Sumenep, Salam News. Id – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, memperketat pengawasan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan meminta seluruh sekolah berperan aktif memastikan kualitas makanan yang diterima peserta didik setiap hari. Langkah tersebut dilakukan agar seluruh menu yang disajikan benar-benar memenuhi standar kelayakan konsumsi, aman, serta memberikan manfaat optimal bagi tumbuh kembang anak selama mengikuti proses pembelajaran di sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Moh. Iksan, menegaskan bahwa setiap temuan mengenai kualitas makanan, baik dari sisi kebersihan, cita rasa, maupun kelayakan konsumsi, wajib segera dilaporkan kepada pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Menurutnya, pelaporan yang cepat akan memudahkan proses evaluasi sehingga kekurangan yang ditemukan dapat segera diperbaiki tanpa mengganggu keberlangsungan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di sekolah.
Pernyataan tersebut disampaikan Moh. Iksan ketika menjadi narasumber dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “NgomBe (Ngobrol MBG): Program Berdampak, Lanjut atau Tidak?” yang diselenggarakan Dewan Pimpinan Cabang Persatuan Wartawan Republik Indonesia (DPC PWRI) Kabupaten Sumenep di Tanean Cafe, Kamis (9/7/2026). Forum diskusi itu menghadirkan berbagai pemangku kepentingan untuk membahas efektivitas sekaligus merumuskan rekomendasi penyempurnaan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Sumenep.

Dalam kesempatan tersebut, Iksan menegaskan bahwa Dinas Pendidikan tidak hanya menerima laporan dari sekolah, tetapi juga terus melakukan pemantauan secara langsung terhadap pelaksanaan MBG di berbagai satuan pendidikan. Pengawasan lapangan dinilai menjadi bagian penting untuk memastikan seluruh prosedur pelaksanaan berjalan sesuai ketentuan, mulai dari distribusi makanan hingga kualitas menu yang diterima peserta didik setiap harinya.
Ia bahkan mengaku kerap melakukan inspeksi mendadak atau sidak ke sejumlah sekolah tanpa pemberitahuan sebelumnya. Langkah tersebut dilakukan agar kondisi yang dilihat benar-benar mencerminkan pelaksanaan di lapangan. Dengan cara itu, pihaknya dapat mengetahui secara langsung kualitas makanan, porsi yang diterima siswa, hingga respons peserta didik terhadap menu yang disediakan dalam Program Makan Bergizi Gratis.
Menurut Iksan, salah satu perhatian utama yang selalu diperiksa saat melakukan sidak adalah kecukupan porsi makanan. Ia berharap setiap peserta didik memperoleh makanan dengan jumlah yang memadai sehingga mampu memenuhi kebutuhan energi selama mengikuti kegiatan belajar mengajar. Sementara itu, terkait kandungan gizi dalam setiap menu, pihaknya menyerahkan penilaian teknis kepada tenaga ahli dan tim yang memiliki kewenangan di bidang pemenuhan gizi.
Hasil pemantauan yang dilakukan secara rutin, lanjut Iksan, menjadi bahan evaluasi bagi seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. Setiap masukan dari sekolah maupun hasil pengawasan lapangan akan dijadikan dasar untuk memperbaiki sistem pelayanan, meningkatkan kualitas makanan, serta menyempurnakan mekanisme distribusi agar program tersebut semakin efektif memberikan manfaat kepada para peserta didik.
Karena itu, Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep telah menginstruksikan seluruh kepala sekolah agar tidak ragu menyampaikan laporan apabila menemukan makanan yang dinilai kurang layak dikonsumsi atau apabila terdapat keluhan dari siswa mengenai kualitas maupun cita rasa makanan yang diterima. Menurutnya, keterbukaan dalam menyampaikan laporan merupakan bagian penting untuk menjaga mutu pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis secara berkelanjutan.
Iksan menjelaskan bahwa setiap laporan yang masuk akan diteruskan kepada pengelola SPPG agar segera dilakukan evaluasi. Dengan mekanisme tersebut, apabila ditemukan kekurangan dalam penyediaan makanan, perbaikan dapat dilakukan secepat mungkin sehingga kualitas pelayanan kepada peserta didik tetap terjaga. Ia berharap seluruh sekolah aktif membangun komunikasi yang baik dengan pengelola SPPG demi keberhasilan pelaksanaan program nasional tersebut.
Selain pengawasan di tingkat sekolah, Iksan juga menekankan pentingnya memperkuat koordinasi lintas sektor antara Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, pengelola SPPG, serta seluruh lembaga pendidikan. Sinergi antarlembaga dinilai menjadi kunci utama agar pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis berjalan sesuai standar pelayanan yang telah ditetapkan pemerintah sekaligus mampu menjawab berbagai tantangan yang muncul di lapangan.
Tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas makanan, Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep juga mendorong perluasan cakupan penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis. Pemerintah daerah berharap seluruh peserta didik, termasuk yang berada di lembaga pendidikan berbasis pesantren maupun wilayah kepulauan seperti Pulau Masalembu, dapat menikmati layanan yang sama. Menurut Iksan, pemerataan akses terhadap program tersebut merupakan langkah penting untuk memastikan seluruh anak di Kabupaten Sumenep memperoleh hak yang setara dalam mendapatkan makanan bergizi demi mendukung kesehatan, kecerdasan, dan kualitas generasi masa depan.(*/Red)











