Sumenep, Salam News. Id – Wakil Bupati KH. Imam Hasyim resmi membuka kegiatan takbiran menyambut Idul Fitri 1447 Hijriah di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Jumat malam. Kegiatan takbiran tersebut berlangsung khidmat, meriah, serta penuh antusiasme masyarakat yang hadir dari berbagai kalangan di wilayah Sumenep.
Ratusan warga tampak memadati area pendopo sejak awal acara, turut mengumandangkan takbir bersama dengan penuh semangat dan kebersamaan. Acara tersebut juga dihadiri jajaran Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen penting daerah yang ikut menyemarakkan suasana.
Dalam sambutannya, KH. Imam Hasyim mengajak masyarakat menjadikan Idul Fitri sebagai momentum meningkatkan keimanan dan mempererat silaturahmi antar sesama. Ia menyampaikan rasa syukur atas kesempatan berkumpul bersama dalam suasana takbiran yang penuh makna dan nilai spiritual mendalam tersebut.

Menurutnya, lantunan takbir, tahmid, dan tahlil merupakan bentuk ungkapan syukur kepada Allah SWT setelah menjalani ibadah puasa Ramadan. Wabup menegaskan bahwa momen Idul Fitri harus dimaknai tidak hanya sebagai perayaan, tetapi juga refleksi diri atas perjalanan spiritual selama Ramadan.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga nilai kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat yang harmonis dan saling menghormati antar warga. Menurut KH. Imam Hasyim, Idul Fitri adalah kemenangan sejati dalam mengendalikan hawa nafsu dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya memperbaiki hubungan sosial, saling memaafkan, serta membangun kembali persaudaraan yang mungkin sempat renggang. Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk tetap menjaga ketertiban selama malam takbiran agar suasana tetap kondusif dan aman.
Wabup berharap seluruh warga Sumenep dapat merayakan malam takbiran dengan penuh kedamaian serta menghindari hal-hal yang merugikan bersama. Ia juga menegaskan bahwa keamanan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat tanpa terkecuali dalam momentum perayaan keagamaan.
Suasana takbiran semakin terasa semarak dengan gema takbir yang menggema di seluruh area pendopo secara serempak dan penuh kekhidmatan. Tabuhan rebana yang mengiringi lantunan takbir menambah nuansa religius serta memperkuat semangat kebersamaan di tengah masyarakat yang hadir.
Berbagai kalangan masyarakat, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, tampak antusias mengikuti rangkaian acara hingga selesai dengan tertib. Kegiatan ini menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam menjaga tradisi keagamaan yang sarat nilai budaya.
Takbiran bersama juga menjadi ajang mempererat hubungan emosional antara pemimpin daerah dengan masyarakat secara langsung dan penuh kehangatan. Momentum tersebut sekaligus memperlihatkan semangat gotong royong serta kebersamaan yang menjadi ciri khas masyarakat Kabupaten Sumenep.
Acara ini diharapkan mampu memperkuat nilai-nilai keislaman serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya persatuan dan kesatuan. Dengan dibukanya kegiatan takbiran secara resmi, masyarakat semakin merasakan kehadiran pemerintah dalam setiap momen penting keagamaan.
Kehadiran tokoh-tokoh daerah juga memberikan semangat tersendiri bagi masyarakat untuk terus menjaga tradisi serta memperkuat ukhuwah Islamiyah. Takbiran di Pendopo Agung Keraton Sumenep menjadi simbol kebersamaan dalam menyambut hari kemenangan setelah sebulan penuh berpuasa.
Kegiatan ini diharapkan membawa keberkahan, kedamaian, serta mempererat persatuan masyarakat di Kabupaten Sumenep dalam kehidupan sehari-hari ke depan.(Red/W)











