Notice: Fungsi WP_Styles::add ditulis secara tidak benar. Style dengan penangan "thickbox" telah dimasukkan ke dalam antrian dengan dependensi yang tidak terdaftar: dashicons. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.9.1.) in /home/saly4638/public_html/wp-includes/functions.php on line 6131

Nyai Hj. Maidatun Naimah: Pelita Dakwah dari Madura yang Kini Telah Tiada

- Pewarta

Jumat, 12 September 2025 - 14:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep, Salam News. Id – Nyai Hj. Maidatun Naimah, seorang dai wanita, lahir tahun 1965 di Desa Gapura, Kabupaten Sumenep, Pulau Madura tercinta. Beliau merupakan anak tunggal yang tinggal di desa kelahirannya dan dikenal luas di kalangan masyarakat Madura.

Di desa tersebut, beliau mendirikan Pondok Pesantren Al-Manfiq, yang kemudian menjadi pusat dakwah dan pengajaran agama Islam. Selain di pesantren, beliau juga berdakwah melalui siaran di radio Nada FM yang berada di wilayah Kabupaten Sumenep.

Kegiatan dakwahnya tak hanya terbatas di pesantren atau radio, beliau juga aktif mengisi majelis pengajian Ibu-Ibu. Pengajian yang diisinya tersebar di berbagai tempat, baik di Sumenep maupun daerah luar Madura yang mengundangnya.

Ucapan KPU-HPN 2025

Awal mula berdirinya pondok pesantren Al-Manfiq berasal dari dorongan serta motivasi dari guru beliau tercinta. Guru tersebut adalah pendiri Pondok Pesantren Al-Is’af Klabaan Guluk-Guluk, yang menjadi panutan Nyai Naimah.

Awalnya, beliau hanya mengajar anak-anak tetangga yang datang ke rumah untuk belajar dasar ilmu agama Islam. Pelajaran yang diberikan adalah hasil ilmu yang beliau dapatkan saat mondok di Pesantren Al-Is’af sejak kecil.

Baca Juga :  Pemkab Sumenep Luncurkan Kapal Cepat Express Rute Kalianget Menghubungkan Ra'as Dan Jangkar Situbondo

Pendidikan formal memang tidak dijalani oleh Nyai Naimah, beliau fokus belajar di pondok sejak usia enam tahun. Selama delapan tahun beliau mondok, hingga usia empat belas tahun kemudian diminta pulang oleh sang guru.

Tujuan beliau dipulangkan adalah untuk mengamalkan ilmu yang dimiliki kepada masyarakat di sekitar kampung. Meski tanpa latar pendidikan formal, beliau sangat mumpuni dalam ilmu agama dan disegani masyarakat luas.

Kitab-kitab yang diajarkan di pondok semuanya berasal dari pembelajaran beliau selama nyantri di Guluk-Guluk. Kehidupan beliau sangat sederhana namun penuh dengan semangat dalam menyebarkan dakwah Islam Ahlussunnah.

Kini, kabar duka menyelimuti Madura, Nyai Hj. Maidatun Naimah telah wafat pada Jumat, 12 September 2025 M. Tanggal wafatnya bertepatan dengan 19 Rabiul Awal (Mulud), sebuah hari mulia dalam penanggalan Hijriyah Islam.

Jenazah beliau akan disholatkan pada malam harinya, tepat pukul 20.30 WIB, di Pesantren Al-Manfiq Gapura. Berita wafatnya menyebar melalui pesan WhatsApp, baik dari grup maupun status para santri dan kerabatnya.

Banyak yang bertanya tentang sakit beliau, karena sebelumnya tak terdengar kabar sakit yang mengkhawatirkan. Beberapa informasi menyebutkan bahwa kabar awal diketahui dari kerabat Pondok Pesantren Al-Is’af Klabaan.

Baca Juga :  Program Makan Bergizi Gratis Diluncurkan di Sumenep: 3.000 Pelajar Jadi Sasaran Utama

Melalui jalur suami beliau, KH. Suhaili, diketahui ada hubungan keluarga dengan pengasuh pesantren tersebut. Seorang kerabat bernama Nyi Malihah mengatakan bahwa KH. Suhaili merupakan ponakan dua pupunya sendiri.

Itu berarti, hubungan antara keluarga Nyai Naimah dan Al-Is’af Klabaan masih sangat dekat dan erat. Kiyai KH. Latfan, pengasuh Al-Is’af saat ini, juga termasuk dalam keluarga yang masih satu garis keturunan.

Kehilangan ini menjadi duka mendalam bagi keluarga besar pesantren dan masyarakat sekitar yang beliau bina. Semua santri dan jamaah merasakan kehilangan besar atas kepergian sosok ulama perempuan tersebut.

Doa terus mengalir untuk Nyai Hj. Maidatun Naimah, semoga beliau mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya. Karya dan ilmunya yang diwariskan akan terus menjadi amal jariyah dan penerang bagi umat yang ditinggalkan.

Pondok Pesantren Al-Manfiq kini menjadi saksi bisu perjuangan dakwah beliau selama hidup di jalan Allah. Semoga keikhlasan beliau dalam berdakwah menjadi pemberat amal baik di hadapan Allah SWT. Aamiin ya Rabb.(*/Red)

Berita Terkait

Kolaborasi Pemkab, BUMN, dan Swasta Jadi Jurus Baru Tingkatkan Nilai Ekonomi Nelayan Madura
Pemkab Sumenep Tancap Gas Benahi Tata Kelola Aset, Dorong Transparansi dan Akuntabilitas
Bupati Fauzi Ajak Kades Solid, Koperasi Merah Putih Jadi Tulang Punggung Ekonomi Desa
Direktur RSUD dr Erliyati Turun Langsung, Pastikan Layanan Cepat, Humanis, dan Berkualitas untuk Pasien
Cegah Diam-Diam Mematikan, Puskesmas Rubaru Intensifkan Skrining Hipertensi dan Diabetes
RSUD dr H Moh Anwar Sumenep Tancap Gas 2026, Target Jadi Rujukan Kesehatan Terbaik Nasional
Ontel Jadi Pilihan, DPRD Sumenep Dorong Gaya Hidup Hemat BBM dan Ramah Lingkungan
Panen Padi Awal 2026 Sumenep Melejit, Produksi Lampaui Target dan Catat Rekor Tertinggi Madura

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 07:21 WIB

Kolaborasi Pemkab, BUMN, dan Swasta Jadi Jurus Baru Tingkatkan Nilai Ekonomi Nelayan Madura

Senin, 20 April 2026 - 07:09 WIB

Pemkab Sumenep Tancap Gas Benahi Tata Kelola Aset, Dorong Transparansi dan Akuntabilitas

Sabtu, 18 April 2026 - 19:26 WIB

Direktur RSUD dr Erliyati Turun Langsung, Pastikan Layanan Cepat, Humanis, dan Berkualitas untuk Pasien

Sabtu, 18 April 2026 - 14:06 WIB

Cegah Diam-Diam Mematikan, Puskesmas Rubaru Intensifkan Skrining Hipertensi dan Diabetes

Sabtu, 18 April 2026 - 05:49 WIB

RSUD dr H Moh Anwar Sumenep Tancap Gas 2026, Target Jadi Rujukan Kesehatan Terbaik Nasional

Jumat, 17 April 2026 - 15:28 WIB

Ontel Jadi Pilihan, DPRD Sumenep Dorong Gaya Hidup Hemat BBM dan Ramah Lingkungan

Kamis, 16 April 2026 - 21:19 WIB

Panen Padi Awal 2026 Sumenep Melejit, Produksi Lampaui Target dan Catat Rekor Tertinggi Madura

Rabu, 15 April 2026 - 05:44 WIB

Dinkes P2KB Sumenep Dorong WFH dan Jalan Kaki, Langkah Nyata Tekan Konsumsi BBM

Berita Terbaru