Notice: Fungsi WP_Styles::add ditulis secara tidak benar. Style dengan penangan "thickbox" telah dimasukkan ke dalam antrian dengan dependensi yang tidak terdaftar: dashicons. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.9.1.) in /home/saly4638/public_html/wp-includes/functions.php on line 6131

Media Management Training, Ruang Belajar Media Digital Kader PMII

- Pewarta

Senin, 6 September 2021 - 02:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta,Salam News. Id –  PB PMII-Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) melalui Pengurus Bidang Media dan Komunikasi Publik berkolaborasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI menyelenggarakan kegiatan Media Management Training (MMT) dan Digital Talk bagi kader-kader PMII yang ada di seluruh Indonesia, kegiatan ini dilaksanakan secara daring, Ahad (5/9/2021). MMT merupakan ruang belajar media digital untuk kader PMII yang memiliki minat di bidang media digital.
Direktur MMT Hamas Nahdly mengatakan, pelatihan tersebut bertujuan untuk memfasilitasi kader PMII dalam mendapatkan soft skill dari ruang digital. Menurutnya, MMT akan dilangsungkan sampai akhir tahun 2021 dengan narasumber dan tema yang berbeda-beda. Pelaksanaan MMT dibagi menjadi dua sesi yakni sesi online dan hybrid, pada sesi online dibagi lagi menjadi 7 chapter. Di sinilah, kader PMII dilatih secara Khusus mengenai pemahaman bagaimana manajemen media dijalankan.
“Ada beberapa materi. Hari ini membahas pengantar digital media, bicara manajemen konten, manajemen media di PMII. Di chapter berikutnya ada video editing, graphic design, belajar web development,” ujar Hamas saat menyampaikan laporan.
Hamas menambahkan, PB PMII melalui Pengurus Bidang Media dan Komunikasi Publik berkomitmen untuk memperbaiki seluruh media yang dikelola oleh kader di semua level kepengurusan, dari mulai tingkat rayon sampai dengan PB. Hal ini sebagai respons terhadap dunia digital yang berkembang sangat pesat.
“Aktivitas masyarakat sekarang ada di sana (media digital). Apalagi di level pemuda atau mahasiswa, ketika kita tidak bisa mengikuti ruang digital tentu kita akan sulit beradaptasi dengan mereka. Pendekatan ke mereka sangat terbatas, dari itu, aktivitas PMII harus masif di ruang dunia maya,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Bidang Media dan Komunikasi Publik PB PMII Surya Noor menegaskan, saat ini bangsa Indonesia dihadapkan dengan zaman di mana seseorang sudah mampu mengintegrasikan teknik-sistem digital, komputerisasi dan jaringan internet. Aktivitas masyarakat saling terhubung, cepat dalam mengakses pengetahuan, mudah dan efektif ketika ingin mencari berbagai kebutuhan.
Seiring dengan perkembangan itu, peran Manusia berpotensi tergantikan oleh robot, salah satu contoh adalah taxi terbang tanpa pengemudi yang baru saja tiba di Indonesia beberapa waktu yang lalu. Begitupun dengan dunia pendidikan, saat ini seseorang dapat bersekolah tanpa harus pergi ke sekolah.
“Zaman sudah berubah, masa yang lalu kelompok strategis itu mungkin hanya pemerintahan, hari ini kelompok strategis bisa disandang oleh serang yang hanya punya ratusan ribu followers sebagai influencer,” tambah Surya.
Dulu, perkembangan dunia digital hanya sekadar imajinasi, saat ini, imajinasi tersebut menjadi sebuah kenyataan dan dirasakan oleh masyarakat. Hal inilah, kata Surya Noor, yang menjadi alasan mengapa kader-kader PMII harus menyesuaikan pada era disrupsi atau era revolusi industri 4.0.
“Hari ini memaksa kita untuk masuk kepada era disrupsi, era perubahan, perubahan yang fundamental dan cepat, yang bahkan sering tidak terduga, bisa berubah dengan tempo yang sangat singkat,” katanya.
Lebih jauh, Pandemi Covid-19 secara tidak langsung telah menuntut masyarakat untuk mampu mengendalikan platform digital sebagai kebutuhan mereka sehari-hari, baik kebutuhan pendidikan, rumah tangga, sosial, maupun kebutuhan spiritual seperti merefleksikan paham keagamaan.
Dalam forum yang sama, CEO Infina Indonesia Oktora Irahadi mengatakan, dasar-dasar media digital dapat dipahami sebagai kemampuan individu dalam merespons informasi dan aplikasi digital yang saat ini populer di Indonesia seperti google dan platform media sosial youtube, Instagram, facebook, twitter dan tik tok. Medsos sebagai sarana komunikasi dan interaksi masyarakat harus diisi dengan konten baik sekaligus mendorong mereka untuk berbuat sesuatu yang bermanfaat.
Hal pertama yang harus diperhatikan oleh kader-kader PMII bahwa bermedia sosial harus mengenal audiens atau pengikut kita di media sosial. Konten yang diunggah sebaiknya menyesuaikan dengan pasar yang menjadi fokus dari jenis platform media tertentu. Pentingnya anak muda dan mahasiswa bermain internet juga didasari pada tingginya pengguna internet di Indonesia yakni sekitar 76 persen.
Prinsipnya, kata dia, agar mendapatkan ads dari platform media tersebut, komunikasi pengguna harus maksimal, misalnya aktif mengunggah konten dan selalu membalas komentar followers.
“Yang juga harus diketahui bahwa ada 8 hal yang dilakukan seseorang di internet yaitu browsing, belanja, cari makanan, hiburan, main Medsos, meeting, nonton video dan dengerin lagu. Mereka menggunakan 8 aplikasi dalam sehari dan minimal 8 detik per orang di internet,” ucap Oktora.
Hal lain yang harus diperhatikan kader-kader PMII ketika menggunakan platform media digital yakni menciptakan aplikasi atau konten yang menarik, mengingat persaingannya sangat banyak sekali. Seseorang harus mencari cara bagaimana agar aplikasi tersebut mampu menahan orang agar secara terus menerus mengunjunginya.
Selain itu, perhatikan format konten, saat ini masyarakat lebih menyukai format simple tetapi pesannya sampai seperti menyukai konten tayangan video daripada sekadar konten teks biasa.
“Satu lagi, kalau bikin konten yang mendidik tetap harus menghibur. Karena kalau tidak menghibur pasti ditinggalkan, netizen kita lebih suka hiburan, happy-happy,” ujar dia.
 
Sebagai informasi, MMT dan Digital Talk kali ini merupakan kegiatan perdana, narasumber lain yang juga menjadi narasumber pada kegiatan ini yakni Adibah Rachman selaku content creator, menyampaikan materi Manajemen Konten dalam Media. Lalu Armanda selaku content Analyst yang menyampaikan materi Instrumen Manajemen Media Digital.
Penulis : Abdul Rahman Ahdori
Baca Juga :  Jelang Idul Adha, Pemkab Sumenep Bentuk Satgas PMK

Berita Terkait

Bupati Fauzi Ajak Kades Solid, Koperasi Merah Putih Jadi Tulang Punggung Ekonomi Desa
Turnamen Bolavoli Piala Bupati Sumenep 2026 Diserbu 109 Klub, Bukti Bangkitnya Olahraga Daerah
DPRD Sumenep Sahkan Tiga Raperda Strategis, Dorong Ekonomi Daerah dan Perkuat BUMD
APTI Sumenep dan PT Djarum Kolaborasi, Bibit Tembakau Unggul Gratis Dongkrak Kesejahteraan Petani
Pemkab Sumenep Resmi Terapkan Penghematan BBM, ASN Wajib Jalan Kaki dan Bersepeda Setiap Jumat
Lampu Jalan Banyak Padam, Fraksi PAN Sumenep Desak Perbaikan PJU Segera Dilakukan
PKB Sumenep Rangkul Santri dan Akademisi, Jaring Aspirasi Lewat Lomba Ilmiah
Pemkab Sumenep Alihkan kebijakan efisiensi energi ke Hari Rabu

Berita Terkait

Rabu, 8 April 2026 - 17:42 WIB

Turnamen Bolavoli Piala Bupati Sumenep 2026 Diserbu 109 Klub, Bukti Bangkitnya Olahraga Daerah

Selasa, 7 April 2026 - 19:08 WIB

DPRD Sumenep Sahkan Tiga Raperda Strategis, Dorong Ekonomi Daerah dan Perkuat BUMD

Senin, 6 April 2026 - 14:47 WIB

APTI Sumenep dan PT Djarum Kolaborasi, Bibit Tembakau Unggul Gratis Dongkrak Kesejahteraan Petani

Senin, 6 April 2026 - 10:24 WIB

Pemkab Sumenep Resmi Terapkan Penghematan BBM, ASN Wajib Jalan Kaki dan Bersepeda Setiap Jumat

Jumat, 3 April 2026 - 16:52 WIB

Lampu Jalan Banyak Padam, Fraksi PAN Sumenep Desak Perbaikan PJU Segera Dilakukan

Kamis, 2 April 2026 - 07:52 WIB

PKB Sumenep Rangkul Santri dan Akademisi, Jaring Aspirasi Lewat Lomba Ilmiah

Rabu, 1 April 2026 - 18:32 WIB

Pemkab Sumenep Alihkan kebijakan efisiensi energi ke Hari Rabu

Rabu, 1 April 2026 - 18:04 WIB

Wabup Beberkan Capaian Sumenep 2025, Dari Ekonomi Hingga Kesehatan Makin Membaik

Berita Terbaru