Notice: Fungsi WP_Styles::add ditulis secara tidak benar. Style dengan penangan "thickbox" telah dimasukkan ke dalam antrian dengan dependensi yang tidak terdaftar: dashicons. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.9.1.) in /home/saly4638/public_html/wp-includes/functions.php on line 6170

Sumenep Bersiap Jadi Penopang Industri Kelapa Jatim,110.00 Bibit Bersertifikat Disediakan Untuk Dukung Hilirisasi

- Pewarta

Rabu, 27 Mei 2026 - 13:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Salamnews.Id– Kementerian Pertanian Republik Indonesia terus mempercepat program hilirisasi subsektor perkebunan sebagai langkah strategis memperkuat ekonomi daerah berbasis komoditas unggulan.

Peluang besar itu kini mulai ditangkap serius oleh Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, yang selama ini dikenal sebagai salah satu daerah penghasil kelapa terbesar di wilayah pesisir timur Pulau Madura.

Upaya hilirisasi tidak lagi hanya berfokus pada peningkatan produksi hasil perkebunan, tetapi juga diarahkan pada pengembangan sektor berbasis nilai tambah agar mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat desa dan meningkatkan kesejahteraan petani.

Ucapan KPU-HPN 2025

Keseriusan tersebut mulai terlihat dari berkembangnya sektor pembibitan dan sertifikasi benih kelapa di Kabupaten Sumenep. Salah satunya dilakukan melalui penangkaran bibit kelapa milik CV Elang Buana yang berada di Desa Legung Timur, Kecamatan Batang-Batang.

Direktur CV Elang Buana, Hadi Triono mengatakan, potensi kelapa di Kabupaten Sumenep sangat besar dan membutuhkan dukungan bibit unggul yang berkualitas agar pengembangan perkebunan ke depan lebih maksimal.

Baca Juga :  Tinjau Ruang RSUD Ambruk, Bupati Sumenep Meminta Maaf Kepada Pasien dan Keluarganya

“Sumenep ini punya potensi kelapa yang luar biasa. Jadi kebutuhan bibit unggul memang harus dipersiapkan dari sekarang supaya pengembangan perkebunan masyarakat bisa lebih baik dan produktif,” kata Hadi kepada Kliktimes, Selasa (26/5/2026).

Menurutnya, keberadaan bibit unggul menjadi faktor penting dalam mendukung program hilirisasi perkebunan yang saat ini sedang dipercepat pemerintah pusat. Sebab, kualitas hasil perkebunan sangat dipengaruhi mutu bibit yang digunakan petani.

Ia menjelaskan, benih kelapa yang dikembangkan pihaknya telah mengantongi sertifikasi resmi dari UPT Pengawasan dan Sertifikasi Benih Perkebunan Provinsi Jawa Timur. Hingga saat ini, jumlah bibit kelapa bersertifikat yang tersedia mencapai sekitar 56.000 benih.

“Kalau bibitnya bagus dan terjamin, otomatis hasil perkebunan masyarakat juga akan lebih bagus. Ini penting karena hilirisasi tidak akan berjalan maksimal tanpa dukungan bahan baku yang berkualitas,” ujarnya.

Baca Juga :  PWRI Sumenep Bagikan Voucher Takjil Gratis di Taman Tajamara, Wujud Dukungan untuk UMKM Lokal

Lebih lanjut Hadi menilai, program hilirisasi subsektor perkebunan menjadi peluang besar bagi daerah penghasil kelapa seperti Sumenep. Menurut dia, komoditas kelapa tidak hanya memiliki nilai jual dari hasil panen mentah, tetapi juga bisa dikembangkan menjadi berbagai produk turunan bernilai ekonomi tinggi.

“Ke depan, kelapa bukan hanya dijual buahnya saja. Banyak produk turunan yang bisa dikembangkan, mulai dari minyak kelapa, olahan pangan, sampai produk industri lainnya. Itu yang sekarang mulai didorong pemerintah,” ungkapnya.

Selain mendukung kebutuhan bibit masyarakat, keberadaan penangkaran bibit kelapa di Desa Legung Timur juga dinilai membuka peluang ekonomi baru bagi warga sekitar. Mulai dari penyerapan tenaga kerja, distribusi bibit, hingga penguatan usaha perkebunan berbasis desa.

“Harapan kami, keberadaan penangkaran ini bukan hanya membantu kebutuhan bibit, tetapi juga memberi dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar,” harapnya.(red)

 

Berita Terkait

Gema Takbir Iduladha 1447 H di Pendopo Agung, Bupati Fauzi Doakan Jemaah Haji dan Kemajuan Sumenep
Wabup Sumenep Tegaskan Harkitnas 2026 Jadi Momentum Bangkitkan Pendidikan dan Desa Mandiri
Mikaila Zahra Maghfira, Gadis Pembawa Cita Rasa Bangsa di Balik Khidmat Hardiknas-Harkitnas Sumenep
Angin Segar Pelestarian Tari Sintung: Camat Ambunten Beri Apresiasi Tinggi pada Generasi Muda
Bupati Sumenep Ajak PCNU Perkuat Dakwah Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat
Khidmat dan Penuh Haru, PCNU Sumenep Masa Khidmat 2026–2031 Resmi Dilantik di Al-Karimiyyah
RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Perkuat Validasi Data Demi Pelayanan Kesehatan Aman dan Profesional
Tasyakuran SMA NU Sumenep Penuh Haru, Kepala Sekolah Ingatkan Pentingnya Ilmu dan Akhlak

Berita Terkait

Rabu, 27 Mei 2026 - 13:18 WIB

Sumenep Bersiap Jadi Penopang Industri Kelapa Jatim,110.00 Bibit Bersertifikat Disediakan Untuk Dukung Hilirisasi

Rabu, 27 Mei 2026 - 11:56 WIB

Gema Takbir Iduladha 1447 H di Pendopo Agung, Bupati Fauzi Doakan Jemaah Haji dan Kemajuan Sumenep

Kamis, 21 Mei 2026 - 12:56 WIB

Wabup Sumenep Tegaskan Harkitnas 2026 Jadi Momentum Bangkitkan Pendidikan dan Desa Mandiri

Kamis, 21 Mei 2026 - 09:37 WIB

Mikaila Zahra Maghfira, Gadis Pembawa Cita Rasa Bangsa di Balik Khidmat Hardiknas-Harkitnas Sumenep

Senin, 18 Mei 2026 - 10:04 WIB

Angin Segar Pelestarian Tari Sintung: Camat Ambunten Beri Apresiasi Tinggi pada Generasi Muda

Minggu, 17 Mei 2026 - 07:44 WIB

Bupati Sumenep Ajak PCNU Perkuat Dakwah Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat

Sabtu, 16 Mei 2026 - 22:20 WIB

Khidmat dan Penuh Haru, PCNU Sumenep Masa Khidmat 2026–2031 Resmi Dilantik di Al-Karimiyyah

Rabu, 13 Mei 2026 - 17:37 WIB

RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Perkuat Validasi Data Demi Pelayanan Kesehatan Aman dan Profesional

Berita Terbaru