Notice: Fungsi WP_Styles::add ditulis secara tidak benar. Style dengan penangan "thickbox" telah dimasukkan ke dalam antrian dengan dependensi yang tidak terdaftar: dashicons. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.9.1.) in /home/saly4638/public_html/wp-includes/functions.php on line 6131

Lebaran di Sumenep Harmoni Silaturahmi, Tradisi, dan Refleksi Spiritual yang Mengakar

- Pewarta

Minggu, 22 Maret 2026 - 21:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ziarah Kubur Tradisi Turun Temurun Warga Sumenep

Ziarah Kubur Tradisi Turun Temurun Warga Sumenep

Sumenep, Salam News. Id – Momentum Lebaran Idul Fitri di Kabupaten Sumenep menghadirkan makna mendalam tidak hanya silaturahmi keluarga tetapi juga refleksi spiritual masyarakat setempat. Tradisi yang hidup setelah Lebaran di Sumenep mencakup kunjungan ke rumah keluarga tetangga serta kerabat dekat untuk saling memaafkan bersama.

Kegiatan tersebut mempererat hubungan sosial sekaligus memperkuat nilai kekeluargaan yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat setempat sejak dahulu kala. Hidangan khas yang disajikan saat berkunjung menjadi simbol kehangatan penghormatan dan rasa syukur setelah menjalani ibadah Ramadan dengan penuh kesabaran.

Selain silaturahmi masyarakat juga menggelar tradisi unik mendatangi tempat tempat – tempat Wisata yang ada di Sumenep. Kegiatan tersebut menjadi sarana kebersamaan warga sekaligus hiburan yang memperkuat hubungan antar masyarakat di tengah suasana Lebaran yang penuh kegembiraan.

Ucapan KPU-HPN 2025

Di pedesaan tradisi ini tetap terjaga kuat dan menjadi bagian penting dari rangkaian perayaan Idul Fitri yang dijalankan masyarakat setempat. Setelah salat Idul Fitri dan bersilaturahmi warga biasanya melanjutkan dengan ziarah ke makam orang tua serta tokoh yang dihormati bersama.

Kegiatan takziyah tersebut dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur serta pengingat akan kehidupan akhirat yang diyakini umat Islam sepanjang masa. Seorang warga Desa Manding Wahyuni menyebut tradisi takziyah saat Lebaran telah menjadi kebiasaan turun-temurun yang terus dijaga hingga sekarang ini.

Baca Juga :  Kunjungan Pasien RSUD dr H Moh Anwar Sumenep Meningkat, Poli Penyakit Dalam hingga Jantung Paling Ramai

Ia menjelaskan kegiatan tersebut tidak pernah ditinggalkan karena memiliki makna penting bagi kehidupan spiritual masyarakat di daerah tersebut hingga kini. Menurutnya ziarah menjadi momen untuk mengenang jasa para leluhur sekaligus memperkuat kesadaran akan nilai kehidupan setelah dunia yang fana ini.

Warga lainnya Umam menegaskan bahwa Lebaran bukan hanya tentang berkumpul dan makan bersama keluarga tetapi juga mengingat jasa orang tua. Ia menambahkan kegiatan ziarah biasanya dilakukan bersama keluarga besar sehingga mempererat hubungan antar anggota keluarga dalam suasana penuh kebersamaan hangat.

Selain berdoa mereka juga membersihkan area makam sebagai bentuk kepedulian serta penghormatan terhadap leluhur yang telah mendahului kehidupan dunia mereka. Suasana makam saat Lebaran sering dipenuhi warga yang datang silih berganti untuk berdoa dan mengenang jasa para pendahulu mereka bersama.

Tradisi ini dinilai mampu memperkuat nilai religius sekaligus menjaga kebersamaan masyarakat dalam kehidupan sosial yang harmonis dan penuh makna spiritual. Takziyah juga menjadi sarana edukasi bagi generasi muda agar tidak melupakan sejarah keluarga dan pentingnya menghormati orang tua sepanjang hayat.

Baca Juga :  Pilkada Sumenep 2024: Pertarungan Sengit Dua Paslon Terkuat

Anak-anak biasanya diajak ikut serta dalam kegiatan tersebut untuk mengenal silsilah keluarga sekaligus belajar mendoakan para leluhur dengan penuh kesadaran. Melalui tradisi ini orang tua mengajarkan nilai kehidupan kepada anak-anak agar tetap ingat asal-usul dan menghargai jasa para pendahulu keluarga.

Kebiasaan tersebut terus dipertahankan sebagai warisan budaya yang memiliki nilai luhur serta menjadi identitas masyarakat Sumenep hingga saat ini berlangsung. Lebaran di Sumenep akhirnya tidak hanya menghadirkan kebahagiaan tetapi juga memberikan pelajaran tentang makna kehidupan dan pentingnya menjaga hubungan spiritual.

Perpaduan antara silaturahmi dan takziyah mencerminkan kuatnya budaya lokal yang tetap hidup di tengah perkembangan zaman modern saat ini berlangsung. Nilai keagamaan yang terkandung dalam tradisi tersebut menjadi landasan penting bagi masyarakat dalam menjalani kehidupan sehari-hari dengan penuh kesadaran spiritual.

Dengan demikian tradisi Lebaran di Sumenep lestari dan menjadi cerminan harmonis antara budaya lokal serta ajaran agama yang saling menguatkan.(Red)

Berita Terkait

LF PBNU Rilis Hisab Hilal Dzulhijjah 1447 H, Peluang Idul Adha Akhir Mei Semakin Kuat
RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Perkuat Validasi Data Demi Pelayanan Kesehatan Aman dan Profesional
Tasyakuran SMA NU Sumenep Penuh Haru, Kepala Sekolah Ingatkan Pentingnya Ilmu dan Akhlak
Wabup KH Imam Hasyim Dorong KORPRI Sumenep Wujudkan Birokrasi Modern, Profesional, dan Responsif
Wabup Imam Hasyim Lepas Jamaah Haji Sumenep, Ribuan Keluarga Padati GOR Pangligur
Dukungan Nyata untuk Talenta Muda, Kadisdik Sumenep Apresiasi Karya Syifa
Gemerlap Festival Jaran Serek: Kepala DLH Sumenep Mengajak Masyarakat Berpadu Menjaga Kebersihan
Pemkab Sumenep Siapkan Rp2,1 Miliar untuk Perkuat Petani Tembakau Tahun 2026

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 10:29 WIB

LF PBNU Rilis Hisab Hilal Dzulhijjah 1447 H, Peluang Idul Adha Akhir Mei Semakin Kuat

Rabu, 13 Mei 2026 - 10:52 WIB

Tasyakuran SMA NU Sumenep Penuh Haru, Kepala Sekolah Ingatkan Pentingnya Ilmu dan Akhlak

Selasa, 12 Mei 2026 - 17:11 WIB

Wabup KH Imam Hasyim Dorong KORPRI Sumenep Wujudkan Birokrasi Modern, Profesional, dan Responsif

Senin, 11 Mei 2026 - 21:15 WIB

Wabup Imam Hasyim Lepas Jamaah Haji Sumenep, Ribuan Keluarga Padati GOR Pangligur

Senin, 11 Mei 2026 - 20:56 WIB

Dukungan Nyata untuk Talenta Muda, Kadisdik Sumenep Apresiasi Karya Syifa

Minggu, 10 Mei 2026 - 11:00 WIB

Gemerlap Festival Jaran Serek: Kepala DLH Sumenep Mengajak Masyarakat Berpadu Menjaga Kebersihan

Sabtu, 9 Mei 2026 - 18:48 WIB

Pemkab Sumenep Siapkan Rp2,1 Miliar untuk Perkuat Petani Tembakau Tahun 2026

Kamis, 7 Mei 2026 - 18:25 WIB

Pemkab Sumenep Lepas Jemaah Haji 2026, Kesehatan Jadi Prioritas Utama Selama Beribadah

Berita Terbaru