Pilkada Tidak Langsung, Melahirkan Risiko Oligarki dan Transaksionalisme Elite

- Pewarta

Selasa, 30 Desember 2025 - 19:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh : Yuda Yuliyanto (Akademisi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Situbondo)

Sumenep, Salam News. Id – Pemilihan kepala daerah ‘pilkada” merupakan salah satu instrumen penting dalam demokrasi lokal. Sejak reformasi 1998, Indonesia mengalami pergeseran signifikan dari sistem pilkada tidak langsung dimana kepala daerah dipilih oleh DPRD menuju pilkada langsung oleh rakyat. Namun, dalam dinamika politik kontemporer, wacana untuk mengembalikan pilkada tidak langsung kembali mengemuka. Dari perspektif akademisi, wacana ini perlu dikaji secara objektif, berbasis teori demokrasi, tata kelola pemerintahan, serta pengalaman empiris Indonesia.

Secara teoritik, pilkada tidak langsung berakar pada konsep demokrasi perwakilan “representative democracy” Dalam model ini, kedaulatan rakyat dijalankan melalui lembaga perwakilan yang dipilih secara demokratis. DPRD sebagai representasi rakyat diberi mandat untuk mengambil keputusan strategis. Jika pilkada tidak langsung dilakukan ini merupakan kemunduran dalam sistem demokrasi, juga membuka ruang eksklusif, bukan lagi inklusif

Ucapan KPU-HPN 2025
Baca Juga :  Capai Vaksinasi PMK Terbanyak, DKPP Sumenep Raih Penghargaan

Jangan hanya melihat argumentasi Efisiensi Anggaran Negara, jika dilakukan pilkada langsung membutuhkan biaya besar, baik dari APBN maupun APBD serta biaya sosial-politik. Sehingga muncul wacana Pilkada tidak langsung yang dinilai lebih efisien karena mengurangi kebutuhan logistik, kampanye massal, dan potensi konflik horizontal.

Pilkada tidak langsung akan melahirkan Risiko Oligarki dan Transaksionalisme Elite,
Maka Kritik utama terhadap pilkada tidak langsung adalah potensi penguatan oligarki politik. Proses pemilihan di DPRD berisiko menjadi arena transaksi elite, lobi tertutup, dan politik dagang sapi, yang justru menjauhkan rakyat dari proses pengambilan keputusan.

Baca Juga :  Camat Rubaru Berharap Study Banding Ke Bandung Bisa Mengembangkan Potensi Desanya

Dari perspektif demokrasi partisipatoris, pilkada tidak langsung mengurangi ruang keterlibatan langsung masyarakat. Hal ini dapat menurunkan rasa memiliki “sense of ownership” rakyat terhadap kepala daerah yang terpilih.

Kepala daerah hasil pilkada tidak langsung berpotensi menghadapi persoalan legitimasi sosial yang lemah, terutama di tengah masyarakat yang telah terbiasa dengan pemilihan langsung. Ketidak puasan publik dapat berdampak pada stabilitas pemerintahan daerah.

Indonesia pernah menerapkan pilkada tidak langsung sebelum 2005. Evaluasi akademik menunjukkan bahwa sistem ini tidak otomatis menghasilkan pemerintahan yang bersih dan efektif. Banyak kasus korupsi justru melibatkan relasi transaksional antara kepala daerah dan DPRD. Artinya, persoalan utama bukan semata pada model pemilihan, melainkan pada kualitas institusi politik dan budaya demokrasi.(Red)

Berita Terkait

Belajar Langsung dari Alam Tim Literasi SMAS Plus Miftahul Ulum Kunjungi Pabrik Minyak Kayu Putih Perhutani
Penyegaran Birokrasi Sumenep: Bupati Fauzi Rotasi Pejabat Strategis OPD
RSUD dr H Moh Anwar Siapkan Layanan Spesialis Urologi
Dinkes Sumenep Catat Penurunan Kasus DBD, Jumantik dan Edukasi Dinilai Efektif
Modus Rapi Mafia BBM di Sumenep Solar Subsidi Ditimbun, Petani Terlantar
Pastikan Layanan Publik Optimal, Wabup Sumenep Tinjau Puskesmas Rubaru dan Manding
RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep: Transformasi Menuju Rumah Sakit Modern dan Berstandar Nasional
Reformasi Hukum Pidana Belum Tuntas: KUHP–KUHAP Baru Tanpa Perampasan Aset Koruptor

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2026 - 19:53 WIB

Belajar Langsung dari Alam Tim Literasi SMAS Plus Miftahul Ulum Kunjungi Pabrik Minyak Kayu Putih Perhutani

Rabu, 14 Januari 2026 - 19:41 WIB

Penyegaran Birokrasi Sumenep: Bupati Fauzi Rotasi Pejabat Strategis OPD

Jumat, 9 Januari 2026 - 19:56 WIB

RSUD dr H Moh Anwar Siapkan Layanan Spesialis Urologi

Jumat, 9 Januari 2026 - 17:34 WIB

Dinkes Sumenep Catat Penurunan Kasus DBD, Jumantik dan Edukasi Dinilai Efektif

Kamis, 8 Januari 2026 - 11:27 WIB

Pastikan Layanan Publik Optimal, Wabup Sumenep Tinjau Puskesmas Rubaru dan Manding

Rabu, 7 Januari 2026 - 19:14 WIB

RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep: Transformasi Menuju Rumah Sakit Modern dan Berstandar Nasional

Rabu, 7 Januari 2026 - 10:55 WIB

Reformasi Hukum Pidana Belum Tuntas: KUHP–KUHAP Baru Tanpa Perampasan Aset Koruptor

Selasa, 6 Januari 2026 - 17:20 WIB

RSUD dr H Moh Anwar Sumenep Siap Jadi Rumah Sakit Berbasis Kompetensi Nasional

Berita Terbaru

Berita

RSUD dr H Moh Anwar Siapkan Layanan Spesialis Urologi

Jumat, 9 Jan 2026 - 19:56 WIB