Sumenep, Salam News. id – Siswa SMP Plus Miftahul Ulum antusias mengikuti peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 bersama Pondok Pesantren Al Usymuni dengan semangat. Kegiatan tersebut melibatkan seluruh lembaga pendidikan di bawah naungan Yayasan Abdullah Dewi Hasanah dengan suasana kebangsaan penuh semangat dan kebersamaan.
Momentum kemerdekaan menjadi kesempatan penting menanamkan nasionalisme, karakter, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kecintaan terhadap bangsa sejak dini kepada seluruh pelajar. Para siswa mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan tertib, menunjukkan antusiasme tinggi sejak upacara dimulai hingga agenda berakhir bersama penuh semangat.
Kehadiran siswa SMP Plus Miftahul Ulum memperlihatkan semangat pelajar menghargai perjuangan para pahlawan yang telah merebut kemerdekaan bangsa Indonesia tercinta. Seluruh peserta menyambut kegiatan tersebut sekaligus memasuki tahun ajaran 2026 dengan tekad belajar, berprestasi, dan membangun karakter positif setiap hari.

Pembina upacara, Dr. Muhammad Sholeh Shobary, M.Pd., menyampaikan bahwa usia kemerdekaan 81 tahun merupakan fase kematangan bangsa Indonesia saat ini. Menurut Sholeh, kemerdekaan tidak cukup diperingati melalui kegiatan seremonial, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari secara konsisten.
Karena itu, generasi muda harus memahami kemerdekaan sebagai tanggung jawab bersama untuk membangun Indonesia yang lebih baik bagi semua generasi. Menurutnya, tema Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur bukan sekadar slogan, melainkan kompas perjuangan bangsa menuju masa depan yang lebih sejahtera.
Kedaulatan, keadilan, dan kemakmuran harus diwujudkan melalui pendidikan berkualitas, karakter kuat, kepedulian sosial, serta kerja keras bersama secara berkelanjutan nasional. Sholeh menjelaskan bahwa tanggung jawab mengisi kemerdekaan berada di ruang kelas, pesantren, kampus, dan lingkungan pendidikan lainnya secara nyata langsung.
Santri, murid, mahasiswa, guru, ustadz, serta dosen memiliki peran penting menentukan arah perjalanan Indonesia menuju masa depan lebih baik bersama bersama. Berdaulat berarti Indonesia mampu berdiri sendiri dalam politik, ekonomi, ilmu pengetahuan, teknologi, serta menghadapi perkembangan dunia secara mandiri dan percaya diri.
Bangsa berdaulat tidak mudah didikte, dijajah pemikirannya, ataupun bergantung sepenuhnya kepada produk bangsa lain dalam memenuhi kebutuhan masyarakat sendiri sendiri. Karena itu, penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, dan bahasa menjadi bagian penting membangun kemandirian bangsa menghadapi persaingan global semakin ketat dunia.
Sementara keadilan berarti seluruh anak bangsa memperoleh hak sama tanpa diskriminasi, termasuk kesempatan mendapatkan pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan secara merata. Nilai keadilan dapat dimulai melalui tindakan sederhana, seperti guru menilai siswa secara objektif dan membimbing mereka dengan tanggung jawab penuh.
Adapun kemakmuran berarti kesejahteraan dirasakan merata sehingga masyarakat dapat makan, bersekolah, berobat, bekerja, serta mewujudkan impian hidup dengan layak bersama. Kemakmuran hanya dapat dibangun melalui kerja keras, kejujuran, kreativitas, inovasi, dan kepedulian terhadap kepentingan masyarakat luas bersama secara berkelanjutan nasional.
Dalam dunia pendidikan, santri dan siswa menjadi penerus tongkat estafet kemerdekaan yang bertanggung jawab membangun Indonesia melalui pembelajaran sungguh-sungguh setiap. Sholeh menegaskan bangsa yang tidak menguasai ilmu pengetahuan akan sulit berdaulat, sedangkan bangsa malas tidak mencapai kemakmuran berkelanjutan bagi masyarakat. Selain cerdas intelektual, santri dan siswa dituntut memiliki akhlak karimah, menjaga iman, ibadah, serta mencintai tanah air dengan sepenuh hati.
Menurut Bapak Sahwini, guru SMP Plus Miftahul Ulum, peringatan kemerdekaan bagi pelajar bukan sekadar mengikuti upacara semata, tetapi momentum pendidikan. Momentum tersebut menjadi kesempatan menumbuhkan cinta tanah air, menghargai perjuangan pahlawan, meningkatkan semangat belajar, disiplin, tanggung jawab, dan prestasi pelajar.(Red)











