Jakarat, Salam News. Id – Piala Dunia 2026 semakin memasuki fase krusial setelah seluruh pertandingan matchday kedua fase grup rampung digelar pada Rabu. Persaingan menuju babak gugur semakin ketat. Namun, beberapa negara harus menerima kenyataan pahit tersingkir lebih awal.
Hingga berakhirnya pertandingan kedua fase grup, setidaknya lima tim dipastikan gagal melanjutkan perjuangan mereka di turnamen bergengsi. Kelimanya tidak mampu meraih poin yang cukup setelah menelan dua kekalahan beruntun pada laga pembuka turnamen.
Meski masih menyisakan satu pertandingan grup, peluang mereka untuk lolos sudah tertutup secara matematis dari klasemen. Tim pertama yang dipastikan tersingkir adalah Haiti yang tergabung di Grup C bersama Brasil dan Skotlandia.

Haiti mengalami kekalahan pada dua pertandingan awal saat menghadapi Skotlandia serta raksasa Amerika Selatan, Brasil. Hasil tersebut membuat wakil zona CONCACAF itu tidak mungkin lagi mengejar perolehan poin para pesaingnya.
Meski menunjukkan semangat juang tinggi, kualitas lawan yang dihadapi terbukti terlalu berat bagi skuad Haiti. Negara berikutnya yang harus mengakhiri perjalanan lebih cepat adalah Turki yang tampil di Grup D. Turki menelan kekalahan saat menghadapi Australia pada laga pertama sebelum kembali tumbang melawan Paraguay. Kegagalan ini sangat mengejutkan karena Turki datang dengan banyak pemain berbakat yang sedang bersinar di Eropa.
Nama-nama seperti Arda Guler, Hakan Calhanoglu, hingga Kenan Yildiz diharapkan membawa Turki melangkah jauh. Namun harapan tersebut sirna setelah performa tim tidak mampu memenuhi ekspektasi para pendukung mereka.
Kekecewaan mendalam terlihat dari para pemain dan staf pelatih usai kekalahan menyakitkan melawan Paraguay. Sementara itu, Tunisia menjadi tim ketiga yang harus meninggalkan turnamen setelah gagal bersaing di Grup F. Grup tersebut dikenal sebagai salah satu grup paling berat karena dihuni Belanda, Jepang, dan Swedia.
Tunisia sebenarnya berusaha melakukan perubahan cepat dengan mengganti pelatih setelah pertandingan pembuka mereka. Sabri Lamouchi diberhentikan sebelum kemudian digantikan oleh pelatih berpengalaman asal Prancis, Herve Renard.
Sayangnya pergantian tersebut tidak membawa perubahan signifikan sehingga Tunisia tetap gagal meraih hasil positif. Kegagalan ini memunculkan spekulasi bahwa federasi sepak bola Tunisia akan kembali melakukan pergantian pelatih.
Tim keempat yang dipastikan tersingkir adalah Yordania yang menjalani debut bersejarah di Piala Dunia. Yordania kalah dalam dua pertandingan awal saat menghadapi Austria dan Aljazair yang tampil sangat solid.
Hasil tersebut membuat mereka tidak lagi memiliki peluang untuk menembus babak berikutnya dari Grup J. Meski tersingkir, pencapaian tampil pertama kali di Piala Dunia tetap menjadi sejarah penting bagi Yordania.
Keberhasilan lolos ke putaran final tidak lepas dari kontribusi Alex Zwiers dalam pengembangan sepak bola nasional. Pria asal Belanda itu pernah menjabat direktur teknis dan berperan besar membangun fondasi tim nasional.
Panama menjadi negara kelima yang harus mengakhiri petualangan mereka lebih cepat dari yang diharapkan. Mereka kalah dalam dua pertandingan awal ketika menghadapi Ghana dan Kroasia yang tampil lebih efektif.
Kekalahan beruntun tersebut membuat Panama tidak lagi memiliki kesempatan mengejar para pesaing di Grup L. Menariknya, Panama pernah menjadi salah satu tim yang tidak dipilih pelatih John Herdman sebelum menerima Indonesia.
Pelatih asal Inggris tersebut lebih tertarik mengambil tantangan besar bersama Timnas Indonesia pada awal 2026. Menurut Herdman, Indonesia menawarkan potensi luar biasa dengan basis penggemar sepak bola yang sangat besar.
Ia menyebut kesempatan membangun sepak bola Indonesia menjadi alasan utama menerima tawaran melatih skuad Garuda. Dengan demikian, lima negara yang telah dipastikan tersingkir dari Piala Dunia 2026 adalah Haiti, Turki, Tunisia, Yordania, dan Panama.
Sementara itu, negara-negara lain masih berjuang memperebutkan tiket menuju babak gugur pada pertandingan terakhir grup.(*/Red)











