Sumenep, Salam News. Id – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep menggelar kegiatan silaturahmi dan buka puasa bersama Ramadan 1447 Hijriah di kantor PCNU. Kegiatan tersebut berlangsung pada Kamis, 12 Maret 2026, dengan menghadirkan berbagai tokoh masyarakat serta pemangku kepentingan daerah.
Acara itu mengusung tema “Meneguhkan Kebersamaan, Satu Fikrah dan Satu Harakah” sebagai upaya memperkuat persatuan serta kerja sama. Momentum tersebut dimanfaatkan untuk mempererat hubungan antara organisasi Nahdlatul Ulama dengan Pemerintah Kabupaten Sumenep dalam pembangunan daerah.
Kegiatan itu juga dihadiri berbagai unsur pimpinan daerah Kabupaten Sumenep mulai dari kalangan ulama hingga pejabat pemerintahan. Selain itu hadir pula unsur eksekutif, legislatif, serta perwakilan lembaga yudikatif yang ikut berbaur dalam suasana kebersamaan Ramadan.

Ketua PCNU Sumenep KH Md Widadi Rahim menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan silaturahmi dan buka puasa bersama tersebut. Ia mengapresiasi kehadiran para tamu undangan yang meluangkan waktu untuk menghadiri acara kebersamaan dalam bulan suci Ramadan.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum penting mempererat hubungan antar tokoh agama, pemerintah, serta berbagai organisasi kemasyarakatan di daerah. “Alhamdulillah sore hari ini kita semua diberikan kesehatan sehingga dapat berkumpul dan bersilaturahmi dalam acara buka puasa bersama,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya sebatas ajang pertemuan silaturahmi, tetapi juga memperkuat kebersamaan dalam menjalankan tanggung jawab. Terutama tanggung jawab organisasi kemasyarakatan dalam memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat serta pembangunan daerah Kabupaten Sumenep.
Dalam tradisi Nahdlatul Ulama, kata dia, penting menjaga kesatuan pemikiran atau fikrah dan kesatuan gerakan atau harakah. Melalui kesatuan tersebut, seluruh elemen organisasi dapat menjalankan amanah pelayanan kepada masyarakat Nahdliyin secara lebih maksimal.
Widadi berharap kegiatan seperti ini dapat memperkuat sinergi antar lembaga dan organisasi masyarakat yang ada di Kabupaten Sumenep. Ia menilai pembangunan daerah membutuhkan kerja sama semua pihak agar berbagai program dapat berjalan secara optimal.
Peran Nahdlatul Ulama dalam menjaga nilai-nilai keagamaan yang rahmatan lil alamin dinilai penting bagi kehidupan masyarakat. Selain itu, NU juga berperan menjaga harmoni sosial di tengah keberagaman masyarakat yang hidup berdampingan di Kabupaten Sumenep.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir para ulama, pejabat pemerintah, tokoh masyarakat, serta pimpinan berbagai organisasi kemasyarakatan. Beberapa di antaranya termasuk unsur Muhammadiyah yang ikut hadir dalam kegiatan kebersamaan tersebut.
Mereka berkomitmen bersama untuk membangun masyarakat dan meningkatkan pelayanan kepada umat di Kabupaten Sumenep.
Sementara itu Bupati Sumenep H Achmad Fauzi Wongsojudo menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan yang digelar PCNU Sumenep.
Ia menilai kegiatan tersebut menjadi sarana penting memperkuat kebersamaan antara organisasi keagamaan dan pemerintah daerah. “Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Sumenep, saya mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa Ramadan,” kata Fauzi.
Ia juga menyampaikan selamat kepada pengurus PCNU Sumenep yang baru dilantik agar dapat menjalankan amanah organisasi dengan baik. Fauzi berharap kepengurusan baru PCNU Sumenep dapat terus menjalin sinergi dengan pemerintah daerah.
Menurutnya, sebelumnya pemerintah daerah juga telah berdiskusi dengan para tokoh Nahdlatul Ulama mengenai berbagai program kerja sama. Kerja sama tersebut diharapkan mampu memperkuat berbagai program pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sumenep.
Pemerintah daerah, kata Fauzi, selalu terbuka menerima berbagai saran dan gagasan dari PCNU Sumenep. Termasuk kritik konstruktif yang bertujuan memperbaiki kebijakan serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat luas. Ia menegaskan hubungan baik antara PCNU Sumenep dan Pemerintah Kabupaten Sumenep merupakan kewajiban yang harus dijaga.
Menurutnya pembangunan daerah bukan hanya tanggung jawab pemerintah semata, melainkan juga seluruh elemen masyarakat. Termasuk organisasi kemasyarakatan seperti Nahdlatul Ulama yang memiliki peran penting dalam kehidupan sosial masyarakat.(Red)











