Artikel, Salam News. Id – Doa setelah shalat wajib memiliki kedudukan penting dalam kehidupan seorang muslim karena menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah setiap hari. Ulama menjelaskan bahwa membaca doa dan dzikir setelah shalat dianjurkan dilakukan dengan penuh kekhusyukan, ketenangan, serta menghadirkan hati mengingat Allah.
Salah satu pembahasan penting berkaitan doa setelah shalat ialah mengenai bacaan yang dikeraskan atau dilantangkan setelah salam selesai. Dalam beberapa riwayat hadis dijelaskan bahwa para sahabat Nabi mendengar dzikir dan doa setelah shalat dengan suara cukup terdengar jelas.
Keterangan tersebut menjadi dasar sebagian ulama memperbolehkan melantangkan doa dan dzikir setelah pelaksanaan shalat wajib secara bersama-sama tertentu. Dalil terkenal mengenai hal tersebut terdapat dalam hadis sahih riwayat Imam al-Bukhari dari sahabat mulia Abdullah bin Abbas radhiyallahu anhuma.

Ibnu Abbas menjelaskan bahwa mengangkat suara ketika berdzikir setelah manusia menyelesaikan shalat wajib merupakan kebiasaan pada masa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Hadis tersebut memberikan penjelasan bahwa dzikir dan doa sesudah shalat pernah dilakukan dengan suara terdengar sehingga diketahui para sahabat lainnya.
Banyak ulama memahami bahwa melantangkan dzikir setelah shalat memiliki tujuan pendidikan agar jamaah mempelajari bacaan-bacaan yang dianjurkan Rasulullah secara benar. Melalui suara yang terdengar, masyarakat awam lebih mudah menghafal dzikir serta doa sehingga tradisi ibadah tetap terjaga lintas generasi umat Islam.
Keterangan tentang kebolehan melantangkan doa juga dijelaskan Syekh Muhammad ibn Salih al-Uthaymeen dalam kumpulan fatwa dan surat-surat beliau terkenal. Beliau menyebutkan bahwa doa-doa dianjurkan setelah shalat wajib boleh dibaca dengan lantang sebagaimana tercantum dalam hadis sahih riwayat al-Bukhari tersebut.
Fatwa tersebut terdapat dalam kitab Majmu’ Fatawa wa Rasail Fadhilatusy Syaikh Muhammad ibn Shalih al-Utsaimin jilid ketiga belas halaman duaratus empatpuluhempat. Dalam penjelasannya, Syekh al-Utsaimin menegaskan bahwa mengangkat suara setelah shalat pernah menjadi kebiasaan umat Islam pada masa Rasulullah dahulu.
Namun demikian, para ulama juga mengingatkan bahwa melantangkan doa tidak boleh sampai mengganggu orang lain yang sedang berdzikir ataupun shalat sunnah. Karena itu, adab serta keseimbangan tetap diperlukan agar pelaksanaan dzikir berjamaah berlangsung tertib, nyaman, dan tidak menimbulkan perselisihan antarjamaah masjid.
Sebagian ulama berpendapat bahwa melantangkan doa dilakukan sesekali sebagai sarana pengajaran terutama ketika masyarakat belum memahami bacaan dzikir secara baik. Pendapat tersebut menunjukkan adanya keluasan dalam syariat Islam selama praktik ibadah masih memiliki dasar dari hadis dan penjelasan para ulama terpercaya.
Di berbagai daerah kaum muslimin, tradisi membaca doa bersama setelah shalat wajib telah menjadi kebiasaan yang diwariskan para ulama terdahulu secara turuntemurun. Tradisi tersebut bukan sekadar kebiasaan sosial, melainkan juga bentuk menjaga semangat kebersamaan serta memperkuat hubungan spiritual antarjamaah dalam kehidupan seharihari.
Ketika imam memimpin doa dengan suara lantang, para makmum dapat mengikuti bacaan sambil mengaminkan harapan serta permohonan kepada Allah SWT bersama. Kegiatan itu sering menghadirkan suasana religius yang menenangkan hati sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah di lingkungan masyarakat sekitar masjid maupun mushalla.
Walaupun demikian, umat Islam hendaknya tetap saling menghormati perbedaan pandangan fiqih mengenai cara membaca doa setelah shalat wajib berjamaah tersebut. Perbedaan pendapat ulama dalam masalah cabang ibadah merupakan hal biasa selama masing-masing memiliki landasan dalil serta argumentasi ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan.
Sikap bijaksana sangat diperlukan agar persoalan doa setelah shalat tidak berubah menjadi sebab pertengkaran ataupun perpecahan sesama umat Islam di masyarakat. Tujuan utama dzikir dan doa setelah shalat ialah mengingat Allah, memohon ampunan, serta memperkuat ketakwaan dalam menjalani kehidupan seharihari penuh tantangan.
Karena itu, setiap muslim hendaknya lebih mengutamakan keikhlasan hati dibanding memperdebatkan persoalan teknis yang sebenarnya masih berada dalam ruang perbedaan ulama. Dengan memahami hadis Ibnu Abbas dan penjelasan para ulama, umat Islam dapat mengambil pelajaran mengenai pentingnya menjaga adab berdzikir setelah shalat wajib.
Semoga kaum muslimin senantiasa diberikan kemudahan mengamalkan sunnah Rasulullah dengan penuh hikmah, keseimbangan, serta semangat menjaga persatuan umat sepanjang masa.(Red)
Refrensi Kajian,
الأذكار التي يرفع الإنسان بها صوته بعد المكتوبة كل ذكر يشرع بعد الصلاة لما ثبت في صحيح البخاري من حديث ابن عباس رضي الله عنهما قال : كان رفع الصوت بالذكر حين ينصرف الناس من المكتوبة على عهد النبي صلى الله عليه وسلم (مجموع فتاوى ورسائل فضيلة الشيخ محمد بن صالح العثيمين – الجزء : ١٣ -الصحيفة : ٢٤٤) دار الوطن – دار الثريا











