Sumenep, Salam News. Id – Pelayanan gizi pasien di RSUD dr. H. Muhammad Anwar Sumenep dipastikan diberikan secara individual, menyesuaikan kondisi medis masing-masing pasien. Pihak rumah sakit menegaskan bahwa tidak ada penyamarataan pemberian gizi karena setiap pasien memiliki kebutuhan nutrisi berbeda.
Perbedaan kebutuhan gizi pasien dipengaruhi oleh tingkat kesadaran, usia, berat badan, serta penyakit atau kondisi patologis yang diderita. Pasien dalam kondisi sadar maupun koma tetap mendapatkan perhitungan asupan gizi sesuai standar medis dan hasil pemeriksaan klinis.
Direktur RSUD dr. H. Muhammad Anwar Sumenep, dr. Erliyati, M.Kes, menjelaskan penentuan gizi dilakukan oleh tenaga profesional. Menurutnya, seluruh asupan gizi pasien ditentukan ahli gizi berdasarkan analisis medis dan rekomendasi dokter penanggung jawab.

Ahli gizi akan menilai apakah pasien memerlukan gizi standar rumah sakit atau tambahan gizi khusus sesuai kebutuhan tubuhnya. Penentuan jenis gizi tersebut mempertimbangkan kondisi kesehatan pasien agar proses penyembuhan berjalan optimal dan aman.
Selain penyediaan makanan, RSUD juga menerapkan sistem kunjungan atau visit gizi kepada pasien rawat inap. Dalam kunjungan tersebut, petugas gizi berkomunikasi langsung dengan pasien atau keluarga mengenai preferensi makanan yang memungkinkan.
Preferensi makanan tersebut kemudian disesuaikan dengan perhitungan kebutuhan kalori yang telah ditetapkan secara medis dan terukur. Apabila dokter penanggung jawab menetapkan diet khusus, ahli gizi akan menyesuaikan asupan berdasarkan kondisi klinis pasien.
Diet khusus tersebut meliputi diet diabetes, penyakit tertentu, maupun kondisi medis lainnya yang memerlukan pengaturan nutrisi ketat. Seluruh proses pelayanan gizi dilaksanakan sesuai standar pelayanan gizi rumah sakit dan mengacu pada kondisi patologis pasien.
Pihak rumah sakit menegaskan mekanisme pelayanan gizi ini berbeda dengan program gizi di luar layanan rumah sakit. Program luar rumah sakit biasanya mencakup penanganan gizi buruk bayi atau program penurunan berat badan pasien obesitas.
Dengan sistem ini, rumah sakit memastikan asupan gizi pasien tepat sasaran, terukur, dan sesuai kondisi kesehatannya. Dr. Erliyati juga menyampaikan bahwa pemberian pelayanan dilakukan oleh bidang terkait sesuai prosedur yang berlaku.
Selama tidak terdapat kendala pada sistem aplikasi pendukung, seluruh proses pelayanan berjalan normal dan terpantau. Jika terdapat komplain terkait pelayanan, pihak manajemen akan melakukan klarifikasi sesuai fakta dan prosedur yang berlaku.
Setiap pihak yang terlibat diberikan kesempatan menjelaskan agar permasalahan dapat diselesaikan secara objektif dan profesional. Permasalahan yang muncul akan ditangani berdasarkan hasil evaluasi, sama seperti penanganan medis pasien sesuai penyakitnya.
Sementara itu, pejabat RSUD dr. H. Muhammad Anwar Sumenep, Arman Endika Putra, mempertegas pelayanan gizi dilakukan setiap hari. Pelayanan makanan pasien rawat inap melayani ratusan pasien dengan kebutuhan gizi berbeda sesuai kondisi kesehatan masing-masing.
Saat ini RSUD melayani sebanyak 233 tempat tidur dengan anggaran penyediaan makanan pasien sekitar Rp2,3 miliar per tahun. Makanan pasien mencakup makanan kering, basah, serta susu, mengingat layanan diberikan kepada pasien dewasa hingga bayi.(*/Red)











