Notice: Fungsi WP_Styles::add ditulis secara tidak benar. The style with the handle "thickbox" was enqueued with dependencies that are not registered: dashicons. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.9.1.) in /home/saly4638/public_html/wp-includes/functions.php on line 6131

Dua Pelukis, Satu Visi: Sumenep Meretas Jalan di Dunia Seni Rupa

- Pewarta

Rabu, 11 Juni 2025 - 16:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Yokyakarta, Salam News. Id – salah satu kabupaten di Pulau Madura, Jawa Timur, mulai menunjukkan geliatnya dalam dunia seni rupa nasional Indonesia. Meski belum dikenal luas sebagai pusat seni rupa, Sumenep pernah menggelar pameran 128 karya lukis pada 7 Februari 2025.

Pameran tersebut diselenggarakan oleh kelompok perupa lokal bernama KLUPS dan mengambil tempat di Pendopo Keraton Sumenep yang bersejarah. KLUPS sendiri merupakan komunitas seni rupa Sumenep yang aktif mengangkat potensi seniman lokal agar dikenal lebih luas secara nasional.

Salah satu anggotanya, Taufik Rahman, pernah menorehkan prestasi dengan meraih The Best Art of The Year di Hongkong pada 2017. Penghargaan bergengsi tersebut diberikan oleh World Contemporary Artist (WCA), dan menjadi tonggak penting bagi seni rupa Sumenep.

Ucapan KPU-HPN 2025

Hingga kini, kegiatan seni rupa di Sumenep masih terus berlanjut dengan dukungan para perupa yang berkomitmen kuat. Salah satunya adalah pameran “Berdua Kita Utuh” oleh dua pelukis lokal, Sumantri Hotsu dan Tamar Saraseh, diadakan 12-19 Juni 2025.

Baca Juga :  Parade Jaran Serek Warnai Puncak Perayaan HUT ke-80 RI di Desa Mandala

Pameran ini diselenggarakan di Hotel Suramadu, Kota Sumenep, dengan tema besar kehidupan sehari-hari dan kebudayaan Madura. Kedua pelukis menampilkan gaya dan pendekatan visual yang berbeda namun saling melengkapi dalam narasi artistik mereka.

Sumantri Hotsu, 60 tahun, mengedepankan gaya semi-abstrak dengan subject matter yang masih dikenali, dihiasi elemen dekoratif cerah. Karyanya terinspirasi dari tradisi Madura, seperti lukisan pria berikat kepala duduk dengan keris di tangan dalam dominan biru.

Lukisan lain menggambarkan dua sapi dipacu pria di belakangnya, serta tiga perempuan dalam busana adat: penuh warna dan makna. Sumantri juga menampilkan citraan perempuan berlipstik merah, perahu kosong di laut, dan bentuk ikan dalam kanvas tunggalnya.

Eksplorasinya seringkali fokus pada satu objek utama, memberi kesan sederhana namun sarat simbol dan kedekatan budaya lokal. Berbeda dengan Sumantri, Tamar Saraseh menampilkan dunia surealis dalam lukisan berlapis dan penuh suasana magis nan gelap.

Tamar, lulusan seni rupa IKIP Malang, mengeksplorasi bentuk yang melayang dalam ruang mistis penuh simbol spiritual dan sosial. Salah satu karyanya menampilkan pria tradisional memegang wanita di atas kuda, dengan latar permukiman dalam warna gelap pekat.

Baca Juga :  Pondok Pesantren Nurud Dhalam Tutup Kegiatan Ramadhan dengan Istighasah Mozaik Lilin

Dalam “Reka Sapi”, seekor sapi besar berlapis elemen: pohon, rumah, puting susu, dan ember, mengandung narasi kompleks agraria. “Meracik Waktu” menggambarkan pria duduk menunjuk jam tua dengan latar senja, tubuhnya dipenuhi bentuk bangunan dan gentong.

Tamar meyakini warna hitam merepresentasikan realitas tersembunyi dan pengalaman spiritual sejak kecil yang sangat ia percaya. “Saya percaya kehidupan lebih asyik tersembunyi di balik panca indera,” ujarnya, menggambarkan filosofi di balik karya seninya.

Sumantri dan Tamar sama-sama memiliki karakter kuat dan visi yang jelas dalam membangun peta seni rupa dari tanah Madura. Bersama pelukis lain, mereka membangun ekosistem seni rupa Sumenep agar setara dengan kota-kota seni lain di Indonesia.

Sumenep kini tak sekadar dikenal sebagai wilayah budaya, tapi juga pelan-pelan merintis tempat dalam dunia seni rupa nasional. (*)

Berita Terkait

Gemuruh Ramadhan di Masjid Miftahul Jannah, Malam Puncak Lomba Islami Berlangsung Meriah
Ledakan Mercon Rakitan Guncang Batuputih Sumenep, Satu Rumah Rusak Berat Dua Warga Terluka
Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo Minta KNPI Sumenep Aktif Beri Gagasan untuk Kemajuan Daerah
Bupati Sumenep Warning Keras Pengelola Dapur MBG, Pemkab Sumenep Siap Beri Sanksi Pelanggaran
Program MBG Harus Terukur dan Aman, Nurul Aini Minta Pengawasan Ketat dari Pemerintah Daerah
Bupati Fauzi Santuni Anak Yatim di Kantor BAZNAS, Ramadan Jadi Momentum Menguatkan Kepedulian Sosial
Kunjungan Pasien RSUD dr H Moh Anwar Sumenep Meningkat, Poli Penyakit Dalam hingga Jantung Paling Ramai
Bupati Sumenep Tegaskan KNMP Bukan Sekadar Penataan, Tapi Strategi Kebangkitan Ekonomi Nelayan Dapenda

Berita Terkait

Jumat, 6 Maret 2026 - 13:03 WIB

Gemuruh Ramadhan di Masjid Miftahul Jannah, Malam Puncak Lomba Islami Berlangsung Meriah

Kamis, 5 Maret 2026 - 20:39 WIB

Ledakan Mercon Rakitan Guncang Batuputih Sumenep, Satu Rumah Rusak Berat Dua Warga Terluka

Kamis, 5 Maret 2026 - 20:03 WIB

Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo Minta KNPI Sumenep Aktif Beri Gagasan untuk Kemajuan Daerah

Kamis, 5 Maret 2026 - 15:21 WIB

Bupati Sumenep Warning Keras Pengelola Dapur MBG, Pemkab Sumenep Siap Beri Sanksi Pelanggaran

Kamis, 5 Maret 2026 - 15:08 WIB

Program MBG Harus Terukur dan Aman, Nurul Aini Minta Pengawasan Ketat dari Pemerintah Daerah

Kamis, 5 Maret 2026 - 09:43 WIB

Kunjungan Pasien RSUD dr H Moh Anwar Sumenep Meningkat, Poli Penyakit Dalam hingga Jantung Paling Ramai

Rabu, 4 Maret 2026 - 21:23 WIB

Bupati Sumenep Tegaskan KNMP Bukan Sekadar Penataan, Tapi Strategi Kebangkitan Ekonomi Nelayan Dapenda

Rabu, 4 Maret 2026 - 10:40 WIB

Pemkab Sumenep Gelar Mudik Gratis 2026, Bukti Nyata Kepedulian untuk Perantau

Berita Terbaru