Notice: Fungsi WP_Styles::add ditulis secara tidak benar. Style dengan penangan "thickbox" telah dimasukkan ke dalam antrian dengan dependensi yang tidak terdaftar: dashicons. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.9.1.) in /home/saly4638/public_html/wp-includes/functions.php on line 6170

Viral di Medsos, Sumur Bor di Pragaan Keluarkan Gas Mirip Kompor

- Pewarta

Jumat, 27 Maret 2026 - 08:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep, Salam News. Id – Peristiwa viral terjadi di Desa Karduluk Kecamatan Pragaan Kabupaten Sumenep Jawa Timur pada Kamis, 26 Maret 2026. Kejadian tersebut bermula dari aktivitas pengeboran sumur milik warga setempat yang awalnya berjalan normal tanpa tanda mencurigakan sama sekali.

Namun situasi berubah ketika proses pengeboran mencapai kedalaman tertentu dan menimbulkan fenomena tidak biasa yang mengejutkan warga sekitar lokasi. Alih-alih mengeluarkan air seperti sumur pada umumnya, lubang bor tersebut justru menyemburkan gas yang dapat memicu perhatian masyarakat luas.

Video kejadian itu kemudian tersebar luas melalui media sosial dan menjadi perbincangan hangat di kalangan warga hingga luar daerah. Dalam rekaman tersebut terdengar beberapa warga memberikan komentar spontan terkait kejadian langka yang belum pernah mereka saksikan sebelumnya.

Ucapan KPU-HPN 2025

Salah seorang warga terdengar mengatakan bahwa pengeboran bukan menghasilkan air melainkan api yang keluar dari dalam lubang tersebut. Komentar lain yang terdengar dalam video tersebut bahkan bernada bercanda dengan menyebut warga tidak perlu membeli gas untuk memasak lagi.

Candaan tersebut mencerminkan keheranan sekaligus kekaguman masyarakat terhadap fenomena yang dianggap unik dan jarang terjadi di lingkungan mereka. Setelah ditelusuri lebih lanjut, sumur bor tersebut diketahui merupakan milik seorang warga bernama Zamroni yang sedang melakukan pengeboran.

Baca Juga :  MH Said Abdullah, Puan Maharani Sangat Konsen Dalam Urusan Pemberdayaan Perempuan

Pada awalnya proses pengeboran berjalan seperti biasa tanpa kendala berarti hingga akhirnya muncul gas saat mencapai kedalaman sekitar dua puluh meter. Kemunculan gas tersebut membuat warga sekitar penasaran sehingga mereka mencoba memastikan apakah gas tersebut memiliki sifat mudah terbakar atau tidak.

Beberapa warga kemudian melakukan uji coba sederhana dengan mendekatkan benda kering seperti daun sabut kelapa serta potongan kayu kecil. Hasil percobaan tersebut menunjukkan bahwa gas yang keluar dari lubang bor mampu menyala dan membakar benda kering dengan cepat.

Kepala Desa Karduluk Ahmad Faruq menjelaskan bahwa kejadian tersebut memang benar adanya dan sudah disaksikan langsung oleh sejumlah warga. Ia menyebutkan bahwa gas yang keluar memiliki potensi bahaya jika tidak segera ditangani dengan langkah yang tepat dan hati-hati.

Pemerintah desa kemudian mengambil langkah cepat dengan menghentikan sementara aktivitas pengeboran untuk menghindari risiko yang lebih besar. Keputusan tersebut diambil demi keselamatan pemilik sumur serta warga sekitar yang berpotensi terdampak jika terjadi hal tidak diinginkan.

Baca Juga :  Wabup Sumenep Resmi Tutup Rapat Kerja DPC PWRI Sumenep, Ini Harapannya....

Selain itu area sekitar lokasi juga diimbau untuk tidak didekati oleh masyarakat guna mencegah kemungkinan terjadinya kebakaran mendadak. Pihak desa juga berencana melakukan koordinasi dengan instansi terkait guna mengetahui jenis gas yang muncul dari dalam sumur tersebut.

Langkah ini penting dilakukan agar penanganan yang tepat dapat segera diterapkan sesuai dengan karakteristik gas yang ditemukan di lokasi. Dengan adanya penelitian lebih lanjut diharapkan dapat diketahui apakah gas tersebut memiliki potensi ekonomi atau justru berbahaya.

Warga pun diminta tetap tenang serta tidak melakukan tindakan yang dapat memperburuk situasi sebelum ada kepastian dari pihak berwenang. Fenomena ini menjadi perhatian karena menunjukkan adanya potensi sumber daya alam yang belum teridentifikasi secara maksimal sebelumnya.

Kejadian tersebut juga menjadi pengingat pentingnya kehati-hatian dalam aktivitas pengeboran terutama di wilayah yang belum pernah diuji sebelumnya.(Red)

Berita Terkait

Sumenep Bersiap Jadi Penopang Industri Kelapa Jatim,110.00 Bibit Bersertifikat Disediakan Untuk Dukung Hilirisasi
Gema Takbir Iduladha 1447 H di Pendopo Agung, Bupati Fauzi Doakan Jemaah Haji dan Kemajuan Sumenep
Ning Lia Temui Jamaah Haji Sumenep di Makkah, Titip Pesan Jaga Kesehatan Jelang Armuzna
Wabup Sumenep Tegaskan Harkitnas 2026 Jadi Momentum Bangkitkan Pendidikan dan Desa Mandiri
Mikaila Zahra Maghfira, Gadis Pembawa Cita Rasa Bangsa di Balik Khidmat Hardiknas-Harkitnas Sumenep
Angin Segar Pelestarian Tari Sintung: Camat Ambunten Beri Apresiasi Tinggi pada Generasi Muda
Bupati Sumenep Ajak PCNU Perkuat Dakwah Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat
Khidmat dan Penuh Haru, PCNU Sumenep Masa Khidmat 2026–2031 Resmi Dilantik di Al-Karimiyyah

Berita Terkait

Rabu, 27 Mei 2026 - 13:18 WIB

Sumenep Bersiap Jadi Penopang Industri Kelapa Jatim,110.00 Bibit Bersertifikat Disediakan Untuk Dukung Hilirisasi

Rabu, 27 Mei 2026 - 11:56 WIB

Gema Takbir Iduladha 1447 H di Pendopo Agung, Bupati Fauzi Doakan Jemaah Haji dan Kemajuan Sumenep

Senin, 25 Mei 2026 - 17:32 WIB

Ning Lia Temui Jamaah Haji Sumenep di Makkah, Titip Pesan Jaga Kesehatan Jelang Armuzna

Kamis, 21 Mei 2026 - 12:56 WIB

Wabup Sumenep Tegaskan Harkitnas 2026 Jadi Momentum Bangkitkan Pendidikan dan Desa Mandiri

Kamis, 21 Mei 2026 - 09:37 WIB

Mikaila Zahra Maghfira, Gadis Pembawa Cita Rasa Bangsa di Balik Khidmat Hardiknas-Harkitnas Sumenep

Senin, 18 Mei 2026 - 10:04 WIB

Angin Segar Pelestarian Tari Sintung: Camat Ambunten Beri Apresiasi Tinggi pada Generasi Muda

Minggu, 17 Mei 2026 - 07:44 WIB

Bupati Sumenep Ajak PCNU Perkuat Dakwah Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat

Sabtu, 16 Mei 2026 - 22:20 WIB

Khidmat dan Penuh Haru, PCNU Sumenep Masa Khidmat 2026–2031 Resmi Dilantik di Al-Karimiyyah

Berita Terbaru