu, 2 Desember 2023 siang.

Arif Firmanto hadir sebagai salah satu dari lima pembicara pada FGD Tembakau yang digelar DPC PWRI Sumenep di Edutorium Jagha Tembha UNIBA Madura, Kecamatan Batuan.

Kegiatan bertajuk ‘Menakar Kebutuhan Tembakau 2024’ itu merupakan upaya DPC PWRI Sumenep mempertemukan petani tembakau, pengusaha rokok, dan pemerintah guna mendiskusikan seputar tembakau di tahun mendatang.

Secara khusus, FGD Tembakau tersebut bermaksud mengajak petani di Sumenep melakukan penanaman tembakau berdasarkan prediksi yang jitu dan masuk akal.

Kepala DKPP Sumenep Arif Firmanto menyampaikan, Pemerintah Daerah tidak bisa membatasi petani dalam menanam tembakau. Namun, pihaknya tak ingin petani melakukan penanaman daun emas itu dengan asal.

“Kami sepakat dengan apa yang disampaikan Ketua PWRI Sumenep Rusydiyono agar petani tidak menanam tembakau hanya berdasarkan keinginan dan luasnya lahan,” kata Arif Firmanto saat menyampaikan materi secara virtual.

Menurut Kepala Dinas yang akrab disap Arif itu, para petani yang hendak menanam tembakau harus berdasarkan prediksi kebutuhan pasar atau pabrikan agar hasil tanam tidak merugi.

Baca Juga :  Bangga! BPRS Bhakti Sumekar Sumenep Menjadi Pelopor Inklusi Keuangan Pelajar

Jangan sampai, mahalnya harga di tahun ini menjadi alasan petani berlomba-lomba menanam tembakau di tahun 2024 mendatang.

“Karena dengan mahalnya harga tembakau tahun ini (musim tanam 2023, red), tidak menutup kemungkinan tahun 2024 petani akan berlomba-lomba menanam tembakau,” jelas Arif.

Padahal, jumlah produksi tembakau yang samakin naik tidak pasti membuat petani mendapatkan untung besar. Bisa jadi, itu malah membuat harga tembakau anjlok karena jumlah produksi tak sebanding dengan kebutuhan.

Alhasil, bukannya untung, petani malah berpotensi besar mengalami kerugian karena menanam tembakau tanpa memerhatikan kebutuhan pasar maupun pabrikan.

“Maka dari itu, saya sangat sepakat dengan FGD bertema ‘Menakar Kebutuhan Tembakau di tahun 2024’ yang diadakan oleh PWRI, acara ini luar biasa,” tegas Arif Firmanto.

Sebelumnya, Ketua DPC PWRI Sumenep Rusydiyono mengungkapkan, kegiatan FGD itu untuk menemukan solusi dari sejumlah permasalahan petani saat musim tembakau tiba.

“Kita juga punya kewajiban dan tanggung jawab bagaimana untuk musim tanam tembakau tahun ini tidak menjadi hal buruk untuk tahun yang akan datang,” kata Rusydiyono dalam sambutannya.

Baca Juga :  MPP Merupakan Wujud tagline "Bismillah Melayani" Bupati Sumenep Mendapat Respon Positif dari Masyarakat

Ketua DPC PWRI Sumenep itu kemudian bercerita bagaimana kondisi petani saat ini. Menurutnya, para petani tidak boleh hanya mengacu pada harga pasar, namun harus paham bagaimana serapan pabrikan tembakau.

“Saat ini kita duduk bersama, mendiskusikan bagaimana persoalan tembakau di tahun 2024 mendatang. Apa yang harus dilakukan petani ke depan, sehingga para petani menanam tembakau tidak hanya soal kebanyakan modal, luas lahan, akan tetapi menemukan nilai jual pasar,” jelas wartawan yang karib disapa Yono itu.

Kegiatan FGD Tembakau kolaborasi antara PWRI Sumenep DKPP tersebut berjalan dengan sukses.

Selain Arif Firmanto, panitia menghadirkan CEO PT Empat Sekawan Mulia Pamekasan Suhaydi, Ketua DPRD Sumenep H. Abdul Hamid Ali Munir dan CEO PR Bahagia H. Mukmin.

Sementara Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menjadi pembicara utama (keynote speaker) dalam kegiatan bersama gabungan kelompok tani (Gapoktan) itu. (Rfq)

Caption: Kepala DKPP Sumenep Arif Firmanto, S.TP, M.Si saat menyampaikan materi secara virtual pada kegiatan FGD dengan tema ‘Menakar Kebutuhan Tembakau 2024’ di Edutorium Jagha Tembha UNIBA Madura, Sabtu (2/12/2023) siang. (Foto Dok. DPC PWRI Sumenep).(*/W)

Berita Terkait

Piala AF Sport U-17 Segera Bergulir, Puluhan Klub Sumenep Siap Adu Talenta
KKN Posko 40 Dorong Orang Tua Bangun Komunikasi Sehat dengan Anak di Era Digital
Pemkab Sumenep Siapkan 30 Hektare Lahan, KEK Tembakau Madura Mulai Dikonkretkan
Bupati Fauzi Lantik Empat Kepala OPD, Target Penerbangan Perintis Masalembu Jadi Perhatian
Rumah Berubah Jadi Ruang Penderitaan, KOPRI PMII Unija Desak Keadilan bagi Korban Kekerasan Seksual Anak
Stan Bappeda Sumenep Tampil Beda di Madura Culture Festival 4, Hadirkan Kuis Interaktif dan Informasi Pembangunan
Kapolresta Sumenep Sambung Roso Bersama 11 Kades, Bahas Kamtibmas di Rubaru
Potensi Wisata dan UMKM Arjasa Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Kepulauan

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 21:49 WIB

Piala AF Sport U-17 Segera Bergulir, Puluhan Klub Sumenep Siap Adu Talenta

Jumat, 18 September 2026 - 14:31 WIB

KKN Posko 40 Dorong Orang Tua Bangun Komunikasi Sehat dengan Anak di Era Digital

Kamis, 17 September 2026 - 14:28 WIB

Pemkab Sumenep Siapkan 30 Hektare Lahan, KEK Tembakau Madura Mulai Dikonkretkan

Kamis, 3 September 2026 - 19:29 WIB

Rumah Berubah Jadi Ruang Penderitaan, KOPRI PMII Unija Desak Keadilan bagi Korban Kekerasan Seksual Anak

Selasa, 1 September 2026 - 15:04 WIB

Stan Bappeda Sumenep Tampil Beda di Madura Culture Festival 4, Hadirkan Kuis Interaktif dan Informasi Pembangunan

Senin, 31 Agustus 2026 - 14:58 WIB

Kapolresta Sumenep Sambung Roso Bersama 11 Kades, Bahas Kamtibmas di Rubaru

Jumat, 28 Agustus 2026 - 12:04 WIB

Potensi Wisata dan UMKM Arjasa Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Kepulauan

Jumat, 28 Agustus 2026 - 11:56 WIB

Sumenep Naik Kelas, 330 Desa Terbebas dari Status Sangat Tertinggal dan Tertinggal

Berita Terbaru