Notice: Fungsi WP_Styles::add ditulis secara tidak benar. Style dengan penangan "thickbox" telah dimasukkan ke dalam antrian dengan dependensi yang tidak terdaftar: dashicons. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.9.1.) in /home/saly4638/public_html/wp-includes/functions.php on line 6131

Anggaran Berubah: Ada Kementerian Sultan, Ada yang Miskin

- Pewarta

Selasa, 11 Februari 2025 - 12:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep, Salam News. Id – Penyesuaian anggaran negara berdampak besar pada berbagai kementerian dan lembaga (K/L). Ada yang mendapat anggaran melimpah, ada yang justru mengalami pemangkasan drastis. Salah satunya adalah Perpustakaan Nasional RI, yang kini menghadapi keterbatasan dana untuk operasionalnya.

Dalam percakapan antara Bung Hambali dan temannya, mereka menyoroti ketimpangan ini. Bung Hambali menilai bahwa sistem anggaran saat ini tidak efisien. Menurutnya, sistem fraksi di DPR RI dan mekanisme reses perlu ditinjau ulang. “Buang-buang uang negara dan rakyat,” ujarnya.

Sistem reses DPR RI juga dikritik. Menurut Bung Hambali, reses hanya menjadi ajang basa-basi tanpa hasil konkret. Ia berpendapat bahwa lebih baik jika reses dilakukan bersama anggota DPRD provinsi dan kabupaten/kota. Hal ini karena anggota DPR daerah lebih memahami kondisi masyarakat di daerah pemilihannya.

Ucapan KPU-HPN 2025
Baca Juga :  Bank BPRS Bhakti Sumekar Selenggarakan JJS Yang di Lepas Langsung Oleh Bupati Sumenep

Ketidakefektifan anggaran juga terlihat pada jumlah menteri dan wakil menteri yang terus bertambah. “Kalau serius mau efisien, kenapa bikin kabinet menteri dan wamennya sampai ratusan?” tanya temannya. Mereka menilai kebijakan ini tidak sejalan dengan semangat efisiensi keuangan negara.

Pemangkasan anggaran di beberapa sektor dianggap tepat, seperti perjalanan dinas dan biaya rutin kantor. Namun, menurut Bung Hambali, hanya 40% dari anggaran tersebut benar-benar digunakan sesuai kebutuhan. Sisanya, 60%, sering kali “diakali” dalam pertanggungjawaban.

Dalam satu dekade terakhir, utang negara terus membengkak tanpa diimbangi pertumbuhan ekonomi yang signifikan. Beberapa ekonom kritis menilai bahwa pengeluaran negara tidak sebanding dengan pemasukan, sehingga sekarang dampaknya dirasakan oleh seluruh kementerian dan lembaga.

Salah satu contoh penggunaan anggaran yang dinilai berlebihan adalah perjalanan dinas pejabat. Di pemerintahan Presiden Jokowi sebelumnya, ada menteri yang sering melakukan kunjungan ke berbagai daerah, bahkan di akhir pekan. Tidak jarang perjalanan tersebut melibatkan rombongan besar dengan biaya tinggi.

Baca Juga :  Pengamat Kebijakan Publik: Polemik Pengangkatan SPPG sebagai PPPK, Keadilan Kebijakan dan Nasib Guru Honorer dalam Perspektif Hukum

Bung Hambali juga mengingat bagaimana ada kementerian yang sering mengadakan perayaan, seperti ulang tahun kantor atau acara lainnya, yang melibatkan pertunjukan musik besar-besaran. “Saya ikutin Instagram-nya sampai mbatin, duit dari mana itu,” katanya. Kini, kondisi keuangan negara memburuk, dan pemangkasan anggaran pun tidak bisa dihindari.

Dengan kondisi ini, banyak yang berharap pemerintah lebih bijak dalam mengelola anggaran. Kebijakan harus berpihak pada efisiensi dan kepentingan rakyat, bukan sekadar mengakomodasi kepentingan politik dan birokrasi. Apakah reformasi anggaran akan benar-benar dilakukan, atau hanya menjadi wacana belaka? Waktu yang akan menjawabnya.(Red)

Berita Terkait

Bupati Fauzi Ajak Kades Solid, Koperasi Merah Putih Jadi Tulang Punggung Ekonomi Desa
Turnamen Bolavoli Piala Bupati Sumenep 2026 Diserbu 109 Klub, Bukti Bangkitnya Olahraga Daerah
DPRD Sumenep Sahkan Tiga Raperda Strategis, Dorong Ekonomi Daerah dan Perkuat BUMD
APTI Sumenep dan PT Djarum Kolaborasi, Bibit Tembakau Unggul Gratis Dongkrak Kesejahteraan Petani
Pemkab Sumenep Resmi Terapkan Penghematan BBM, ASN Wajib Jalan Kaki dan Bersepeda Setiap Jumat
Lampu Jalan Banyak Padam, Fraksi PAN Sumenep Desak Perbaikan PJU Segera Dilakukan
PKB Sumenep Rangkul Santri dan Akademisi, Jaring Aspirasi Lewat Lomba Ilmiah
Pemkab Sumenep Alihkan kebijakan efisiensi energi ke Hari Rabu

Berita Terkait

Rabu, 8 April 2026 - 17:42 WIB

Turnamen Bolavoli Piala Bupati Sumenep 2026 Diserbu 109 Klub, Bukti Bangkitnya Olahraga Daerah

Selasa, 7 April 2026 - 19:08 WIB

DPRD Sumenep Sahkan Tiga Raperda Strategis, Dorong Ekonomi Daerah dan Perkuat BUMD

Senin, 6 April 2026 - 14:47 WIB

APTI Sumenep dan PT Djarum Kolaborasi, Bibit Tembakau Unggul Gratis Dongkrak Kesejahteraan Petani

Senin, 6 April 2026 - 10:24 WIB

Pemkab Sumenep Resmi Terapkan Penghematan BBM, ASN Wajib Jalan Kaki dan Bersepeda Setiap Jumat

Jumat, 3 April 2026 - 16:52 WIB

Lampu Jalan Banyak Padam, Fraksi PAN Sumenep Desak Perbaikan PJU Segera Dilakukan

Kamis, 2 April 2026 - 07:52 WIB

PKB Sumenep Rangkul Santri dan Akademisi, Jaring Aspirasi Lewat Lomba Ilmiah

Rabu, 1 April 2026 - 18:32 WIB

Pemkab Sumenep Alihkan kebijakan efisiensi energi ke Hari Rabu

Rabu, 1 April 2026 - 18:04 WIB

Wabup Beberkan Capaian Sumenep 2025, Dari Ekonomi Hingga Kesehatan Makin Membaik

Berita Terbaru