Notice: Fungsi WP_Styles::add ditulis secara tidak benar. Style dengan penangan "thickbox" telah dimasukkan ke dalam antrian dengan dependensi yang tidak terdaftar: dashicons. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.9.1.) in /home/saly4638/public_html/wp-includes/functions.php on line 6170

Kelangkaan Gas 3 Kg di Sumenep: DPRD, Pemkab, dan Aktivis Bersuara

- Pewarta

Selasa, 17 Juni 2025 - 12:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep, Salam News. Id – Komisi I DPRD Kabupaten Sumenep akhirnya buka suara terkait kelangkaan dan mahalnya harga gas LPG 3 kg di masyarakat. Chairul Anwar, anggota Komisi I, menegaskan bahwa penyebab kelangkaan bukan dari Pertamina, tetapi dugaan permainan agen dan sub agen.

Menurut Chairul, pasokan dari Pertamina lancar dan normal, tanpa adanya pengurangan kuota maupun kendala distribusi dari pusat ke daerah. “Pengakuan Bagian Perekonomian menyebutkan distribusi dari SPBE ke agen berjalan lancar, tidak ada gangguan pasokan,” jelas Chairul Anwar.

Ia menduga ada praktik penimbunan atau pengalihan distribusi oleh oknum agen hingga sub agen yang menyebabkan gas menjadi langka. “Kalau pasokan normal tapi masyarakat kesulitan, berarti ada yang bermain. Kami mencurigai adanya penimbunan oleh agen atau sub agen.”

Ucapan KPU-HPN 2025

Jika terbukti ada pelanggaran, Komisi I DPRD akan mengusulkan pencabutan izin usaha terhadap agen atau sub agen yang nakal. Chairul juga menyebutkan, secara logis satu tabung gas 3 kg tidak habis dalam sehari untuk kebutuhan rumah tangga biasa.

Namun, di lapangan terlihat harga melonjak dan ketersediaan menipis, menandakan adanya praktik tak wajar dalam distribusi gas. “Pengecer tidak punya tempat untuk menimbun. Jadi yang mungkin bermain adalah agen dan sub agen,” tambah Chairul menjelaskan.

Baca Juga :  Presiden: Bandara Trunojoyo Sumenep Untuk Meningkatkan Konektivitas Dan Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Di Madura

Komisi I mendesak agar pihak terkait segera turun tangan dan melakukan pengawasan ketat terhadap proses distribusi LPG 3 kg. Jika ada pelanggaran, maka sanksi tegas harus diberikan, termasuk mencabut izin agar tidak merugikan masyarakat kecil penerima subsidi.

“Gas melon ini disubsidi untuk rakyat kecil. Jangan sampai disalahgunakan oknum demi keuntungan pribadi,” tegas Chairul kembali. Sebelumnya, Kepala Bagian Perekonomian Pemkab Sumenep, Dadang Dedy Iskandar, menyebut pasokan gas di wilayahnya tetap aman.

Dadang menekankan bahwa tidak terjadi kelangkaan, hanya terjadi lonjakan konsumsi akibat hari besar dan libur beberapa waktu lalu. “Tim kami sudah turun langsung ke lapangan. Distribusi dari agen ke pangkalan tetap berjalan baik,” kata Dadang Iskandar.

Menurut Dadang, lonjakan pembelian masyarakat menyebabkan kesan kelangkaan. Biasanya dua tabung, kini beli sampai empat tabung. Untuk mengantisipasi, Pemkab Sumenep mengajukan tambahan kuota fakultatif ke Pertamina, dan telah disetujui sebanyak 30.000 tabung.

Baca Juga :  Permodalan Syariah BPRS Bhakti Sumekar Percepat Pertumbuhan Ekonomi Lokal Lewat MBG

Tambahan tersebut kini mulai disalurkan secara bertahap ke wilayah-wilayah terdampak, dengan pengawasan distribusi yang lebih ketat. “Kami minta agen dan sub agen tidak menjual berlebihan ke pengecer tanpa kontrol. Ini penting untuk menjaga kestabilan,” tegasnya.

Sementara itu, aktivis sosial Muhammad Masrul juga angkat bicara soal tingginya harga gas LPG 3 kg di pasaran saat ini. Masrul mengatakan banyak warga mengeluhkan harga masih tinggi, bahkan mencapai Rp26.000 per tabung di beberapa tempat.

Padahal pemerintah telah menetapkan harga eceran tertinggi. Namun kenyataan di lapangan tidak sesuai, banyak yang melanggar aturan. Masrul meminta agar sub agen dan pengecer nakal segera ditindak tegas, dimulai dari teguran hingga sanksi lebih berat.

Ia juga akan terus memantau perkembangan harga di lapangan dan mendesak pemerintah bertindak serius menertibkan distribusi gas. Kami ingin pemerintah hadir secara nyata, bukan hanya wacana. Warga butuh solusi cepat dan tegas,” tutup Masrul penuh harap.(*)

Berita Terkait

Sumenep Bersiap Jadi Penopang Industri Kelapa Jatim,110.00 Bibit Bersertifikat Disediakan Untuk Dukung Hilirisasi
Gema Takbir Iduladha 1447 H di Pendopo Agung, Bupati Fauzi Doakan Jemaah Haji dan Kemajuan Sumenep
Ning Lia Temui Jamaah Haji Sumenep di Makkah, Titip Pesan Jaga Kesehatan Jelang Armuzna
Wabup Sumenep Tegaskan Harkitnas 2026 Jadi Momentum Bangkitkan Pendidikan dan Desa Mandiri
Mikaila Zahra Maghfira, Gadis Pembawa Cita Rasa Bangsa di Balik Khidmat Hardiknas-Harkitnas Sumenep
Angin Segar Pelestarian Tari Sintung: Camat Ambunten Beri Apresiasi Tinggi pada Generasi Muda
Bupati Sumenep Ajak PCNU Perkuat Dakwah Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat
Khidmat dan Penuh Haru, PCNU Sumenep Masa Khidmat 2026–2031 Resmi Dilantik di Al-Karimiyyah

Berita Terkait

Rabu, 27 Mei 2026 - 13:18 WIB

Sumenep Bersiap Jadi Penopang Industri Kelapa Jatim,110.00 Bibit Bersertifikat Disediakan Untuk Dukung Hilirisasi

Rabu, 27 Mei 2026 - 11:56 WIB

Gema Takbir Iduladha 1447 H di Pendopo Agung, Bupati Fauzi Doakan Jemaah Haji dan Kemajuan Sumenep

Senin, 25 Mei 2026 - 17:32 WIB

Ning Lia Temui Jamaah Haji Sumenep di Makkah, Titip Pesan Jaga Kesehatan Jelang Armuzna

Kamis, 21 Mei 2026 - 12:56 WIB

Wabup Sumenep Tegaskan Harkitnas 2026 Jadi Momentum Bangkitkan Pendidikan dan Desa Mandiri

Kamis, 21 Mei 2026 - 09:37 WIB

Mikaila Zahra Maghfira, Gadis Pembawa Cita Rasa Bangsa di Balik Khidmat Hardiknas-Harkitnas Sumenep

Senin, 18 Mei 2026 - 10:04 WIB

Angin Segar Pelestarian Tari Sintung: Camat Ambunten Beri Apresiasi Tinggi pada Generasi Muda

Minggu, 17 Mei 2026 - 07:44 WIB

Bupati Sumenep Ajak PCNU Perkuat Dakwah Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat

Sabtu, 16 Mei 2026 - 22:20 WIB

Khidmat dan Penuh Haru, PCNU Sumenep Masa Khidmat 2026–2031 Resmi Dilantik di Al-Karimiyyah

Berita Terbaru