Percepat Transformasi Digital, Pemkab Sumenep Dorong Transaksi Nontunai UMKM

- Pewarta

Jumat, 20 Juni 2025 - 14:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep, Salam News. Id – Pemerintah Kabupaten Sumenep menggelar High Level Meeting Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) di Pendopo Keraton, Kamis 19 Juni 2025. Kegiatan ini menjadi bagian strategi percepatan dan perluasan digitalisasi daerah (P2DD), terutama di sektor ekonomi dan layanan publik daerah.

Salah satu fokus utama program adalah membangun ekosistem transaksi digital, khususnya bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo menegaskan komitmen pemerintah dalam mendorong UMKM agar beralih dari transaksi tunai ke digital.

Menurutnya, transformasi digital ini merupakan tahapan penting yang harus dilakukan secara konsisten untuk mendukung perekonomian inklusif. “Digitalisasi akan meningkatkan daya saing UMKM di tengah perkembangan teknologi serta perubahan pola transaksi masyarakat,” jelas Bupati Fauzi.

Ucapan KPU-HPN 2025

Pemerintah Sumenep telah mulai menerapkan sistem pembayaran digital dengan menggunakan QRIS sebagai metode transaksi di lingkungan UMKM. Sebagai langkah awal, dua pasar tradisional yakni Pasar Minggu dan Pasar Tajamara dijadikan lokasi percontohan penggunaan QRIS.

Baca Juga :  Pemkab Sumenep Gelar MTQ 2024, Bagian Kesra Jadi Penyelenggara Kegiatan

“Digitalisasi transaksi UMKM penting agar pelaku usaha lebih efisien dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas,” tambahnya. Bupati menekankan, penerapan digitalisasi memerlukan koordinasi aktif dengan pelaku UMKM agar sesuai kebutuhan dan kondisi di lapangan.

Ia menyadari bahwa transformasi digital tidak bisa dilakukan sepihak, perlu sinergi dan keterlibatan berbagai pihak terkait. “Setiap tahapan harus menyesuaikan kondisi riil UMKM, supaya tidak menyulitkan, justru membantu meningkatkan produktivitas usaha,” katanya.

Pemerintah juga mengedukasi pelaku UMKM mengenai manfaat digitalisasi agar mereka siap dan mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi. Upaya ini menjadi bagian dari strategi daerah dalam membangun kemandirian ekonomi berbasis teknologi digital yang menyentuh semua sektor.

Di kesempatan yang sama, Perwakilan Pimpinan Bank Indonesia (BI), Farid Efendi mengapresiasi program digitalisasi Pemkab Sumenep tersebut. Ia menyebutkan, angka digitalisasi di Kabupaten Sumenep mencapai 97 persen dan menjadi yang tertinggi di kawasan Pulau Madura.

Baca Juga :  TP PKK Desa Mandala Raih Juara II Lomba 10 Program Pokok PKK se-Kabupaten Sumenep

Menurutnya, capaian ini merupakan indikator bahwa masyarakat Sumenep sudah cukup familiar dan terbuka dengan sistem pembayaran digital. Farid menilai penggunaan QRIS mampu memberikan kemudahan dalam bertransaksi dan menjamin keamanan serta transparansi keuangan UMKM.

Tak hanya untuk transaksi UMKM, digitalisasi juga menyasar sistem keuangan daerah, termasuk untuk belanja, pajak, dan retribusi publik. Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sumenep, Faruk Hanafi menyatakan TP2DD telah dibentuk sejak 2021 untuk percepatan sistem digital.

Program digitalisasi yang sudah berjalan antara lain pembayaran e-PBB lewat QRIS, dan penerbitan e-SPPT di tingkat desa dan kelurahan. Selain itu, QRIS juga dipakai untuk pembayaran pajak restoran, hotel, serta layanan kesehatan di Puskesmas wilayah kepulauan Sumenep.

Dengan terus berkembangnya sistem ini, diharapkan seluruh transaksi pemerintah dan masyarakat dapat berjalan cepat, efisien, dan transparan. Digitalisasi bukan hanya tren, tetapi kebutuhan zaman dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.(*/Adm)

Berita Terkait

Belajar Langsung dari Alam Tim Literasi SMAS Plus Miftahul Ulum Kunjungi Pabrik Minyak Kayu Putih Perhutani
Penyegaran Birokrasi Sumenep: Bupati Fauzi Rotasi Pejabat Strategis OPD
RSUD dr H Moh Anwar Siapkan Layanan Spesialis Urologi
Dinkes Sumenep Catat Penurunan Kasus DBD, Jumantik dan Edukasi Dinilai Efektif
Modus Rapi Mafia BBM di Sumenep Solar Subsidi Ditimbun, Petani Terlantar
Pastikan Layanan Publik Optimal, Wabup Sumenep Tinjau Puskesmas Rubaru dan Manding
RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep: Transformasi Menuju Rumah Sakit Modern dan Berstandar Nasional
Reformasi Hukum Pidana Belum Tuntas: KUHP–KUHAP Baru Tanpa Perampasan Aset Koruptor

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2026 - 19:53 WIB

Belajar Langsung dari Alam Tim Literasi SMAS Plus Miftahul Ulum Kunjungi Pabrik Minyak Kayu Putih Perhutani

Rabu, 14 Januari 2026 - 19:41 WIB

Penyegaran Birokrasi Sumenep: Bupati Fauzi Rotasi Pejabat Strategis OPD

Jumat, 9 Januari 2026 - 19:56 WIB

RSUD dr H Moh Anwar Siapkan Layanan Spesialis Urologi

Jumat, 9 Januari 2026 - 17:34 WIB

Dinkes Sumenep Catat Penurunan Kasus DBD, Jumantik dan Edukasi Dinilai Efektif

Kamis, 8 Januari 2026 - 11:27 WIB

Pastikan Layanan Publik Optimal, Wabup Sumenep Tinjau Puskesmas Rubaru dan Manding

Rabu, 7 Januari 2026 - 19:14 WIB

RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep: Transformasi Menuju Rumah Sakit Modern dan Berstandar Nasional

Rabu, 7 Januari 2026 - 10:55 WIB

Reformasi Hukum Pidana Belum Tuntas: KUHP–KUHAP Baru Tanpa Perampasan Aset Koruptor

Selasa, 6 Januari 2026 - 17:20 WIB

RSUD dr H Moh Anwar Sumenep Siap Jadi Rumah Sakit Berbasis Kompetensi Nasional

Berita Terbaru

Berita

RSUD dr H Moh Anwar Siapkan Layanan Spesialis Urologi

Jumat, 9 Jan 2026 - 19:56 WIB