DPRD Sumenep Desak BRIDA Lakukan Kajian Serius Atasi Banjir

- Pewarta

Rabu, 21 Mei 2025 - 15:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep, Salam News. Id – Anggota Komisi I DPRD Sumenep, Hairul Anwar, mendorong BRIDA melakukan riset mendalam terkait penyebab banjir yang mengkhawatirkan. Ia menilai peran BRIDA sangat strategis dalam memberikan masukan ilmiah kepada pemerintah daerah melalui kajian dan penelitian teknis.

“BRIDA itu memang strategis sekali untuk riset mendalam, juga memberi masukan ke Pemerintah Daerah,” ujar Hairul kepada Salam News. Menurutnya, penting untuk menyusun peta jalan penanganan banjir sebagai panduan kebijakan dan langkah konkret mengatasi bencana tahunan ini.

Pemerintah daerah, kata Hairul, perlu mengambil langkah serius dengan melibatkan riset ilmiah sejak dari perencanaan hingga implementasi kebijakan. Ia menyebut banjir bukan sekadar bencana alam musiman, melainkan hasil dari degradasi lingkungan dan lemahnya tata kelola air daerah.

Sudah saatnya pemerintah melakukan penelitian komprehensif terkait banjir agar penanganan dilakukan tepat, terukur, dan berkelanjutan dari hulu. “Itu harus loh. Sudah kewajiban BRIDA memberikan hasil riset ke Bupati,” tegas Hairul menyoroti pentingnya peran kelembagaan riset daerah.

Ia berharap hasil riset tersebut tidak hanya berhenti sebagai laporan, tetapi menjadi dasar kebijakan nyata yang dieksekusi pemerintah. “Jangan hanya jadi dokumen. Harus ada tindak lanjut nyata dalam bentuk kebijakan yang melibatkan banyak pihak,” tambahnya.

Baca Juga :  Wujudkan Pilkades Aman dan Kondusif, Kapolsek Rubaru cek Logistik dikantor Desa

Selain itu, Hairul menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor antara BRIDA, OPD teknis, dan masyarakat untuk solusi banjir jangka panjang. Kolaborasi itu, menurutnya, harus mencakup edukasi masyarakat, perbaikan drainase, hingga rehabilitasi daerah tangkapan air secara menyeluruh.

Sementara itu, Wakil Bupati Sumenep, KH. Imam Hasyim, menyatakan pemerintah akan membahas lebih lanjut usulan riset dari DPRD tersebut. “Untuk itu, kami akan diskusikan dulu,” ujarnya singkat ketika dimintai tanggapan soal permintaan riset banjir dari BRIDA oleh Hairul.

Wabup tidak menjelaskan lebih rinci kapan diskusi dilakukan, namun menyatakan terbuka terhadap masukan dari berbagai pihak. Diketahui, banjir melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Sumenep selama sepekan terakhir dan menyebabkan kerugian materiil cukup besar.

Beberapa titik terendam air hingga selutut orang dewasa, mengganggu aktivitas warga, serta merusak lahan pertanian dan infrastruktur jalan. Pemkab pun mendapat desakan dari warga dan aktivis lingkungan untuk segera menyiapkan solusi konkret yang bersifat jangka pendek dan panjang.

Penanganan jangka pendek meliputi normalisasi saluran air, pembersihan sungai, dan edukasi warga soal kebersihan lingkungan untuk cegah banjir. Sementara solusi jangka panjang harus berbasis riset, perencanaan tata ruang yang matang, serta perlindungan daerah resapan air secara berkelanjutan.

Baca Juga :  Kapolsek Rubaru Melaksanakan Vaksinasi Bersama FORPIMKA Dan Masyarakat

Pemerintah daerah didorong menganggarkan dana khusus riset dan pembangunan infrastruktur hijau guna mengurangi risiko banjir setiap musim hujan. Anggota dewan berharap banjir tidak dianggap rutinitas tahunan, melainkan bencana yang harus dicegah dengan kebijakan ilmiah dan tepat sasaran.

Mereka juga mendorong keterlibatan perguruan tinggi dan ahli lingkungan dalam setiap proses kajian maupun perencanaan kebijakan banjir daerah. Dengan adanya keterlibatan akademisi, maka data yang dikumpulkan akan lebih valid dan langkah kebijakan pun lebih sesuai kondisi lapangan.

Hairul mengingatkan bahwa tanpa riset yang kuat, penanganan banjir hanya bersifat reaktif dan tidak menyelesaikan akar persoalan sebenarnya. Ia pun mendesak agar BRIDA segera mengambil inisiatif menyusun rencana riset dan mempresentasikannya kepada Bupati dan DPRD.

Langkah tersebut diharapkan memulai proses perubahan besar dalam pola penanganan banjir di Kabupaten Sumenep secara sistematis dan berkelanjutan. Pemerintah daerah diharapkan segera merespons secara serius, mengingat dampak banjir yang merugikan berbagai sektor kehidupan masyarakat.

Masyarakat Sumenep pun menunggu komitmen nyata dari pemerintah untuk mengatasi banjir, bukan hanya pernyataan normatif di media massa.(*)

Berita Terkait

Disdukcapil Sumenep Siapkan Tiga Terobosan Layanan, Pemutakhiran Data hingga Aktivasi IKD
Disperkimhub Sumenep Targetkan 118 Titik PJU Baru, Pemeliharaan Lampu Tertutup Pohon Jadi Sorotan
Pemkab Sumenep dan Polresta Siapkan Penertiban Parkir serta Jam Operasional Truk
DLH Sumenep Perketat Pengawasan Sampah dan Limbah Cair SPPG, Puluhan Lokasi Diperiksa
Istighasah 1.000 Warga Madura di Yogyakarta, KMY Desak Polisi Hentikan Proses Hukum Pengurus Paguyuban
Tim Kota Sumenep Tumbangkan AF Sport Batuan 3-1 pada Laga Pembuka Turnamen U-17
Potensi 180 Pesawat N219, Peluang Indonesia Memperkuat Industri Dirgantara
23 Tim SD Adu Kemampuan, Sumenep Mulai Bangun Regenerasi Pesepak Bola Muda

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:14 WIB

Disdukcapil Sumenep Siapkan Tiga Terobosan Layanan, Pemutakhiran Data hingga Aktivasi IKD

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:43 WIB

Disperkimhub Sumenep Targetkan 118 Titik PJU Baru, Pemeliharaan Lampu Tertutup Pohon Jadi Sorotan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:21 WIB

Pemkab Sumenep dan Polresta Siapkan Penertiban Parkir serta Jam Operasional Truk

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:49 WIB

DLH Sumenep Perketat Pengawasan Sampah dan Limbah Cair SPPG, Puluhan Lokasi Diperiksa

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:42 WIB

Istighasah 1.000 Warga Madura di Yogyakarta, KMY Desak Polisi Hentikan Proses Hukum Pengurus Paguyuban

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 17:39 WIB

Tim Kota Sumenep Tumbangkan AF Sport Batuan 3-1 pada Laga Pembuka Turnamen U-17

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:24 WIB

Potensi 180 Pesawat N219, Peluang Indonesia Memperkuat Industri Dirgantara

Jumat, 2 Oktober 2026 - 22:11 WIB

23 Tim SD Adu Kemampuan, Sumenep Mulai Bangun Regenerasi Pesepak Bola Muda

Berita Terbaru