Sumenep, Salam News. Id – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Batang Batang bersama Puskesmas setempat resmi menjalin kerja sama strategis melalui penandatanganan nota kesepahaman bersama. Kesepakatan tersebut melahirkan program kolaboratif bertajuk Be-SMART, yaitu Bimbingan dan Edukasi Spiritual untuk Kesehatan Mental Masyarakat yang terintegrasi.
Penandatanganan dilakukan pada Senin, 4 Mei 2026, bertempat di ruang Kepala Puskesmas Batang Batang berlangsung khidmat. Momentum tersebut menjadi langkah nyata dalam mengintegrasikan layanan kesehatan medis dengan pendekatan keagamaan guna menjawab tantangan kesehatan mental masyarakat modern.
Kepala KUA Batang Batang, Hasyim As’ari, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor sebagai respons meningkatnya gangguan mental di tengah masyarakat. Ia menyampaikan bahwa kasus stres, kecemasan, hingga depresi semakin sering ditemukan sehingga membutuhkan pendekatan penanganan yang lebih komprehensif dan menyeluruh.

Menurutnya, persoalan kesehatan mental tidak bisa hanya ditangani secara medis, tetapi juga membutuhkan dukungan spiritual sebagai bagian penting proses penyembuhan. Melalui kerja sama ini, pihaknya ingin menghadirkan layanan yang tidak hanya fokus pada aspek fisik, tetapi juga memperhatikan kondisi batin masyarakat.
Program Be-SMART dirancang untuk memberikan pendampingan spiritual kepada pasien melalui keterlibatan aktif penyuluh agama yang memiliki kompetensi pembinaan keagamaan. Penyuluh agama diharapkan mampu menjadi pendamping psikospiritual yang membantu pasien menemukan ketenangan, harapan, serta makna dalam proses penyembuhan.
Pendekatan ini dinilai efektif karena menyentuh sisi emosional dan spiritual pasien yang sering kali terabaikan dalam layanan kesehatan konvensional. Selain itu, program ini melibatkan Penyuluh Agama Islam dari organisasi IPARI Kabupaten Sumenep yang memiliki pengalaman dalam pembinaan masyarakat.
Keterlibatan mereka diharapkan mampu memperkuat implementasi program sekaligus menjangkau masyarakat secara lebih luas hingga tingkat akar rumput. Dalam pelaksanaannya, program Be-SMART mengusung pendekatan promotif, preventif, kuratif, serta rehabilitatif berbasis komunitas yang terintegrasi secara berkelanjutan.
Pendekatan tersebut memungkinkan masyarakat mendapatkan layanan edukasi, pencegahan, pengobatan, hingga pemulihan secara menyeluruh dan berkesinambungan. Salah satu metode unggulan yang diterapkan adalah Relaksasi Spiritual atau RESPIR yang dirancang khusus untuk membantu proses pemulihan pasien.
Metode RESPIR menggabungkan teknik relaksasi dengan penguatan nilai-nilai spiritual sehingga mampu memberikan efek menenangkan bagi pasien yang membutuhkan. Teknik ini dapat diterapkan kepada pasien dengan gangguan fisik maupun mental emosional secara terstruktur dan terarah sesuai kebutuhan masing-masing individu.
Kepala Puskesmas Batang Batang, Sulaiha Riningsih, menyambut baik kerja sama tersebut sebagai inovasi pelayanan kesehatan berbasis kolaborasi lintas sektor. Ia menilai integrasi layanan medis dan spiritual merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pelayanan serta kepuasan pasien secara menyeluruh.
Menurutnya, kebutuhan pasien tidak hanya berkaitan dengan penyembuhan fisik, tetapi juga mencakup kondisi mental dan spiritual yang saling berkaitan erat. Dengan pendekatan holistik, pasien diharapkan mendapatkan pelayanan yang lebih manusiawi serta mampu mempercepat proses pemulihan secara signifikan.
Program ini juga diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat dalam meningkatkan kesadaran pentingnya menjaga kesehatan mental secara berkelanjutan. Kolaborasi ini menjadi contoh sinergi antara lembaga keagamaan dan kesehatan dalam menciptakan layanan publik yang inovatif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Ke depan, model pelayanan seperti ini diharapkan dapat direplikasi di daerah lain sebagai upaya memperkuat sistem kesehatan mental berbasis nilai spiritual.(Red)











