Sumenep, Salam News. Id – Pemerintah Kabupaten Sumenep terus memperkuat pendampingan bagi petani garam melalui kolaborasi lintas tingkat demi peningkatan kesejahteraan mereka secara berkelanjutan. Program ini melibatkan sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah provinsi, hingga pemerintah pusat guna mendukung produktivitas petani garam secara optimal.
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menegaskan bahwa sinergi menjadi kunci utama dalam meningkatkan produksi serta kualitas garam nasional berdaya saing tinggi. Menurutnya, langkah tersebut bukan hal baru karena sejak tahun 2011 telah berjalan program strategis bernama PUGAR secara konsisten.
Program Pengembangan Usaha Garam Rakyat dinilai sangat penting untuk membantu petani meningkatkan kualitas hasil panen serta memperluas akses pasar garam. Pendampingan petani garam tidak hanya dilakukan oleh pemerintah daerah, tetapi juga melibatkan dukungan aktif dari pemerintah provinsi dan pusat.

Hal tersebut disampaikan Bupati Fauzi saat mengikuti dialog khusus mengenai swasembada garam yang diselenggarakan oleh JTV pada awal pekan lalu. Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor guna menjawab tantangan produksi garam nasional yang semakin kompleks.
Program PUGAR dijalankan melalui pendekatan kelompok petani agar proses produksi lebih terorganisir dan kualitas garam memenuhi standar nasional berlaku. Pendekatan kelompok dinilai mampu meningkatkan koordinasi antarpetani serta mempercepat distribusi bantuan dari pemerintah kepada para petani secara merata.
Salah satu bentuk dukungan konkret pemerintah adalah pemberian bantuan geomembran yang diberikan secara bersama oleh pemerintah pusat dan daerah. Bantuan tersebut menjadi solusi penting dalam meningkatkan kualitas produksi garam karena mampu menjaga kebersihan serta mempercepat proses penguapan air laut.
Teknologi geomembran memiliki peran vital dalam proses produksi karena mampu menghasilkan garam dengan tingkat kemurnian lebih tinggi dibanding metode tradisional. Selain itu, penggunaan teknologi tersebut membantu petani mengurangi risiko kegagalan panen akibat kondisi lahan yang kurang mendukung produksi maksimal.
Bupati Fauzi menegaskan bahwa sektor garam memiliki keterkaitan erat dengan kepentingan nasional terutama dalam menjaga ketahanan pangan secara berkelanjutan. Namun demikian, tantangan terbesar yang dihadapi petani garam saat ini masih berasal dari faktor alam seperti perubahan cuaca ekstrem.
Curah hujan yang tinggi dan berkepanjangan dapat menghambat proses produksi garam sehingga berdampak langsung terhadap pendapatan para petani setempat. Karena itu, pemerintah terus berupaya memberikan bantuan serta pemberdayaan kepada petani agar mampu bertahan menghadapi berbagai tantangan tersebut.
Pendampingan dilakukan secara berkelompok karena dinilai lebih efektif dalam meningkatkan efisiensi program serta memperkuat solidaritas antarpetani garam daerah. Melalui pendekatan ini, distribusi bantuan menjadi lebih tepat sasaran serta memudahkan pengawasan dalam pelaksanaan program pemerintah di lapangan.
Terkait hubungan dengan PT Garam, Bupati Fauzi memastikan bahwa kerja sama yang terjalin saat ini berjalan dengan baik. Mayoritas petani garam di Sumenep diketahui mengelola lahan milik PT Garam maupun lahan pribadi secara mandiri dan produktif.
Interaksi antara petani dan PT Garam tetap terjalin secara alami sehingga mendukung keberlanjutan produksi garam di wilayah tersebut. Pemerintah daerah juga berperan aktif memfasilitasi komunikasi antara petani dan pihak terkait terutama dalam menentukan harga jual garam. Kerja sama ini penting agar petani tidak mengalami kerugian serta memastikan harga garam tetap stabil sesuai standar nasional berlaku.(Red)











