Notice: Fungsi WP_Styles::add ditulis secara tidak benar. Style dengan penangan "thickbox" telah dimasukkan ke dalam antrian dengan dependensi yang tidak terdaftar: dashicons. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.9.1.) in /home/saly4638/public_html/wp-includes/functions.php on line 6170

Transparansi Brida Sumenep Dipertanyakan, Proses Seleksi Riset Picu Polemik

- Pewarta

Sabtu, 16 Agustus 2025 - 07:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep, Salam News. Id –  Kepercayaan publik terhadap BRIDA Sumenep diuji, menyusul dugaan kecurangan dalam seleksi riset tahun anggaran 2025 mendatang. Program riset yang seharusnya mendukung dosen dan peneliti lokal justru menjadi sorotan karena dugaan ketidaktransparanan proses seleksi.

Ketidaksesuaian data nilai dan hasil seleksi memicu polemik. Skor tinggi gagal, sebaliknya skor rendah justru dinyatakan lolos pendanaan. Data resmi menunjukkan STIDAR memperoleh skor 975, UNIA 955, INKADA 940, dan UNIJA 935. Namun hasil seleksi tak mencerminkan itu.

Yang mengejutkan, PENS yang hanya memperoleh skor 905 dan berada di peringkat kedelapan, justru dinyatakan sebagai penerima dana. Dari 14 proposal penelitian yang masuk ke BRIDA Sumenep, hanya dua yang diterima dan diumumkan lolos pendanaan riset 2025.

Ucapan KPU-HPN 2025

Keputusan ini langsung memicu reaksi keras dari berbagai pihak, termasuk kampus-kampus Islam yang merasa dirugikan dan didiskriminasi. Moh. Lutfi, dosen STAIM Sumenep yang terlibat dalam proses seleksi, menyampaikan kekecewaannya atas ketidakadilan yang terjadi.

Menurutnya, skor sudah jelas menunjukkan kualitas. Tapi anehnya, proposal dengan nilai rendah malah dinyatakan lolos tanpa penjelasan. “Ini tidak mencerminkan asas keadilan. Ada indikasi permainan tidak sehat dalam penentuan siapa yang menerima dana riset,” ujarnya.

Baca Juga :  Cegah Campak, dr. Dony Ajak Semua Pihak Dukung Vaksinasi ORI di Rubaru

Dalam forum pengumuman hasil seleksi, ketegangan muncul ketika sejumlah perwakilan kampus menuntut kejelasan indikator penilaian BRIDA. Awalnya BRIDA menolak membuka data secara rinci. Namun karena desakan peserta, data nilai akhirnya dibuka secara terbuka di forum.

Dari data itu, ketidaksesuaian mencolok ditemukan. Banyak kampus dengan skor tinggi gagal, sementara yang nilainya rendah lolos. Kondisi ini memperkuat dugaan adanya kecurangan, bahkan disebut-sebut terdapat praktik pilih kasih dan intervensi pihak tertentu.

Menurut Moh. Lutfi, data mungkin bocor tanpa sengaja. Namun kebocoran ini justru mengungkap kelemahan sistem seleksi BRIDA Sumenep. Sejumlah akademisi mulai mencurigai adanya diskriminasi terhadap kampus Islam, terutama yang berbasis pada pendidikan tarbiyah.

“Kami penuhi semua indikator penilaian, tapi tetap tidak lolos. Ini bukan lagi soal kualitas, ada motif tersembunyi,” katanya. Kecurigaan ini makin kuat karena kampus berbasis Islam yang memiliki skor tinggi seluruhnya tidak ada yang dinyatakan lolos seleksi.

Baca Juga :  Pertanyakan Transparansi Anggaran Untuk Infrastruktur Jalan di Kabupaten Sumenep, GAMS Demo Kantor DPRD Sumenep

Pihak kampus mendesak Bupati Sumenep turun tangan. Mereka ingin audit independen dilakukan demi kejelasan proses seleksi BRIDA. Mereka menilai, masalah ini bukan sekadar kalah kompetisi, tapi menyangkut integritas dan kredibilitas lembaga riset pemerintah.

“Kalau dibiarkan, publik bisa kehilangan kepercayaan terhadap sistem riset daerah. Ini sudah kali kedua BRIDA disorot,” ujar Lutfi. Kepala BRIDA Sumenep, Benny Irawan, memberikan klarifikasi. Ia menyebut bahwa penilaian tidak berbasis angka seperti yang beredar.

Menurut Benny, BRIDA menggunakan skala Likert berbasis substansi, bukan skor angka sebagaimana daftar nilai yang tersebar luas. Namun penjelasan ini belum memuaskan banyak pihak. Beberapa kampus bahkan mempertimbangkan jalur hukum untuk menyelesaikan persoalan.

Akademisi menyatakan akan menggandeng Ombudsman serta lembaga antikorupsi. Tujuan mereka menjaga integritas akademik dan riset lokal. Skandal ini menjadi ujian besar BRIDA. Jika terbukti ada pelanggaran, dampaknya sangat serius bagi dunia pendidikan di Sumenep.(Red)

Berita Terkait

Bupati Fauzi Raih Penghargaan Nasional, Sumenep Bersinar di Dunia Pendidikan
Ning Lia Temui Jamaah Haji Sumenep di Makkah, Titip Pesan Jaga Kesehatan Jelang Armuzna
Wabup Sumenep Tegaskan Harkitnas 2026 Jadi Momentum Bangkitkan Pendidikan dan Desa Mandiri
Tasyakuran SMA NU Sumenep Penuh Haru, Kepala Sekolah Ingatkan Pentingnya Ilmu dan Akhlak
Dukungan Nyata untuk Talenta Muda, Kadisdik Sumenep Apresiasi Karya Syifa
Pelajar Sumenep Bersinar, Dua Lukisan Syifa Diboyong Dirut BPRS Bhakti Sumekar
Hardiknas Jadi Momentum, Cabdin Sumenep Gaungkan Gerakan “Sehari Berbahasa Madura Enggi Bhunten”
Kadisdik Sumenep Tegaskan Komitmen, Data Siswa Lengkap Diserahkan untuk Sukseskan Program Makan Bergizi Gratis

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 13:45 WIB

Bupati Fauzi Raih Penghargaan Nasional, Sumenep Bersinar di Dunia Pendidikan

Senin, 25 Mei 2026 - 17:32 WIB

Ning Lia Temui Jamaah Haji Sumenep di Makkah, Titip Pesan Jaga Kesehatan Jelang Armuzna

Kamis, 21 Mei 2026 - 12:56 WIB

Wabup Sumenep Tegaskan Harkitnas 2026 Jadi Momentum Bangkitkan Pendidikan dan Desa Mandiri

Rabu, 13 Mei 2026 - 10:52 WIB

Tasyakuran SMA NU Sumenep Penuh Haru, Kepala Sekolah Ingatkan Pentingnya Ilmu dan Akhlak

Senin, 11 Mei 2026 - 20:56 WIB

Dukungan Nyata untuk Talenta Muda, Kadisdik Sumenep Apresiasi Karya Syifa

Senin, 11 Mei 2026 - 20:42 WIB

Pelajar Sumenep Bersinar, Dua Lukisan Syifa Diboyong Dirut BPRS Bhakti Sumekar

Rabu, 6 Mei 2026 - 19:37 WIB

Hardiknas Jadi Momentum, Cabdin Sumenep Gaungkan Gerakan “Sehari Berbahasa Madura Enggi Bhunten”

Senin, 4 Mei 2026 - 17:22 WIB

Kadisdik Sumenep Tegaskan Komitmen, Data Siswa Lengkap Diserahkan untuk Sukseskan Program Makan Bergizi Gratis

Berita Terbaru