Sumenep, Salam News. Id – Pemerintah Kabupaten Sumenep mulai menyiapkan program penguatan sektor tembakau melalui alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau tahun 2026. Nilai anggaran yang disiapkan pemerintah daerah mencapai Rp2,1 miliar dan difokuskan mendukung peningkatan produktivitas petani tembakau di Sumenep secara menyeluruh.
Program tersebut tidak hanya diarahkan untuk bantuan bibit tembakau, melainkan juga penguatan kapasitas petani melalui pelatihan pertanian berkelanjutan modern. Selain pelatihan, pemerintah daerah turut merancang dukungan sarana pertanian guna membantu kebutuhan petani menghadapi musim tanam tembakau mendatang nanti.
Pelaksanaan program berada di bawah koordinasi Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Sumenep sebagai instansi teknis pelaksana kegiatan tersebut. Melalui program itu, pemerintah berharap sektor pertanian tembakau mampu berkembang lebih baik serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan secara berkelanjutan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Sumenep, Chainur Rasyid menjelaskan program dirancang menyesuaikan kebutuhan petani menghadapi musim kemarau mendatang. Musim kemarau dinilai menjadi waktu utama budidaya tanaman tembakau karena kondisi cuaca mendukung pertumbuhan tanaman lebih optimal bagi petani. Jum’at (08/05/2026)
Karena itu, pelaksanaan bantuan direncanakan dilakukan ketika Perubahan Anggaran Keuangan berlangsung agar penyaluran program sesuai jadwal musim tanam daerah. Menurut Chainur Rasyid, penyesuaian jadwal dilakukan supaya bantuan benar-benar dimanfaatkan petani saat memasuki tahapan penanaman tembakau di lahan mereka.
Ia mengatakan pemerintah ingin memastikan setiap bantuan tersalurkan tepat waktu sehingga hasil produksi petani tembakau dapat meningkat secara maksimal nantinya. Selain bantuan bibit, pemerintah juga menyiapkan dukungan berupa pupuk pertanian guna membantu petani menjaga kualitas tanaman selama masa budidaya berlangsung.
Kegiatan pembibitan turut menjadi bagian program karena pemerintah ingin memastikan ketersediaan bibit unggul bagi kelompok tani penerima bantuan nantinya di daerah. Tidak hanya itu, sekolah pertanian lapang juga akan dilaksanakan sebagai sarana pembelajaran dan peningkatan keterampilan petani tembakau Kabupaten Sumenep setempat.
Program sekolah lapang diharapkan mampu memberikan pemahaman mengenai teknik budidaya modern sehingga produktivitas hasil panen petani semakin meningkat nantinya secara signifikan. Pemerintah daerah menilai peningkatan kapasitas sumber daya manusia petani menjadi langkah penting mendukung keberhasilan sektor pertanian tembakau daerah berkelanjutan kedepannya.
Saat ini, sejumlah kelompok tani dari berbagai kecamatan di Kabupaten Sumenep masih mengajukan diri sebagai calon penerima bantuan program tersebut. Pemerintah daerah belum menentukan lokasi penerima bantuan karena proses pemetaan kebutuhan petani masih berlangsung bersama pembahasan anggaran pada tahap PAK.
Tahapan pemetaan dianggap penting agar bantuan pemerintah dapat disalurkan secara merata serta sesuai kebutuhan kelompok tani penerima manfaat nantinya secara optimal. Chainur Rasyid menjelaskan bibit tembakau yang akan dibagikan kepada petani nantinya berasal dari BSIP TAS sesuai ketentuan program pemerintah daerah.
Bibit tersebut nantinya akan dikirim dalam bentuk barang kepada kelompok tani penerima sehingga proses distribusi bantuan lebih mudah dilakukan pemerintah daerah. Menurutnya, penyaluran bantuan akan disesuaikan dengan kemampuan anggaran yang tersedia agar seluruh program berjalan efektif dan tepat sasaran bagi petani setempat.
Pemerintah daerah ingin memastikan anggaran DBHCHT dimanfaatkan secara maksimal guna mendukung keberlangsungan sektor pertanian tembakau di Kabupaten Sumenep secara berkelanjutan. Selain meningkatkan produksi tembakau, program tersebut juga diharapkan mampu memperkuat perekonomian masyarakat pedesaan yang bergantung pada sektor pertanian lokal daerah.
Sebagai gambaran, pada tahun 2025 lalu program serupa telah menjangkau petani tembakau yang tersebar di sembilan belas kecamatan Kabupaten Sumenep. Cakupan penerima bantuan yang cukup luas tersebut menunjukkan perhatian pemerintah daerah terhadap pengembangan sektor pertanian tembakau sebagai komoditas unggulan daerah.
Pemerintah berharap program tahun 2026 nantinya mampu memberikan manfaat lebih besar bagi petani melalui dukungan sarana dan peningkatan kemampuan bertani modern.(**/Red)











