Notice: Fungsi WP_Styles::add ditulis secara tidak benar. Style dengan penangan "thickbox" telah dimasukkan ke dalam antrian dengan dependensi yang tidak terdaftar: dashicons. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.9.1.) in /home/saly4638/public_html/wp-includes/functions.php on line 6131

Tradisi Jabat Tangan Selepas Salat Jadi Sorotan, Ulama Beri Penjelasan Bijak

- Pewarta

Jumat, 15 Mei 2026 - 10:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh : Ustad Moh. Junaidi Rahman

Artikel, Salam News. Id – Pembahasan mengenai berjabat tangan setelah salat kembali menarik perhatian umat Islam karena kebiasaan tersebut berlangsung luas berbagai daerah hingga kini. Sebagian masyarakat menganggap berjabat tangan sesudah salat merupakan tradisi baik untuk mempererat persaudaraan sekaligus menunjukkan penghormatan antarsesama muslim setiap hari.

Namun sejumlah ulama menjelaskan bahwa kebiasaan tersebut tidak memiliki landasan khusus berasal langsung daripada tuntunan Rasulullah Muhammad yang mulia dahulu. Dalam sebuah fatwa terkenal Syekh Muhammad ibn Salih alUthaymeen menjelaskan pandangannya mengenai kebiasaan berjabat tangan selepas salat berjamaah kepada masyarakat.

Ucapan KPU-HPN 2025

Beliau menerangkan dirinya tidak mengetahui dalil khusus daripada Sunnah maupun praktik Sahabat mengenai kebiasaan berjabat tangan tersebut setelah salat berjamaah. Penjelasan tersebut menunjukkan pentingnya kehatihatian umat Islam ketika menjalankan amalan ibadah agar tidak dianggap kewajiban agama mutlak oleh masyarakat luas.

Meski demikian Syekh alUthaymeen tetap memberikan ruang toleransi terhadap masyarakat yang melakukan kebiasaan tersebut demi menjaga keharmonisan bersama antarjamaah masjid. Beliau menegaskan jabat tangan selepas salat diperbolehkan apabila dilakukan sekadar ungkapan kasih sayang tanpa keyakinan kewajiban ibadah tertentu dalam syariat.

Pandangan tersebut memperlihatkan pendekatan moderat ulama terhadap tradisi masyarakat selama tidak bertentangan dengan prinsip utama ajaran Islam yang benar sepenuhnya. Sebagian jamaah masjid merasa berjabat tangan setelah salat mampu menciptakan suasana akrab sekaligus memperkuat hubungan persaudaraan keagamaan antarwarga setiap hari.

Tradisi tersebut bahkan berkembang menjadi kebiasaan umum pada banyak daerah muslim terutama lingkungan pesantren serta komunitas perkampungan religius di Indonesia. Walaupun demikian para ulama tetap mengingatkan masyarakat supaya membedakan antara amalan budaya sosial dengan tuntunan ibadah bersumber syariat Islam asli.

Pemisahan tersebut dianggap penting agar umat tidak mudah menganggap suatu kebiasaan sebagai kewajiban agama tanpa dasar jelas sama sekali apapun. Dalam sejarah Islam para Sahabat dikenal sangat berhatihati menjalankan ibadah serta menghindari tambahan amalan tanpa contoh Rasulullah dahulu secara langsung.

Baca Juga :  Ekonomi Internasional dan Pertarungan Ekonomi Global: Perspektif Nurul Aini

Karena itulah sebagian ulama memandang perlunya penjelasan berkelanjutan mengenai tradisi berjabat tangan setelah salat berjamaah kepada masyarakat muslim masa kini. Penjelasan ulama diharapkan mampu mencegah munculnya perdebatan tajam antara kelompok masyarakat yang berbeda pandangan mengenai tradisi tersebut dalam kehidupan seharihari.

Sikap saling menghormati tetap diperlukan supaya ukhuwah Islamiyah terjaga meskipun terdapat perbedaan pendapat berkaitan praktik keagamaan seharihari antarumat muslim seluruhnya. Sebagian tokoh agama juga menekankan pentingnya mengutamakan akhlak lembut ketika memberikan nasihat mengenai persoalan khilafiyah kepada masyarakat muslim berbagai kalangan.

Pendekatan santun dinilai lebih efektif menjaga persatuan umat dibandingkan penyampaian keras yang berpotensi memunculkan permusuhan berkepanjangan antarjamaah di lingkungan masjid. Fatwa Syekh alUthaymeen akhirnya menjadi rujukan penting bagi sebagian masyarakat muslim memahami persoalan jabat tangan selepas salat berjamaah secara bijaksana.

Melalui pandangan tersebut umat diajak memahami bahwa tradisi sosial dapat diterima selama tidak diyakini bagian kewajiban ibadah mutlak dalam agama. Selain itu masyarakat dianjurkan terus mempelajari ilmu agama melalui bimbingan ulama terpercaya agar pemahaman ibadah semakin benar mendalam serta bijaksana.

Kajian mengenai tradisi berjabat tangan selepas salat menunjukkan luasnya khazanah pemikiran ulama dalam menyikapi kebiasaan sosial masyarakat muslim secara proporsional. Perbedaan pandangan sebenarnya tidak semestinya menyebabkan perpecahan selama masingmasing pihak tetap menjaga adab berdiskusi serta menghormati sesama umat Islam lainnya.

Dengan memahami penjelasan ulama secara bijaksana masyarakat diharapkan mampu menjalankan tradisi keagamaan secara damai serta penuh penghormatan kepada seluruh jamaah.

Dalam  kitab yang lain di jelaskan “namun, hal itu tidak mengapa, karena pada dasarnya berjabat tangan merupakan sunnah. Pembatasannya setelah salat Subuh dan Asar hanyalah kebiasaan yang terjadi pada masa beliau. Jika tidak demikian, maka setelah seluruh salat juga berlaku hal yang sama. Pendapat yang lebih kuat menurut ulama Hanafiyah adalah bolehnya berjabat tangan secara mutlak, meskipun setelah salat. Sebagian ulama Hanafiyah memang memakruhkan berjabat tangan setelah salat.”

Baca Juga :  Jalan Menuju Kemuliaan: Kedermawanan, Ilmu, dan Cinta Akhirat

Sumber: Al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu jilid 4 halaman 2660.

Imam Imam An-Nawawi berkata dalam kitab Al-Adzkar:

“Ketahuilah bahwa berjabat tangan itu disunnahkan setiap kali bertemu. Adapun kebiasaan sebagian manusia berjabat tangan setelah salat Subuh dan Asar, maka hal itu tidak memiliki dasar dalam syariat dengan bentuk seperti itu.” (Red)

Refrensi Kajian,
وسئل فضيلة الشيخ عن حكم المصافحة في المسجد حيث اعتاد كثير من الناس ذلك بعد الصلاة؟ فأجاب فضيلته قائلا هذه المصافحة لا أعلم لها أصلا من السنة أو من فعل الصحابة رضي الله عنهم، ولكن الإنسان إذا فعلها بعد الصلاة لا على سبيل أنها مشروعة ولكن على سبيل التأليف والمودة فأرجو أن لا يكون بهذا بأس لأن الناس اعتادوا ذلك مجموع فتاوى ورسائل فضيلة الشيخ محمد بن صالح
العثيمين – الجزء : ۱۳ – الصحيفة : ۲۸۷) دار الوطن – دار الثري
ولكن لا بأس به، فإن أصل المصافحة سنة، وتقييدها بما بعد الصبح والعصر عادة كانت في زمانه، وإلا فعقب الصلوات كلها كذلك. والراجح عند الحنفية جواز المصافحة مطلقاً ولو بعد الصلوات. وكره بعض الحنفية المصافحة بعد الصلاة. الفقه الاسلامى وأدلته. ٢٦٦٠/٤-
قال النووي في الأذكار: اعلم أن المصافحة مستحبة عند كل لقاء، وأما ما اعتاده الناس من المصافحة بعد صلاة الصبح والعصر، فلا أصل له في الشرع على هذا الوجه

Berita Terkait

Qunut Subuh antara Sunnah dan Perbedaan Ijtihad, Ini Dasar Hadisnya
LF PBNU Rilis Hisab Hilal Dzulhijjah 1447 H, Peluang Idul Adha Akhir Mei Semakin Kuat
Wabup Imam Hasyim Lepas Jamaah Haji Sumenep, Ribuan Keluarga Padati GOR Pangligur
Pemkab Sumenep Lepas Jemaah Haji 2026, Kesehatan Jadi Prioritas Utama Selama Beribadah
Jangan Ambil Keputusan Sendiri, Pesan Nabi tentang Pentingnya Konsultasi Pada Ulama
Jejak Sejarah Tarawih Dari Nabi, Umar bin Khattab, hingga Perbedaan Umat
Keutamaan Zikir dan Doa di Hari Jumat Jalan Menuju Keberkahan Hidup
Resmi! Prof. Abd Halim Soebahar Nahkodai MUI Jawa Timur 2025–2030 Usai Rapat Paripurna

Berita Terkait

Jumat, 15 Mei 2026 - 10:32 WIB

Tradisi Jabat Tangan Selepas Salat Jadi Sorotan, Ulama Beri Penjelasan Bijak

Jumat, 15 Mei 2026 - 09:14 WIB

Qunut Subuh antara Sunnah dan Perbedaan Ijtihad, Ini Dasar Hadisnya

Kamis, 14 Mei 2026 - 10:29 WIB

LF PBNU Rilis Hisab Hilal Dzulhijjah 1447 H, Peluang Idul Adha Akhir Mei Semakin Kuat

Senin, 11 Mei 2026 - 21:15 WIB

Wabup Imam Hasyim Lepas Jamaah Haji Sumenep, Ribuan Keluarga Padati GOR Pangligur

Kamis, 7 Mei 2026 - 18:25 WIB

Pemkab Sumenep Lepas Jemaah Haji 2026, Kesehatan Jadi Prioritas Utama Selama Beribadah

Selasa, 5 Mei 2026 - 20:49 WIB

Jangan Ambil Keputusan Sendiri, Pesan Nabi tentang Pentingnya Konsultasi Pada Ulama

Jumat, 1 Mei 2026 - 09:28 WIB

Jejak Sejarah Tarawih Dari Nabi, Umar bin Khattab, hingga Perbedaan Umat

Jumat, 24 April 2026 - 19:36 WIB

Keutamaan Zikir dan Doa di Hari Jumat Jalan Menuju Keberkahan Hidup

Berita Terbaru