Sumenep, Salam News. Id – Pemerintah Kabupaten Sumenep kembali mengalokasikan sisa anggaran daerah untuk mendukung kelancaran arus balik santri pasca-Lebaran tahun 2026 ini. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap kebutuhan transportasi para santri menuju pondok pesantren masing-masing kembali.
Anggaran yang disiapkan mencapai sekitar 300 juta rupiah untuk memberangkatkan ribuan santri ke berbagai daerah tujuan pondok pesantren. Kebijakan ini secara khusus menempatkan kalangan santri sebagai prioritas utama penerima manfaat dalam program bantuan transportasi arus balik tersebut.
Dana yang digunakan berasal dari sisa Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah yang dialihkan untuk mendukung kebutuhan perjalanan santri tersebut. Pelaksana tugas Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Perhubungan Kabupaten Sumenep menyampaikan penjelasan terkait program tersebut kepada publik.

Achmad Dzulkarnain mengatakan bahwa anggaran yang tersedia diperkirakan mampu menjangkau ribuan santri yang membutuhkan fasilitas transportasi kembali ke pondok. Ia menjelaskan bahwa program ini diharapkan dapat membantu meringankan beban orang tua santri setelah merayakan mudik Lebaran bersama keluarga.
Menurutnya, pemerintah daerah berupaya hadir memberikan solusi nyata terhadap kebutuhan mobilitas santri setelah libur panjang Hari Raya Idulfitri selesai. Dengan dukungan anggaran tersebut, diperkirakan sekitar empat ribu santri dapat difasilitasi untuk kembali ke pondok pesantren masing-masing tepat waktu.
Program ini juga dirancang untuk memastikan perjalanan para santri berlangsung aman, nyaman, serta terorganisir dengan baik melalui koordinasi pihak terkait. Lebih lanjut, ia yang akrab disapa Izoul menjelaskan mekanisme pelaksanaan program dilakukan melalui pengajuan resmi dari masing-masing pondok pesantren.
Pendataan melalui pengajuan tersebut bertujuan agar proses distribusi bantuan transportasi lebih tertib, transparan, serta tepat sasaran sesuai kebutuhan santri. Sejumlah pondok pesantren di wilayah Kabupaten Sumenep telah mulai mengajukan permohonan pemberangkatan santri untuk mengikuti program tersebut.
Jumlah pengajuan tersebut diperkirakan akan terus meningkat seiring mendekati puncak arus balik setelah masa libur Lebaran berakhir sepenuhnya. Biasanya pada akhir bulan Maret, permintaan layanan transportasi arus balik mengalami lonjakan signifikan dari berbagai kalangan masyarakat setempat.
Namun demikian, pemerintah daerah mengakui adanya keterbatasan anggaran sehingga program ini belum dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat luas. Untuk sementara waktu, fokus utama program bantuan transportasi ini masih diberikan kepada kalangan santri sebagai prioritas penerima manfaat utama.
Pemerintah juga membuka kemungkinan perluasan penerima manfaat apabila terdapat sisa anggaran yang masih tersedia setelah program berjalan. Kelompok masyarakat lain berpeluang mendapatkan fasilitas serupa apabila kebutuhan santri telah terpenuhi dan anggaran masih mencukupi nantinya.
Selain menyediakan transportasi, pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat agar menggunakan armada resmi saat melakukan perjalanan arus balik. Masyarakat diminta mematuhi jadwal keberangkatan yang telah ditentukan guna menghindari penumpukan penumpang pada waktu-waktu tertentu.
Upaya ini dilakukan untuk mengurangi kepadatan lalu lintas serta menjaga ketertiban selama periode arus balik Lebaran berlangsung di wilayah Sumenep. Pemerintah daerah juga bekerja sama dengan aparat gabungan untuk memastikan keamanan dan kelancaran perjalanan para pemudik selama perjalanan.
Aparat kepolisian dan TNI dilibatkan dalam pengamanan melalui pendirian posko-posko di sejumlah titik strategis jalur arus balik. Dengan adanya langkah tersebut, diharapkan seluruh proses arus balik santri dan masyarakat dapat berjalan aman, lancar, serta terkendali sepenuhnya.(*/red)











