Sumenep, Salam News. Id – Pemerintah Kabupaten Sumenep terus memperkuat sektor pertanian melalui berbagai program strategis guna meningkatkan produktivitas petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah. Salah satu langkah nyata dilakukan melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) dengan mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,9 miliar untuk pengadaan alat dan mesin pertanian.
Program pengadaan alat dan mesin pertanian atau alsintan tersebut direncanakan dilaksanakan sepanjang tahun anggaran 2026 sebagai bagian percepatan modernisasi pertanian daerah. Kebijakan tersebut sekaligus menjadi bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten Sumenep terhadap program swasembada pangan nasional yang terus didorong pemerintah pusat secara berkelanjutan.
Pemanfaatan teknologi pertanian modern dinilai mampu meningkatkan efisiensi kerja petani, mempercepat proses budidaya, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap tenaga kerja manual. Selain itu, penggunaan alsintan juga diharapkan dapat meningkatkan hasil panen sehingga pendapatan petani semakin bertambah dan kesejahteraan masyarakat pedesaan ikut meningkat.

Berdasarkan data yang tercantum dalam Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan atau Sirup Inaproc, pengadaan alsintan dibagi menjadi dua paket pekerjaan berbeda. Paket pertama memiliki nilai anggaran sebesar Rp525 juta, sedangkan paket kedua mencapai Rp1,452 miliar sehingga total anggaran keseluruhan mencapai Rp1,9 miliar.
Pembagian paket tersebut dilakukan untuk mempermudah pelaksanaan pengadaan sekaligus memastikan seluruh proses berjalan sesuai ketentuan pengelolaan keuangan pemerintah yang berlaku. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Sumenep, Chainur Rasyid, mengatakan seluruh pengadaan dilaksanakan melalui sistem elektronik menggunakan mekanisme e-katalog pemerintah.
Menurutnya, penggunaan sistem e-katalog menjadi langkah penting untuk memastikan proses pengadaan berlangsung transparan, efisien, akuntabel, serta sesuai regulasi yang telah ditetapkan pemerintah. Ia menjelaskan anggaran sebesar Rp1,9 miliar tersebut sepenuhnya digunakan membeli berbagai jenis alat dan mesin pertanian yang dibutuhkan kelompok tani penerima bantuan.
Setelah seluruh proses pengadaan selesai, alsintan tersebut akan dihibahkan kepada kelompok tani yang tersebar di berbagai kecamatan sesuai hasil verifikasi pemerintah daerah. Chainur Rasyid menegaskan bantuan alsintan bukan sekadar penyaluran peralatan, melainkan investasi pemerintah dalam meningkatkan produktivitas pertanian dan daya saing petani Kabupaten Sumenep.
Pria yang akrab disapa Inung itu berharap keberadaan alsintan mampu mempercepat proses pengolahan lahan sehingga waktu tanam menjadi lebih efektif setiap musim. Selain mempercepat pekerjaan, penggunaan alat pertanian modern juga diyakini dapat mengurangi biaya operasional petani karena kebutuhan tenaga kerja menjadi lebih efisien.
Efisiensi biaya tersebut diharapkan memberikan keuntungan lebih besar kepada petani sehingga mereka memiliki kemampuan meningkatkan kualitas produksi pertanian secara berkelanjutan setiap tahun. Program bantuan alsintan itu juga merupakan tindak lanjut dari berbagai aspirasi masyarakat yang sebelumnya disampaikan melalui anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Sumenep.
Usulan tersebut kemudian dibahas bersama pemerintah daerah sebagai bentuk komitmen memperkuat sektor pertanian yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat pedesaan. Saat ini proses pengadaan telah memasuki tahapan lelang sesuai mekanisme yang berlaku sehingga pelaksanaan program diharapkan berjalan tepat waktu sesuai jadwal pemerintah.
DKPP menargetkan seluruh alat dan mesin pertanian dapat disalurkan kepada kelompok tani penerima manfaat mulai Agustus 2026 setelah seluruh administrasi dinyatakan selesai. Sebelum bantuan diserahkan, pemerintah memastikan setiap kelompok tani telah memenuhi seluruh persyaratan administrasi serta lolos proses verifikasi sesuai ketentuan yang berlaku.
Melalui program pengadaan alsintan tersebut, Pemerintah Kabupaten Sumenep optimistis modernisasi pertanian semakin berkembang, produktivitas meningkat, ketahanan pangan semakin kuat, serta kesejahteraan petani terus mengalami peningkatan.(*/Red)











