Notice: Fungsi WP_Styles::add ditulis secara tidak benar. Style dengan penangan "thickbox" telah dimasukkan ke dalam antrian dengan dependensi yang tidak terdaftar: dashicons. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.9.1.) in /home/saly4638/public_html/wp-includes/functions.php on line 6170

Mahasiswa Datangi Kantor Desperindag, Pertanyakan Kinerja

- Pewarta

Sabtu, 2 Oktober 2021 - 05:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep, Salam News. Id – Sejumlah aktivis mahasiswa yang mengatasnamakan Gerakan Perjuangan Demokrasi Rakyat (GPDR) melakukan aksi demonstrasi di depan kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. Jumat 01 Oktober 2021. 

Mereka menyoal kinerja Disperindag Sumenep terkait proyek pembangunan Pasar Tradisional di Kecamatan Batuan dan Kecamatan Kangayan yang sampai saat ini belum difungsikan. 

Ucapan KPU-HPN 2025

Dalam tuntutannya, mahasiswa menyebutkan jika Pasar Tradisional di Kecamatan Kangayan telah diresmikan oleh Bupati Sumenep, Busyro Karim pada tahun 2020 lalu. 

Namun faktanya, hingga saat ini pasar tersebut belum selesai dan tidak difungsikan. Data hasil kajian mahasiswa menyebut, ika pembangunan pasar itu menghabiskan anggaran Rp 14 miliar. 

Kemudian, pembangunan Pasar Tradisional di Kecamatan Batuan. Rencana pembangunan pasar itu telah direncanakan sejak tahun 2018 silam, dengan anggaran mencapai Rp 9 miliar. Namun, hingga saat ini hanya tersisa tanah kosong yang bertancapkan papan nama ‘Tanah Ini Milik Disperindag’. 

Baca Juga :  Bupati Sumenep Gelar Doa Bersama, Dorong Sinergi dan Kedamaian di Batuputih

“Kami meminta Disperindag segera menyelesaikan pembangunan Pasar Tradisional di Kecamatan Batuan dan Kangayan,” kata Dimas Wahyu, Korlap aksi dalam orasinya. 

Disamping itu, mereka juga meminta transparansi anggaran dan perencanaan kepada seluruh masyarakat tentang pembangunan kedua Pasar Tradisional tersebut. 

“Usut tuntas dan berhentikan penanggungjawab yang menyebabkan lambatnya pembangunan Pasar Tradisional di Kecamatan Batuan dan Kangayan,” pintanya. 

Dalam orasinya mahasiswa ini menuding Disperindag Sumenep gagal berpihak pada masyarakat kecil. 

“Hari ini Disperindag gagal, anggarannya miliaran juta. Namun, bukti layanan pelaksanaan hingga saat ini tidak jelas,” katanya. 

Berorasi hingga satu jam massa aksi akhirnya ditemui Kepala Disperindag Sumenep, Agus Dwi Saputra, dan mengajak diskusi di dalam Kantor setempat. 

Baca Juga :  Festival Pesisir 4 di Giligenting Meriah, HCML Borong 3 Penghargaan dari Pemkab Sumenep

Dalam diskusi itu, Agus menjelaskan, jika pembangunan Pasar Tradisional di Kecamatan Batuan gagal dibangun. Hanya selesai pembangunan pagar yang mengahabiskan anggaran Rp 400 juta. 

“Itu keseluruhan anggaran Rp 4 miliar dari DAK tahun 2019, uangnya hanya terserap Rp 600 juta untuk pembangunan pagar. Kalau pembangunan pasarnya gagal,” ujar Agus. 

“Kita nunggu juga, kalau dapat anggaran lagi dari pusat. Jadi kalau DAK itu pasar harus bersertifikat. Kalau tidak ada sertifikatnya Kementerian tidak mau,” sambungnya. 

Sementara untuk Pasar Tradisional Kecamatan Kangayan, dia mengatakan, sudah selesai dan jadi. Hanya saja, hingga saat ini belum ada pedagang yang mau menempati pasar tersebut. 

“Jual beli itu tergantung disana, terkait pedagang yang mau jualan,” ucapnya.(Jhon/Wrd)

Berita Terkait

Bupati Achmad Fauzi Lantik 25 Pejabat Administrator, Dorong Birokrasi Sumenep Makin Profesional
Menuju Institut, STAIM Sumenep Jalin Kerjasama Internasional Perkuat Entrepreneurship
Seluruh Fraksi DPRD Sumenep Kompak Dorong Percepatan Infrastruktur Kepulauan, Tiga Ruas Jalan Kangean Jadi Prioritas
DPRD Sumenep Tegaskan MBG Bukan Sekadar Makan Gratis, tetapi Investasi SDM Bangsa
Disdik Sumenep Perketat Pengawasan MBG, Sekolah Diminta Segera Laporkan Makanan Tak Layak
Korwil MBG Sumenep Tegaskan Program Makan Bergizi Gratis Terus Dievaluasi demi Manfaat Maksimal
PWRI Sumenep Bedah Program MBG, Pemkab Dorong Evaluasi Total demi Tepat Sasaran
Rubaru Agro Culture Festival 2026 Ditutup Meriah, Potensi Pertanian dan UMKM Kian Bersinar

Berita Terkait

Senin, 13 Juli 2026 - 13:41 WIB

Bupati Achmad Fauzi Lantik 25 Pejabat Administrator, Dorong Birokrasi Sumenep Makin Profesional

Sabtu, 11 Juli 2026 - 08:39 WIB

Menuju Institut, STAIM Sumenep Jalin Kerjasama Internasional Perkuat Entrepreneurship

Kamis, 9 Juli 2026 - 16:55 WIB

DPRD Sumenep Tegaskan MBG Bukan Sekadar Makan Gratis, tetapi Investasi SDM Bangsa

Kamis, 9 Juli 2026 - 16:41 WIB

Disdik Sumenep Perketat Pengawasan MBG, Sekolah Diminta Segera Laporkan Makanan Tak Layak

Kamis, 9 Juli 2026 - 12:39 WIB

Korwil MBG Sumenep Tegaskan Program Makan Bergizi Gratis Terus Dievaluasi demi Manfaat Maksimal

Kamis, 9 Juli 2026 - 10:10 WIB

PWRI Sumenep Bedah Program MBG, Pemkab Dorong Evaluasi Total demi Tepat Sasaran

Senin, 6 Juli 2026 - 17:25 WIB

Rubaru Agro Culture Festival 2026 Ditutup Meriah, Potensi Pertanian dan UMKM Kian Bersinar

Senin, 6 Juli 2026 - 17:19 WIB

DPRD Sumenep Bergerak, H. Zainal Arifin Komitmen Tuntaskan Krisis BBM Bersubsidi

Berita Terbaru