Artikel, Salam News. Id – Dalam ilmu nahwu bahasa Arab, isim (kata benda) dibagi menjadi dua jenis utama, yaitu Isim Nakirah (النكرة) dan Isim Ma’rifah (المعرفة). Memahami perbedaan keduanya sangat penting karena akan memudahkan dalam membaca, menerjemahkan, dan menyusun kalimat bahasa Arab dengan benar.
Pengertian Umum
Isim merupakan kata yang menunjukkan nama seseorang, benda, tempat, atau sesuatu yang tidak terikat oleh waktu. Berdasarkan maknanya, isim terbagi menjadi dua, yaitu:
- Isim Nakirah (النكرة)
- Isim Ma’rifah (المعرفة)
Perbedaan keduanya terletak pada tingkat kejelasan atau kekhususan makna yang dimiliki suatu kata.

1. Isim Nakirah (النكرة)
Pengertian
Isim Nakirah adalah kata benda yang menunjukkan makna umum, tidak tertentu, atau belum spesifik. Kata ini belum mengarah kepada satu objek tertentu sehingga masih bersifat umum.
Ciri-ciri Isim Nakirah
- Biasanya memiliki tanwin (ــًـ، ــٍـ، ــٌـ).
- Dapat dimasuki huruf Alif Lam (ال) sehingga berubah menjadi Isim Ma’rifah.
Contoh Isim Nakirah
| Bahasa Arab | Arti |
|---|---|
| مُسْلِمٌ | Seorang muslim |
| أَسَدٌ | Seekor singa |
| كِتَابٌ | Sebuah buku |
Ketiga contoh di atas masih bersifat umum karena belum menunjuk pada orang, hewan, atau benda tertentu.
2. Isim Ma’rifah (المعرفة)
Pengertian
Isim Ma’rifah adalah kata benda yang menunjukkan makna khusus, tertentu, atau spesifik. Pendengar maupun pembaca sudah mengetahui benda atau orang yang dimaksud.
Misalnya:
- “Buku” (umum)
- “Buku itu” (khusus)
Kata kedua sudah mengarah pada buku tertentu sehingga termasuk Isim Ma’rifah.
Tanda-tanda Isim Ma’rifah
Ada beberapa cara mengenali Isim Ma’rifah, yaitu:
1. Isim Dhamir (Kata Ganti)
Kata ganti termasuk Isim Ma’rifah karena telah menunjukkan orang tertentu.
Contohnya:
- أَنَا = Saya
- أَنْتَ = Kamu
- هُوَ = Dia (laki-laki)
2. Isim ‘Alam (Nama)
Semua nama orang, nama kota, atau nama makhluk tertentu termasuk Isim Ma’rifah.
Contoh:
- زَيْدٌ = Zaid
- جِبْرِيلُ = Jibril
- جَاكَرْتَا = Jakarta
Karena merupakan nama khusus, maka semuanya termasuk Isim Ma’rifah.
3. Diawali dengan Alif Lam (ال)
Kata benda yang diawali huruf ال berubah dari makna umum menjadi makna khusus.
Perubahannya ditandai dengan:
- Tanwin hilang.
- Maknanya menjadi lebih spesifik.
Contoh
| Nakirah | Ma’rifah | Arti |
|---|---|---|
| كِتَابٌ | الْكِتَابُ | Buku itu |
| أَسَدٌ | الْأَسَدُ | Singa itu |
| مُسْلِمٌ | الْمُسْلِمُ | Muslim itu |
Penjelasan Sederhana
Agar lebih mudah dipahami, berikut perbedaannya:
Isim Nakirah
- Bersifat umum.
- Belum menunjuk pada sesuatu yang tertentu.
- Contoh: “sebuah buku.”
Isim Ma’rifah
- Bersifat khusus.
- Menunjukkan benda atau orang yang sudah diketahui.
- Contoh: “buku itu.”
Tips Cepat Membedakan
| Jenis | Ciri Mudah |
|---|---|
| Isim Nakirah | Memiliki tanwin (ــًـ، ــٍـ، ــٌـ). |
| Isim Ma’rifah | Diawali huruf ال, berupa nama orang/tempat, atau berupa kata ganti (dhamir). |
Kesimpulan
Isim dalam bahasa Arab terbagi menjadi dua, yaitu Isim Nakirah dan Isim Ma’rifah. Isim Nakirah menunjukkan makna yang masih umum atau belum spesifik, sedangkan Isim Ma’rifah menunjukkan makna yang sudah jelas dan tertentu. Perbedaan keduanya dapat dikenali melalui tanda-tanda seperti adanya tanwin pada Isim Nakirah, penggunaan Alif Lam (ال), nama diri (Isim ‘Alam), maupun kata ganti (Isim Dhamir) pada Isim Ma’rifah. Dengan memahami konsep ini, pelajar akan lebih mudah mempelajari tata bahasa Arab serta memahami makna kalimat secara tepat.(Red)











