Notice: Fungsi WP_Styles::add ditulis secara tidak benar. Style dengan penangan "thickbox" telah dimasukkan ke dalam antrian dengan dependensi yang tidak terdaftar: dashicons. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.9.1.) in /home/saly4638/public_html/wp-includes/functions.php on line 6170

Doa Bersama di Pendopo Agung: Menyatukan Hati, Menguatkan Neger

- Pewarta

Selasa, 2 September 2025 - 17:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep, Salam News. Id – Malam hening di Pendopo Agung Keraton Sumenep berubah sakral, dipenuhi doa ratusan jamaah dari berbagai kalangan masyarakat Sumenep. Doa bersama itu dilaksanakan pada Selasa pagi (2/9/2025), menjadi simbol kekhusyukan dan harapan akan keselamatan bangsa Indonesia.

Rangkaian kegiatan ini digagas oleh Pemerintah Kabupaten Sumenep sebagai bagian dari ikhtiar spiritual dan wujud kepedulian sosial bersama. Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, hadir memimpin langsung acara, didampingi Wakil Bupati KH. Imam Hasyim dan tokoh penting lainnya.

Plt. Sekretaris Daerah Kabupaten Sumenep turut hadir bersama KH. Abuya Busyro Karim, mantan bupati dua periode yang kharismatik. Selain jajaran pemimpin daerah, hadir pula Forkopimda, pimpinan OPD, ulama, TP PKK, GOW, serta sejumlah tamu kehormatan lainnya.

Ucapan KPU-HPN 2025

Kehadiran berbagai elemen masyarakat ini menjadikan kegiatan doa bersama terasa bermakna dan memiliki bobot spiritual serta sosial tinggi. Dalam sambutannya, Bupati Achmad Fauzi menyampaikan bahwa doa bersama ini bukan seremoni biasa, melainkan panggilan hati seluruh umat.

Ia menekankan pentingnya spiritualitas dalam kehidupan berbangsa, serta menjadikan kegiatan ini bentuk tanggung jawab moral umat beragama. “Doa ini menjadi ikhtiar bersama agar negeri ini terhindar dari bencana, perpecahan, dan potensi konflik yang bisa terjadi,” ujarnya.

Baca Juga :  PPK Rubaru Telah Distribusikan 625 Kotak Suara

Masyarakat yang hadir larut dalam lantunan doa dengan khusyuk, meneteskan air mata dalam suasana haru penuh makna kebersamaan spiritual. Tidak hanya dari kalangan pejabat, masyarakat biasa pun merasakan kekuatan spiritual dari doa-doa yang dipanjatkan dalam kegiatan ini.

Acara ini menjadi momen langka, menyatukan pejabat, ulama, dan warga dalam satu irama harapan demi kebaikan bersama seluruh bangsa. Kegiatan tersebut juga menampilkan sisi kemanusiaan melalui penyerahan bantuan sosial oleh BAZNAS Kabupaten Sumenep kepada ojol.

Bantuan itu menjadi simbol kepedulian sosial dan bentuk nyata solidaritas pemerintah terhadap masyarakat kecil yang membutuhkan perhatian. Bupati Fauzi menekankan pentingnya menjadikan doa bersama ini sebagai tradisi sosial dan spiritual yang terus dijalankan masyarakat Sumenep.

Menurutnya, doa adalah perekat silaturahmi dan pemupuk semangat persaudaraan untuk menjaga daerah tetap damai, sejuk, serta tenteram. Ia berharap kegiatan semacam ini tidak hanya muncul saat krisis, tetapi tumbuh menjadi budaya yang menguatkan kohesi sosial daerah.

Baca Juga :  Ahmad Nawardi (Anggota MPR RI) Serap Aspirasi Tentang Amandemen Konstitusi UUD NRI 1945.

Tradisi spiritual seperti ini dinilai mampu menciptakan ketenangan batin dan memperkuat fondasi sosial masyarakat dalam menghadapi zaman. Dengan hadirnya tokoh agama dan tokoh masyarakat, doa bersama ini menjadi ajang memperkuat hubungan antara rakyat dan pemerintah daerah.

Pesan yang ditegaskan dari kegiatan ini adalah pentingnya spiritualitas, solidaritas sosial, dan kebersamaan menjaga keutuhan NKRI tercinta. Melalui doa, masyarakat Sumenep diajak menjaga nilai-nilai persatuan, memperkuat solidaritas, dan bersama membangun bangsa yang beradab.

Bupati juga menyebut bahwa kekuatan doa bisa menjadi pengikat moral, menjadi penuntun langkah bijak pemimpin dan masyarakat dalam kehidupan. Masyarakat diharapkan terus menjaga semangat kebersamaan, menjadikan nilai spiritual sebagai pilar utama dalam membangun Sumenep dan bangsa.

Dengan demikian, doa bersama ini menjadi momentum penting meneguhkan persaudaraan, menyalakan harapan, serta memperkuat komitmen kebangsaan bersama.(*/Red)

Berita Terkait

DPRD Apresiasi Pemkab Sumenep Pertahankan WTP Kesembilan Berturut-turut
Ning Lia Temui Jamaah Haji Sumenep di Makkah, Titip Pesan Jaga Kesehatan Jelang Armuzna
Pemkab Sumenep Gratiskan Mudik Idul Adha 2026, DBS Sumekar III Layani Rute Kangean-Sapeken
Doa Setelah Shalat Wajib Boleh Dilantangkan? Simak Penjelasan Ulama dan Hadis Sahih
Hasil Hisab UIN Walisongo: Awal Dzulhijjah 1447 H Diperkirakan Jatuh 18 Mei 2026
Khidmat dan Penuh Haru, PCNU Sumenep Masa Khidmat 2026–2031 Resmi Dilantik di Al-Karimiyyah
Lima Jabatan Penting Masih Dijabat Plt, Pemkab Sumenep Pastikan Proses Tetap Berjalan
BKPSDM Sumenep Pastikan Honorer dan Sukarela Berakhir, Kini Hanya Ada PNS dan PPPK

Berita Terkait

Rabu, 27 Mei 2026 - 06:12 WIB

DPRD Apresiasi Pemkab Sumenep Pertahankan WTP Kesembilan Berturut-turut

Senin, 25 Mei 2026 - 17:32 WIB

Ning Lia Temui Jamaah Haji Sumenep di Makkah, Titip Pesan Jaga Kesehatan Jelang Armuzna

Senin, 25 Mei 2026 - 11:04 WIB

Pemkab Sumenep Gratiskan Mudik Idul Adha 2026, DBS Sumekar III Layani Rute Kangean-Sapeken

Selasa, 19 Mei 2026 - 12:24 WIB

Doa Setelah Shalat Wajib Boleh Dilantangkan? Simak Penjelasan Ulama dan Hadis Sahih

Senin, 18 Mei 2026 - 11:22 WIB

Hasil Hisab UIN Walisongo: Awal Dzulhijjah 1447 H Diperkirakan Jatuh 18 Mei 2026

Sabtu, 16 Mei 2026 - 22:20 WIB

Khidmat dan Penuh Haru, PCNU Sumenep Masa Khidmat 2026–2031 Resmi Dilantik di Al-Karimiyyah

Kamis, 14 Mei 2026 - 19:57 WIB

Lima Jabatan Penting Masih Dijabat Plt, Pemkab Sumenep Pastikan Proses Tetap Berjalan

Kamis, 14 Mei 2026 - 10:06 WIB

BKPSDM Sumenep Pastikan Honorer dan Sukarela Berakhir, Kini Hanya Ada PNS dan PPPK

Berita Terbaru