Sambut 1 Muharram 1448 H, Bupati Fauzi Ajak ASN dan Masyarakat Perkuat Kepedulian Sosial

- Pewarta

Jumat, 19 Juni 2026 - 17:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep, Salam News. Id – Peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah menjadi momentum penting bagi Pemerintah Kabupaten Sumenep untuk memperkuat kepedulian sosial masyarakat. Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, mengajak Aparatur Sipil Negara serta seluruh elemen masyarakat meningkatkan semangat berbagi kepada sesama.

Menurutnya, Muharram bukan sekadar pergantian tahun dalam kalender Islam, melainkan waktu tepat melakukan perubahan menuju kehidupan lebih baik. Makna hijrah, kata Bupati Fauzi, harus diwujudkan melalui tindakan nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan.

Ia menegaskan bahwa nilai-nilai Islam mengajarkan keseimbangan antara ibadah ritual dengan kepedulian sosial terhadap lingkungan sekitar. Karena itu, perhatian kepada anak yatim, kaum dhuafa, lansia, serta masyarakat kurang mampu harus terus ditingkatkan bersama.

Bupati Fauzi menyampaikan bahwa masih banyak warga yang membutuhkan uluran tangan dan dukungan dari berbagai kalangan masyarakat. Semangat gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat Indonesia dinilai sangat penting untuk menjaga solidaritas sosial daerah.

Melalui momentum Muharram, masyarakat diajak memperkuat rasa persaudaraan dan kebersamaan dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan sehari-hari. “Momentum Muharram harus menjadi pengingat untuk memperbaiki diri, memperkuat keimanan, sekaligus meningkatkan kepedulian kepada sesama,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menggambarkan pentingnya menjadikan tahun baru Islam sebagai sarana refleksi dan evaluasi diri secara menyeluruh. Menurutnya, kualitas keimanan seseorang tidak hanya tercermin melalui ibadah pribadi, tetapi juga kepedulian terhadap masyarakat sekitar.

Baca Juga :  Jamaah Haji Kloter Sub 96 Sumenep Dapat Pengarahan Dari Petugas Haji dan Bersiap Menuju Arafah

Bupati Fauzi menilai budaya saling membantu perlu terus ditanamkan agar kehidupan sosial masyarakat semakin harmonis dan kuat. Kehadiran masyarakat yang peduli terhadap sesama diyakini mampu mengurangi berbagai persoalan sosial yang masih terjadi.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengingatkan bahwa bantuan tidak selalu harus berbentuk materi atau uang semata. Perhatian, dukungan moral, motivasi, hingga doa yang tulus juga memiliki nilai besar bagi mereka yang sedang kesulitan.

Karena itu, setiap individu memiliki kesempatan berkontribusi membantu sesama sesuai kemampuan dan kondisi masing-masing yang dimiliki. Secara khusus, Bupati Fauzi meminta Aparatur Sipil Negara menjadi teladan dalam membangun solidaritas sosial di masyarakat.

ASN tidak hanya bertanggung jawab memberikan pelayanan administrasi kepada masyarakat, tetapi juga menunjukkan kepedulian kemanusiaan nyata. Melalui sikap tersebut, ASN diharapkan mampu menjadi contoh positif yang dapat menginspirasi masyarakat untuk berbuat kebaikan.

“ASN harus menjadi contoh dalam menumbuhkan semangat berbagi dan kepedulian kemanusiaan,” tegas Bupati Fauzi dalam keterangannya. Ajakan memperkuat kepedulian sosial juga ditujukan kepada tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, serta kalangan pemuda.

Baca Juga :  Jangan Merasa Paling Benar, Akhir Hidup Kita Masih Rahasia

Para pelaku usaha dan generasi muda turut diharapkan mengambil peran aktif dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan. Kolaborasi seluruh elemen masyarakat diyakini mampu menciptakan lingkungan yang lebih peduli, inklusif, dan penuh kebersamaan.

Bupati Fauzi berharap peringatan Tahun Baru Islam kali ini menjadi awal lahirnya gerakan sosial yang lebih luas. Gerakan tersebut diharapkan mampu memperkuat hubungan antarwarga sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap kelompok masyarakat rentan.

Dengan semangat berbagi, masyarakat dapat saling menguatkan dalam menghadapi tantangan ekonomi maupun persoalan sosial lainnya. Menurutnya, kemajuan daerah tidak hanya diukur dari pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat.

Kemajuan juga harus tercermin melalui kuatnya solidaritas sosial, rasa persaudaraan, dan kepedulian terhadap sesama warga masyarakat. Apabila ASN dan masyarakat bergerak bersama menebarkan kebaikan, maka pembangunan daerah akan berjalan lebih berkelanjutan.

Kabupaten Sumenep diharapkan tidak hanya dikenal sebagai daerah yang berkembang, tetapi juga menjunjung tinggi nilai kemanusiaan. Peringatan 1 Muharram 1448 Hijriah akhirnya menjadi pengingat bahwa esensi hijrah adalah perubahan menuju kehidupan lebih bermanfaat.

Melalui semangat kebersamaan, gotong royong, dan kepedulian sosial, masyarakat Sumenep diharapkan semakin kuat serta sejahtera.(Red)

Berita Terkait

H.M. Subchan Z.E., Tokoh Muda NU yang Berani Menentang Dua Rezim Demi Tegaknya Demokrasi dan Pancasila
Isim Nakirah dan Isim Ma’rifah dalam Bahasa Arab
Lirboyo versus Kepentingan Politik? Perdebatan Lokasi Muktamar NU Kian Menghangat
Bolehkah Menyebut Almarhum? Ini Penjelasan Menyejukkan dari Syekh Ibn Utsaimin
Doa Setelah Shalat Wajib Boleh Dilantangkan? Simak Penjelasan Ulama dan Hadis Sahih
Hasil Hisab UIN Walisongo: Awal Dzulhijjah 1447 H Diperkirakan Jatuh 18 Mei 2026
Khidmat dan Penuh Haru, PCNU Sumenep Masa Khidmat 2026–2031 Resmi Dilantik di Al-Karimiyyah
Tradisi Jabat Tangan Selepas Salat Jadi Sorotan, Ulama Beri Penjelasan Bijak

Berita Terkait

Senin, 29 Juni 2026 - 15:24 WIB

H.M. Subchan Z.E., Tokoh Muda NU yang Berani Menentang Dua Rezim Demi Tegaknya Demokrasi dan Pancasila

Sabtu, 27 Juni 2026 - 11:59 WIB

Isim Nakirah dan Isim Ma’rifah dalam Bahasa Arab

Selasa, 23 Juni 2026 - 15:42 WIB

Lirboyo versus Kepentingan Politik? Perdebatan Lokasi Muktamar NU Kian Menghangat

Jumat, 19 Juni 2026 - 17:53 WIB

Sambut 1 Muharram 1448 H, Bupati Fauzi Ajak ASN dan Masyarakat Perkuat Kepedulian Sosial

Minggu, 31 Mei 2026 - 11:21 WIB

Bolehkah Menyebut Almarhum? Ini Penjelasan Menyejukkan dari Syekh Ibn Utsaimin

Selasa, 19 Mei 2026 - 12:24 WIB

Doa Setelah Shalat Wajib Boleh Dilantangkan? Simak Penjelasan Ulama dan Hadis Sahih

Senin, 18 Mei 2026 - 11:22 WIB

Hasil Hisab UIN Walisongo: Awal Dzulhijjah 1447 H Diperkirakan Jatuh 18 Mei 2026

Sabtu, 16 Mei 2026 - 22:20 WIB

Khidmat dan Penuh Haru, PCNU Sumenep Masa Khidmat 2026–2031 Resmi Dilantik di Al-Karimiyyah

Berita Terbaru