Notice: Fungsi WP_Styles::add ditulis secara tidak benar. Style dengan penangan "thickbox" telah dimasukkan ke dalam antrian dengan dependensi yang tidak terdaftar: dashicons. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.9.1.) in /home/saly4638/public_html/wp-includes/functions.php on line 6170

Mahasiswa KKN Universitas Annuqayah Gagas Sekolah Ekologi dan Laboratorium Sampah di Pasean

- Pewarta

Senin, 22 September 2025 - 10:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep, Salam News. Id – Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Annuqayah tahun 2025 hadir dengan gebrakan baru. Salah satu program unggulannya adalah pembentukan Sekolah Ekologi dan pembangunan Laboratorium Sampah di wilayah Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Pondok Pesantren Annidhamiyah Desa Bindang, Kecamatan Pasean, Minggu (30/08). Program ini menjadi sorotan karena mengedepankan isu lingkungan yang sedang menjadi perhatian global, terutama di wilayah pesantren.

Ketua kelompok KKN, Zainal Abidin, menyampaikan bahwa kegiatan ini lahir dari hasil survei langsung pasca penempatan posko KKN di lokasi tersebut. Survei mengungkap banyak persoalan terkait tata kelola lingkungan.

Ucapan KPU-HPN 2025

“Kegiatan ini digelar atas dasar kebutuhan bersama, dengan melihat langsung kondisi lingkungan sekitar yang memerlukan penanganan serius dan berkelanjutan,” ujarnya.

Sekolah ekologi ini diisi oleh pemateri berpengalaman, salah satunya adalah A. Hafi Badali. Ia merupakan pengurus UPT Jatian PP Annuqayah Daerah Lubangsa sekaligus anggota kelompok KKN.

Baca Juga :  Idul Adha 2021, Pemkab Sumenep Bagikan Puluhan Hewan Kurban Ke Ponpes, Musalla dan Masjid

“Ada anggota kelompok kami yang bernama A. Hafi Badali. Ia paham benar bagaimana tata kelola sampah yang baik,” tambah Zainal.

Program tidak hanya berisi penyampaian materi di dalam kelas, tetapi juga praktik langsung. Santri dan siswa didampingi turun ke lapangan agar memahami secara nyata pengelolaan sampah.

“Teori saja tidak cukup. Kami ingin santri dan siswa melihat serta melakukan langsung di lapangan. Ini akan lebih efektif,” jelas Zainal lagi.

Karena posko KKN berada di lingkungan PP Annidhamiyah, para mahasiswa bisa memantau langsung progres dan keterlibatan para santri setiap harinya selama masa KKN berlangsung.

Kepala Desa Bindang, yang hadir saat pembukaan sekolah ekologi, menyambut program ini dengan antusias. Ia menyebut pengelolaan sampah di pesantren sangat menarik untuk dicontoh.

“Santri di sini jumlahnya banyak, tapi pengelolaan sampahnya cukup rapi. Ini patut dipelajari bersama,” katanya saat acara pembukaan.

Baca Juga :  Dinkes P2KB Sumenep Luncurkan Aplikasi "EATORE" untuk Tingkatkan Akurasi Data Kematian Peserta BPJS

Sebagai pemateri utama, A. Hafi Badali mengungkapkan bahwa pemahaman awal para santri terhadap isu sampah masih sangat minim, sehingga perlu pendekatan ekstra.

“Saya merasa tertantang. Kami ingin mewujudkan laboratorium sampah ini agar santri dapat belajar langsung secara aplikatif,” ungkapnya, Senin (31/08).

Pengasuh PP Annidhamiyah pun menyambut baik kegiatan ini. Ia bahkan sempat berencana mengirim santri belajar ke Annuqayah sebelum program KKN datang.

“Alhamdulillah ada mahasiswa KKN. Ini membantu sekali. Saya ingin satu-dua santri belajar ke Annuqayah,” ujarnya saat ditemui tim pers.

Kegiatan ini mempertegas komitmen KKN Posko 55 Universitas Annuqayah terhadap pelestarian lingkungan dan pentingnya kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah.

Dengan adanya kegiatan ini, mahasiswa berharap dapat memberi inspirasi luas agar semua pihak lebih peduli terhadap lingkungan dan menjaga kebersihan bersama.(*/Red)

Berita Terkait

Polres Resmi Naik Status Menjadi Polresta, Kapolda Minta Pelayanan Kepolisian di Sumenep Semakin Profesional
Fatayat NU Sumenep Gelar “Ngaji Perempuan”, Tegaskan Peran Perempuan dan Sikap Moderat Melawan Radikalisme
Menuju Institut, STAIM Sumenep Jalin Kerjasama Internasional Perkuat Entrepreneurship
Disdik Sumenep Perketat Pengawasan MBG, Sekolah Diminta Segera Laporkan Makanan Tak Layak
Korwil MBG Sumenep Tegaskan Program Makan Bergizi Gratis Terus Dievaluasi demi Manfaat Maksimal
PWRI Sumenep Bedah Program MBG, Pemkab Dorong Evaluasi Total demi Tepat Sasaran
Mahasiswa Universitas Annuqayah Gelar Seminar dan Aksi Bersih Sungai, Wujudkan Kepedulian Nyata terhadap Kelestarian Lingkungan
Penantian Panjang Warga Ambunten Berakhir, Jembatan Perintis Garuda Resmi Beroperasi, Dorong Ekonomi Dua Desa

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 15:27 WIB

Polres Resmi Naik Status Menjadi Polresta, Kapolda Minta Pelayanan Kepolisian di Sumenep Semakin Profesional

Rabu, 15 Juli 2026 - 17:08 WIB

Fatayat NU Sumenep Gelar “Ngaji Perempuan”, Tegaskan Peran Perempuan dan Sikap Moderat Melawan Radikalisme

Sabtu, 11 Juli 2026 - 08:39 WIB

Menuju Institut, STAIM Sumenep Jalin Kerjasama Internasional Perkuat Entrepreneurship

Kamis, 9 Juli 2026 - 16:41 WIB

Disdik Sumenep Perketat Pengawasan MBG, Sekolah Diminta Segera Laporkan Makanan Tak Layak

Kamis, 9 Juli 2026 - 12:39 WIB

Korwil MBG Sumenep Tegaskan Program Makan Bergizi Gratis Terus Dievaluasi demi Manfaat Maksimal

Kamis, 9 Juli 2026 - 10:10 WIB

PWRI Sumenep Bedah Program MBG, Pemkab Dorong Evaluasi Total demi Tepat Sasaran

Minggu, 5 Juli 2026 - 09:44 WIB

Mahasiswa Universitas Annuqayah Gelar Seminar dan Aksi Bersih Sungai, Wujudkan Kepedulian Nyata terhadap Kelestarian Lingkungan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 19:56 WIB

Penantian Panjang Warga Ambunten Berakhir, Jembatan Perintis Garuda Resmi Beroperasi, Dorong Ekonomi Dua Desa

Berita Terbaru