Notice: Fungsi WP_Styles::add ditulis secara tidak benar. Style dengan penangan "thickbox" telah dimasukkan ke dalam antrian dengan dependensi yang tidak terdaftar: dashicons. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.9.1.) in /home/saly4638/public_html/wp-includes/functions.php on line 6170

Isim Nakirah dan Isim Ma’rifah dalam Bahasa Arab

- Pewarta

Sabtu, 27 Juni 2026 - 11:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Artikel, Salam News. Id – Dalam ilmu nahwu bahasa Arab, isim (kata benda) dibagi menjadi dua jenis utama, yaitu Isim Nakirah (النكرة) dan Isim Ma’rifah (المعرفة). Memahami perbedaan keduanya sangat penting karena akan memudahkan dalam membaca, menerjemahkan, dan menyusun kalimat bahasa Arab dengan benar.

Pengertian Umum

Isim merupakan kata yang menunjukkan nama seseorang, benda, tempat, atau sesuatu yang tidak terikat oleh waktu. Berdasarkan maknanya, isim terbagi menjadi dua, yaitu:

  • Isim Nakirah (النكرة)
  • Isim Ma’rifah (المعرفة)

Perbedaan keduanya terletak pada tingkat kejelasan atau kekhususan makna yang dimiliki suatu kata.

Ucapan KPU-HPN 2025

1. Isim Nakirah (النكرة)

Pengertian

Isim Nakirah adalah kata benda yang menunjukkan makna umum, tidak tertentu, atau belum spesifik. Kata ini belum mengarah kepada satu objek tertentu sehingga masih bersifat umum.

Ciri-ciri Isim Nakirah

  • Biasanya memiliki tanwin (ــًـ، ــٍـ، ــٌـ).
  • Dapat dimasuki huruf Alif Lam (ال) sehingga berubah menjadi Isim Ma’rifah.

Contoh Isim Nakirah

Bahasa Arab Arti
مُسْلِمٌ Seorang muslim
أَسَدٌ Seekor singa
كِتَابٌ Sebuah buku

Ketiga contoh di atas masih bersifat umum karena belum menunjuk pada orang, hewan, atau benda tertentu.

Baca Juga :  LF PBNU Rilis Hisab Hilal Dzulhijjah 1447 H, Peluang Idul Adha Akhir Mei Semakin Kuat

2. Isim Ma’rifah (المعرفة)

Pengertian

Isim Ma’rifah adalah kata benda yang menunjukkan makna khusus, tertentu, atau spesifik. Pendengar maupun pembaca sudah mengetahui benda atau orang yang dimaksud.

Misalnya:

  • “Buku” (umum)
  • “Buku itu” (khusus)

Kata kedua sudah mengarah pada buku tertentu sehingga termasuk Isim Ma’rifah.


Tanda-tanda Isim Ma’rifah

Ada beberapa cara mengenali Isim Ma’rifah, yaitu:

1. Isim Dhamir (Kata Ganti)

Kata ganti termasuk Isim Ma’rifah karena telah menunjukkan orang tertentu.

Contohnya:

  • أَنَا = Saya
  • أَنْتَ = Kamu
  • هُوَ = Dia (laki-laki)

2. Isim ‘Alam (Nama)

Semua nama orang, nama kota, atau nama makhluk tertentu termasuk Isim Ma’rifah.

Contoh:

  • زَيْدٌ = Zaid
  • جِبْرِيلُ = Jibril
  • جَاكَرْتَا = Jakarta

Karena merupakan nama khusus, maka semuanya termasuk Isim Ma’rifah.


3. Diawali dengan Alif Lam (ال)

Kata benda yang diawali huruf ال berubah dari makna umum menjadi makna khusus.

Perubahannya ditandai dengan:

  • Tanwin hilang.
  • Maknanya menjadi lebih spesifik.

Contoh


Penjelasan Sederhana

Agar lebih mudah dipahami, berikut perbedaannya:

Isim Nakirah

  • Bersifat umum.
  • Belum menunjuk pada sesuatu yang tertentu.
  • Contoh: “sebuah buku.”

Isim Ma’rifah

  • Bersifat khusus.
  • Menunjukkan benda atau orang yang sudah diketahui.
  • Contoh: “buku itu.”

Tips Cepat Membedakan

Jenis Ciri Mudah
Isim Nakirah Memiliki tanwin (ــًـ، ــٍـ، ــٌـ).
Isim Ma’rifah Diawali huruf ال, berupa nama orang/tempat, atau berupa kata ganti (dhamir).

Kesimpulan

Isim dalam bahasa Arab terbagi menjadi dua, yaitu Isim Nakirah dan Isim Ma’rifah. Isim Nakirah menunjukkan makna yang masih umum atau belum spesifik, sedangkan Isim Ma’rifah menunjukkan makna yang sudah jelas dan tertentu. Perbedaan keduanya dapat dikenali melalui tanda-tanda seperti adanya tanwin pada Isim Nakirah, penggunaan Alif Lam (ال), nama diri (Isim ‘Alam), maupun kata ganti (Isim Dhamir) pada Isim Ma’rifah. Dengan memahami konsep ini, pelajar akan lebih mudah mempelajari tata bahasa Arab serta memahami makna kalimat secara tepat.(Red)

Berita Terkait

Sambut 1 Muharram 1448 H, Bupati Fauzi Ajak ASN dan Masyarakat Perkuat Kepedulian Sosial
Bolehkah Menyebut Almarhum? Ini Penjelasan Menyejukkan dari Syekh Ibn Utsaimin
Doa Setelah Shalat Wajib Boleh Dilantangkan? Simak Penjelasan Ulama dan Hadis Sahih
Hasil Hisab UIN Walisongo: Awal Dzulhijjah 1447 H Diperkirakan Jatuh 18 Mei 2026
Tradisi Jabat Tangan Selepas Salat Jadi Sorotan, Ulama Beri Penjelasan Bijak
Qunut Subuh antara Sunnah dan Perbedaan Ijtihad, Ini Dasar Hadisnya
LF PBNU Rilis Hisab Hilal Dzulhijjah 1447 H, Peluang Idul Adha Akhir Mei Semakin Kuat
Wabup Imam Hasyim Lepas Jamaah Haji Sumenep, Ribuan Keluarga Padati GOR Pangligur

Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 11:59 WIB

Isim Nakirah dan Isim Ma’rifah dalam Bahasa Arab

Jumat, 19 Juni 2026 - 17:53 WIB

Sambut 1 Muharram 1448 H, Bupati Fauzi Ajak ASN dan Masyarakat Perkuat Kepedulian Sosial

Minggu, 31 Mei 2026 - 11:21 WIB

Bolehkah Menyebut Almarhum? Ini Penjelasan Menyejukkan dari Syekh Ibn Utsaimin

Selasa, 19 Mei 2026 - 12:24 WIB

Doa Setelah Shalat Wajib Boleh Dilantangkan? Simak Penjelasan Ulama dan Hadis Sahih

Senin, 18 Mei 2026 - 11:22 WIB

Hasil Hisab UIN Walisongo: Awal Dzulhijjah 1447 H Diperkirakan Jatuh 18 Mei 2026

Jumat, 15 Mei 2026 - 10:32 WIB

Tradisi Jabat Tangan Selepas Salat Jadi Sorotan, Ulama Beri Penjelasan Bijak

Jumat, 15 Mei 2026 - 09:14 WIB

Qunut Subuh antara Sunnah dan Perbedaan Ijtihad, Ini Dasar Hadisnya

Kamis, 14 Mei 2026 - 10:29 WIB

LF PBNU Rilis Hisab Hilal Dzulhijjah 1447 H, Peluang Idul Adha Akhir Mei Semakin Kuat

Berita Terbaru

Artikel

Isim Nakirah dan Isim Ma’rifah dalam Bahasa Arab

Sabtu, 27 Jun 2026 - 11:59 WIB