Notice: Fungsi WP_Styles::add ditulis secara tidak benar. Style dengan penangan "thickbox" telah dimasukkan ke dalam antrian dengan dependensi yang tidak terdaftar: dashicons. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.9.1.) in /home/saly4638/public_html/wp-includes/functions.php on line 6170

Rukyatul Hilal di 41 Titik Nihil Hasil, NU Jatim Usulkan Awal Puasa 19 Februari 2026

- Pewarta

Selasa, 17 Februari 2026 - 18:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatim, Salam News. Id – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur merekomendasikan awal Ramadhan 1447 Hijriyah jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026 mendatang. Rekomendasi tersebut disampaikan setelah pemantauan hilal dilakukan serentak di berbagai titik pengamatan yang tersebar di wilayah Jawa Timur.

Proses rukyatul hilal dilaksanakan oleh Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama bersama tim falakiyah daerah masing-masing secara terkoordinasi dan menyeluruh. Pemantauan dilakukan menjelang matahari terbenam untuk memastikan kemungkinan terlihatnya hilal sebagai penentu awal bulan Ramadhan tahun ini.

Namun hingga proses observasi selesai, para perukyat tidak berhasil menyaksikan kemunculan hilal di seluruh lokasi pengamatan. Salah satu titik yang turut melakukan rukyat berada di Balai Rukyat NU Bukit Condrodipo, Kabupaten Gresik.

Ucapan KPU-HPN 2025

Di lokasi tersebut, tim falakiyah telah mempersiapkan peralatan teleskop dan metode hisab untuk mendukung pengamatan visual. Meski cuaca relatif mendukung di beberapa daerah, posisi hilal dilaporkan masih berada di bawah ufuk barat.

Ketua LFNU Jawa Timur, Samsul Ma’arif, menyampaikan bahwa tidak ada laporan terlihatnya hilal dari daerah manapun. Pernyataan itu disampaikan di Surabaya usai menerima hasil rekapitulasi laporan rukyatul hilal seluruh kabupaten kota.

Baca Juga :  M.H. Said Abdullah Turun Lansung Beri Bantuan Traktor & Pompa Air

Menurutnya, secara astronomis ijtimak terjadi setelah matahari terbenam sehingga hilal belum memenuhi kriteria imkanur rukyat. Kondisi tersebut menyebabkan tinggi hilal bernilai negatif dan tidak memungkinkan untuk diamati menggunakan alat optik.

Atas dasar itu, LFNU Jawa Timur menyerahkan laporan resmi kepada jajaran syuriyah untuk ditindaklanjuti sesuai mekanisme organisasi. Selanjutnya, laporan tersebut akan diteruskan kepada Pengurus Besar Nahdlatul Ulama sebagai bahan pertimbangan ikhbar resmi.

Keputusan final mengenai awal Ramadhan tetap menunggu hasil sidang itsbat yang digelar pemerintah pusat. Sebelumnya, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur menginstruksikan rukyatul hilal di empat puluh satu titik strategis.

Lokasi pengamatan tersebar mulai dari kawasan pesisir, dataran tinggi, hingga gedung bertingkat di berbagai kota. Beberapa titik berada di Jember, Kediri, Madura, Gresik, Ponorogo, Saradan, Sumenep, Bondowoso, dan Lumajang.

Selain itu, pengamatan juga dilakukan di Bojonegoro, Pasuruan, Malang, Situbondo, Bangil, Banyuwangi, Tuban, serta Bawean. Wilayah Mojokerto, Jombang, Blitar, Pacitan, Sampang, Surabaya, Probolinggo, dan Lamongan turut berpartisipasi aktif.

Baca Juga :  Bupati Sumenep: Job Fire Bisa Mengurangi Angka Pengangguran di Sumenep

Daerah Sidoarjo, Ngawi, Bangkalan, Ambulu, hingga Pilangkenceng juga menjadi bagian jaringan pemantauan hilal serentak. Setiap lokasi dikoordinasikan oleh tim falakiyah setempat yang memahami prosedur teknis dan standar pengamatan hilal.

Metode rukyat dipadukan dengan perhitungan hisab untuk memastikan data astronomi selaras dengan observasi lapangan. Sinergi tersebut menunjukkan keseriusan Nahdlatul Ulama menjaga akurasi penetapan awal bulan hijriyah.

Rekomendasi Kamis sebagai awal Ramadhan merupakan hasil kolektif berdasarkan laporan faktual seluruh daerah pengamatan. Meski demikian, NU tetap menghormati mekanisme pemerintah dalam menentukan awal puasa secara nasional.

Masyarakat diimbau menunggu keputusan resmi sidang itsbat sebelum memulai ibadah puasa Ramadhan. Tradisi rukyatul hilal menjadi bagian penting dalam menjaga kesinambungan metodologi penetapan kalender hijriyah.

Proses tersebut juga memperkuat kolaborasi antara ulama, ahli falak, dan pemerintah dalam urusan keagamaan. Dengan hasil pengamatan kali ini, Ramadhan 1447 Hijriyah diperkirakan dimulai setelah bulan Sya’ban digenapkan tiga puluh hari. Keputusan itu diharapkan memberikan kepastian bagi umat Islam dalam mempersiapkan ibadah secara khusyuk dan tertib.(**)

Berita Terkait

Lirboyo versus Kepentingan Politik? Perdebatan Lokasi Muktamar NU Kian Menghangat
Aksi Nyata Peduli Lingkungan, TNI Bersama Warga Percantik Wisata Religi Asta Tinggi
Sambut 1 Muharram 1448 H, Bupati Fauzi Ajak ASN dan Masyarakat Perkuat Kepedulian Sosial
Pemkab Sumenep Perkuat Pengawasan BSPS 2026, Sekda Tegas Tolak Segala Bentuk Pungli
Ning Lia Temui Jamaah Haji Sumenep di Makkah, Titip Pesan Jaga Kesehatan Jelang Armuzna
Doa Setelah Shalat Wajib Boleh Dilantangkan? Simak Penjelasan Ulama dan Hadis Sahih
Hasil Hisab UIN Walisongo: Awal Dzulhijjah 1447 H Diperkirakan Jatuh 18 Mei 2026
Khidmat dan Penuh Haru, PCNU Sumenep Masa Khidmat 2026–2031 Resmi Dilantik di Al-Karimiyyah

Berita Terkait

Selasa, 23 Juni 2026 - 15:42 WIB

Lirboyo versus Kepentingan Politik? Perdebatan Lokasi Muktamar NU Kian Menghangat

Sabtu, 20 Juni 2026 - 15:40 WIB

Aksi Nyata Peduli Lingkungan, TNI Bersama Warga Percantik Wisata Religi Asta Tinggi

Jumat, 19 Juni 2026 - 17:53 WIB

Sambut 1 Muharram 1448 H, Bupati Fauzi Ajak ASN dan Masyarakat Perkuat Kepedulian Sosial

Selasa, 9 Juni 2026 - 14:26 WIB

Pemkab Sumenep Perkuat Pengawasan BSPS 2026, Sekda Tegas Tolak Segala Bentuk Pungli

Senin, 25 Mei 2026 - 17:32 WIB

Ning Lia Temui Jamaah Haji Sumenep di Makkah, Titip Pesan Jaga Kesehatan Jelang Armuzna

Selasa, 19 Mei 2026 - 12:24 WIB

Doa Setelah Shalat Wajib Boleh Dilantangkan? Simak Penjelasan Ulama dan Hadis Sahih

Senin, 18 Mei 2026 - 11:22 WIB

Hasil Hisab UIN Walisongo: Awal Dzulhijjah 1447 H Diperkirakan Jatuh 18 Mei 2026

Sabtu, 16 Mei 2026 - 22:20 WIB

Khidmat dan Penuh Haru, PCNU Sumenep Masa Khidmat 2026–2031 Resmi Dilantik di Al-Karimiyyah

Berita Terbaru