Notice: Fungsi WP_Styles::add ditulis secara tidak benar. Style dengan penangan "thickbox" telah dimasukkan ke dalam antrian dengan dependensi yang tidak terdaftar: dashicons. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.9.1.) in /home/saly4638/public_html/wp-includes/functions.php on line 6131

Tragedi Laut Sumenep: KM Titipan Ilahi Ludes Terbakar Saat Proses Bongkar Muat

- Pewarta

Sabtu, 19 April 2025 - 20:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep, Salam News. Id – Sebuah kapal nelayan kayu bernama KM Titipan Ilahi terbakar hebat di perairan Pulau Sapangkur, Kecamatan Sapeken, Sumenep, Madura. Peristiwa kebakaran tersebut terjadi pada Sabtu siang, 19 April 2025, sekitar pukul 14.30 WIB di tengah laut terbuka.

Kapal yang sehari-hari digunakan untuk mengangkut ikan dari Banyuwangi ke Sapeken itu sedang proses loading saat api muncul. Api dengan cepat membesar dan melahap hampir seluruh badan kapal, membuat warga sekitar panik dan waspada.

Warga yang melihat kejadian dari kejauhan melaporkan bahwa kobaran api tampak sangat jelas dan besar membakar kapal. Seorang warga bernama Badrul Aini menyatakan kapal terbakar hebat sekitar lima mil dari laut Pulau Sapangkur.

Ucapan KPU-HPN 2025

“Kapal besar terbakar di laut, jaraknya kira-kira lima mil dari Sapangkur,” tutur Badrul kepada wartawan setempat. Menurutnya, asap hitam tebal mengepul ke udara, terlihat jelas dari bibir pantai dan mengundang perhatian masyarakat.

Banyak warga yang mendokumentasikan peristiwa itu lewat ponsel dan mengunggahnya ke media sosial hingga jadi viral. Dalam video yang beredar, terlihat api menjalar di bagian dek kapal dan menjilat seluruh bagian hingga nyaris habis.

Baca Juga :  Kemarin Anies Kampanye di Setiap Tempat Ramainya Tak Ketulungan: Sebuah Refleksi Politik

Kapal terlihat masih berada di tengah perairan saat api berkobar hebat tanpa adanya tanda pemadaman berlangsung. Sementara itu, Plt Kasi Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti S, mengonfirmasi bahwa pihaknya sedang mengecek kejadian tersebut.

“Saya cek,” jawabnya singkat saat dikonfirmasi oleh awak media mengenai kebakaran kapal KM Titipan Ilahi itu. Hingga berita ini ditulis, belum ada informasi resmi mengenai penyebab pasti kebakaran yang melanda kapal nelayan tersebut.

Pihak berwenang termasuk aparat kepolisian masih berada di lokasi kejadian untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Belum dapat dipastikan pula apakah ada korban jiwa dalam insiden ini karena laporan dari lapangan masih sangat minim.

Tim penyelamat serta petugas terkait dikerahkan ke lokasi guna memastikan keselamatan serta memadamkan sisa api. Petugas juga tampak memeriksa kemungkinan adanya tumpahan bahan bakar yang dapat memperparah situasi di laut.

Upaya penanganan juga difokuskan pada pengumpulan keterangan dari saksi yang berada di sekitar lokasi kebakaran. Para nelayan setempat juga turut membantu proses penanganan dan memberikan informasi awal kepada aparat.

Baca Juga :  Pembahasan Tuntas, DPRD Sumenep Selesaikan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2024

Hingga kini, identitas awak kapal dan jumlah pasti orang yang berada di atas kapal saat kejadian masih ditelusuri. Pemerintah daerah setempat telah berkoordinasi dengan otoritas maritim untuk pengawasan dan evakuasi lebih lanjut.

Kapal KM Titipan Ilahi diketahui sering hilir mudik antar pulau membawa hasil tangkapan nelayan untuk dipasarkan. Kehilangan kapal tersebut menjadi pukulan bagi komunitas nelayan di wilayah Sapeken yang sangat bergantung padanya.

Pihak keluarga awak kapal juga mulai berdatangan ke pos pengaduan untuk mencari kabar kerabat mereka. Kejadian ini menambah daftar panjang insiden kebakaran kapal nelayan yang sering terjadi akibat kelalaian atau kerusakan teknis.

Diharapkan, investigasi segera dilakukan agar penyebab kebakaran bisa diungkap dan kejadian serupa tak terulang. Masyarakat diminta tidak menyebarkan informasi yang belum jelas sumbernya demi menghindari kepanikan yang tidak perlu.

Otoritas kelautan akan melakukan evaluasi terhadap standar keselamatan kapal tradisional di perairan Sumenep dan sekitarnya. (*)

Berita Terkait

Kolaborasi Pemkab, BUMN, dan Swasta Jadi Jurus Baru Tingkatkan Nilai Ekonomi Nelayan Madura
Pemkab Sumenep Tancap Gas Benahi Tata Kelola Aset, Dorong Transparansi dan Akuntabilitas
Bupati Fauzi Ajak Kades Solid, Koperasi Merah Putih Jadi Tulang Punggung Ekonomi Desa
Direktur RSUD dr Erliyati Turun Langsung, Pastikan Layanan Cepat, Humanis, dan Berkualitas untuk Pasien
Cegah Diam-Diam Mematikan, Puskesmas Rubaru Intensifkan Skrining Hipertensi dan Diabetes
RSUD dr H Moh Anwar Sumenep Tancap Gas 2026, Target Jadi Rujukan Kesehatan Terbaik Nasional
Ontel Jadi Pilihan, DPRD Sumenep Dorong Gaya Hidup Hemat BBM dan Ramah Lingkungan
Panen Padi Awal 2026 Sumenep Melejit, Produksi Lampaui Target dan Catat Rekor Tertinggi Madura

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 07:21 WIB

Kolaborasi Pemkab, BUMN, dan Swasta Jadi Jurus Baru Tingkatkan Nilai Ekonomi Nelayan Madura

Senin, 20 April 2026 - 07:09 WIB

Pemkab Sumenep Tancap Gas Benahi Tata Kelola Aset, Dorong Transparansi dan Akuntabilitas

Sabtu, 18 April 2026 - 19:26 WIB

Direktur RSUD dr Erliyati Turun Langsung, Pastikan Layanan Cepat, Humanis, dan Berkualitas untuk Pasien

Sabtu, 18 April 2026 - 14:06 WIB

Cegah Diam-Diam Mematikan, Puskesmas Rubaru Intensifkan Skrining Hipertensi dan Diabetes

Sabtu, 18 April 2026 - 05:49 WIB

RSUD dr H Moh Anwar Sumenep Tancap Gas 2026, Target Jadi Rujukan Kesehatan Terbaik Nasional

Jumat, 17 April 2026 - 15:28 WIB

Ontel Jadi Pilihan, DPRD Sumenep Dorong Gaya Hidup Hemat BBM dan Ramah Lingkungan

Kamis, 16 April 2026 - 21:19 WIB

Panen Padi Awal 2026 Sumenep Melejit, Produksi Lampaui Target dan Catat Rekor Tertinggi Madura

Rabu, 15 April 2026 - 05:44 WIB

Dinkes P2KB Sumenep Dorong WFH dan Jalan Kaki, Langkah Nyata Tekan Konsumsi BBM

Berita Terbaru