Sumenep, Salam News.Id – di balit sakral dan khidmatnya upacara gabungan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) dan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) Tahun 2026 yang digelar Pemerintah Kabupaten Sumenep, Rabu (20/05/2026), ada secercah keteladanan yang lahir dari langkah tegap seorang pelajar. Berlangsung di halaman Kantor Pemkab Sumenep, upacara yang dipimpin Wakil Bupati Sumenep, KH Imam Hasyim, itu berjalan penuh semangat kebangsaan. Namun, perhatian publik tanpa sengaja terpaut pada seorang gadis muda pembawa bendera Merah Putih.
Ia adalah Mikaila Zahra Maghfira, siswi kelas II SMAN 1 Sumenep, yang dipercaya mengusung Sang Saka Merah Putih sepanjang prosesi apel kehormatan tersebut. Dengan postur tegap, ketenangan memancar, dan percaya diri tanpa cela, Mikaila yang karib disapa Kaila tampil memukau di hadapan jajaran Forkopimda, pimpinan OPD, perwakilan BUMN-BUMD, unsur TNI-Polri, mahasiswa, serta para pelajar.
Penampilan disiplin dan penuh penghayatan dari Kaila menuai apresiasi luas. Sosoknya dianggap sebagai cermin sempurna generasi muda Sumenep: berprestasi, santun, dan berjiwa nasionalisme tinggi. Putri kedua dari pasangan Amir Mahmud dan Sri Wahyuni Hanafiah ini membuktikan bahwa dukungan keluarga dan semangat belajar yang membara adalah fondasi utama kepercayaan besar yang diberikan pada momentum bersejarah tingkat kabupaten.

“Alhamdulillah, rasa bangga dan syukur tak terhingga karena mendapat kepercayaan membawa bendera Merah Putih pada upacara Hardiknas dan Harkitnas tahun ini. Pengalaman ini tak akan pernah saya lupakan,” ujar Mikaila dengan mata berbinar, usai upacara.
Kaila mengungkapkan persiapannya tak sekadar latihan fisik, tetapi juga menjaga fokus dan mental. “Bersama teman-teman, kami berlatih dengan disiplin dan penuh tanggung jawab. Saya ingin memberikan penampilan terbaik untuk sekolah, keluarga, dan Kabupaten Sumenep,” tambahnya.
Sang ayah, Amir Mahmud, tak kuasa menahan haru. “Kami sebagai orang tua sangat bangga dan bersyukur. Tidak semua anak mendapat kesempatan mulia seperti ini,” tuturnya lirih. Ia berharap pengalaman itu menjadi pembakar semangat Kaila untuk terus
meningkatkan prestasi dan menjaga kedisiplinan. “Saya berpesan agar Kaila tetap rendah hati, terus giat belajar, dan menjadi pribadi yang bermanfaat bagi keluarga, sekolah, masyarakat, dan daerah,” pesannya penuh harap.
Momentum Hardiknas dan Harkitnas 2026 di Kabupaten Sumenep pun melampaui sekadar seremoni tahunan. Lewat sosok Mikaila Zahra Maghfira, upacara itu telah melahirkan inspirasi nyata: bahwa dedikasi, disiplin, dan cinta tanah air bisa bersemi dari tugas sederhana namun sarat makna. (*)











