Lesbumi Sumenep Gelar Malem Salekoran, Bedah Dinamika Kesenian dari Perspektif NU

- Pewarta

Selasa, 9 Juni 2026 - 12:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep, Salam News. Id – Lesbumi (Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia) PCNU Sumenep menggelar Malem Salekoran bertema “Titik Koma Kesenian Sumenep” di lantai II Kantor PCNU Sumenep, Ahad (7/6/2026).

Kegiatan rutin setiap tanggal 21 Hijriyah itu menjadi platform untuk membedah dinamika kesenian dan kebudayaan di Kabupaten Sumenep. Hadir sebagai narasumber, Ketua PCNU Sumenep KH Md Widadi Rahim serta Tenaga Ahli Bupati Bidang IPTEK dan Kebudayaan, Ibnu Hajar.

Kiai Widadi menilai perkembangan kesenian di Sumenep bergerak melalui komunitas yang berjalan secara organik.

“Kita melihat kesenian di Sumenep ini kadang masih berjalan di ruang masing-masing. Seni rupa punya jalannya sendiri, sastra sendiri, komunitas lain juga begitu. Padahal kalau dirangkul bersama, dampaknya akan lebih besar,” paparnya.

Berangkat dari perspektif Nahdlatul Ulama (NU), Kiai Widadi memandang kesenian tidak hanya sekadar sarana ekspresi. Lebih dari itu, kesenian juga dapat menjadi media dakwah untuk mengusung nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja).

“Kesenian bagi NU menjadi panggung dakwah untuk menyampaikan nilai-nilai Aswaja dengan cara yang lebih dekat dengan masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga :  5 Anggota Anggota DPRD Sumenep Dapil 4 Kompak Hadiri Sosialisasi Kamtibmas di Kecamatan Rubaru

Sementara itu, Ibnu Hajar menyampaikan bahwa perkembangan dan dinamika kesenian dan kebudayaan di Sumenep tidak bisa dilepaskan dari tradisi pesantren yang selama ini menjadi salah satu penyangga kehidupan budaya di Kota Keris.

“Kalau bicara kesenian Sumenep, kita tidak bisa memisahkannya dari pesantren. Banyak dinamika kebudayaan di daerah ini lahir dan tumbuh dari tradisi pesantren,” kata Ibnu.

Ibnu juga menceritakan pembentukan Lesbumi di Sumenep. Menurut dia, gerakan tersebut memiliki keterkaitan dengan aktivitas Jaringan Seniman Sumenep (JSS) yang pada masanya menjadi ruang berkumpul para pegiat seni dan budaya.

“Dulu ada ruang yang mempertemukan para seniman, salah satunya JSS. Dari situ kemudian lahir semangat yang ikut menjadi bagian dari tumbuhnya Lesbumi di Sumenep,” jelasnya.

Ia menyinggung perjalanan Lesbumi pada masa kepemimpinan Ketua PCNU Sumenep Kiai Ilyasi Siradj. Lesbumi disebut pernah melahirkan buku antologi puisi Kampung Indonesia Pasca Kerusuhan yang diterbitkan LKiS.

Sastrawan angkatan 1990-an itu mengajak Lesbumi Sumenep agar tidak berhenti pada forum kegiatan seremonial semata, melainkan juga bergerak secara substantif.

Baca Juga :  Wakil Bupati Sumenep Melepas Festival Drumband Pelajar 2023 Di Depan Rumah Dinas Bupati

Ia mengibaratkan Lesbumi seperti seorang koki yang tinggal mengolah kembali warisan para seniman sebelumnya. “Lesbumi ini seperti koki, bumbunya sudah disiapkan para pendahulu. Tinggal bagaimana diolah menjadi sesuatu yang relevan dengan kebutuhan hari ini,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Lesbumi PCNU Sumenep, Moh Junaidi, mengatakan apa yang disampaikan kedua narasumber tersebut akan menjadi catatan penting, terutama untuk merealisasikan berbagai program yang sudah dibentuk.

“Itu spirit dan perspektif yang harus kami terima sebagai catatan bagaimana Lesbumi akan berjalan ke depan,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa kesenian dan kebudayaan tidak melulu perkara tontonan semata, melainkan juga menjadi ruang produksi ide, gagasan, dan kekaryaan. Karenanya, tugas Lesbumi, kata dia, adalah memosisikan diri sebagai fasilitator. Tujuannya untuk turut mengintervensi ekosistem kesenian dan kebudayaan yang tidak hanya bertumpu pada panggung dan pertunjukan semata.

“Makanya, Malem Salekoran ini, sebagai warisan dari kepengurusan Lesbumi sebelumnya, tetap kami adopsi. Terutama sebagai bagian dari proses transfer pengetahuan,” pungkasnya.(*)

Berita Terkait

Nasib Petani Tembakau Sumenep Menggantung, TIHT 2026 Belum Juga Diumumkan
Banggar DPRD Sumenep Tunda Pembahasan KUA-PPAS 2027, Mosi Tidak Percaya kepada Sekda Mengemuka
Pemkab Sumenep Perkuat Disiplin ASN, Bangun Birokrasi Profesional dan Pelayanan Publik Berkualitas
RSUD Moh. Anwar Sumenep Andalkan Kebersihan Lingkungan sebagai Pilar Mutu Layanan Kesehatan
DKPP Sumenep Anggarkan Rp1,9 Miliar untuk Alsintan, Percepat Modernisasi Pertanian dan Dukung Swasembada Pangan
KPRI RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Raih Predikat Koperasi Sehat, Bukti Tata Kelola Profesional dan Transparan
Bupati Sumenep Pastikan Rotasi Pejabat Terus Berjalan, Evaluasi Kinerja Dilakukan Setiap Enam Bulan
DKPP Sumenep Gandeng Polres, Kejaksaan, dan Gapoktan Awasi Program Pertanian 2026

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 17:22 WIB

Nasib Petani Tembakau Sumenep Menggantung, TIHT 2026 Belum Juga Diumumkan

Senin, 20 Juli 2026 - 18:53 WIB

Banggar DPRD Sumenep Tunda Pembahasan KUA-PPAS 2027, Mosi Tidak Percaya kepada Sekda Mengemuka

Senin, 20 Juli 2026 - 10:30 WIB

RSUD Moh. Anwar Sumenep Andalkan Kebersihan Lingkungan sebagai Pilar Mutu Layanan Kesehatan

Sabtu, 18 Juli 2026 - 07:50 WIB

DKPP Sumenep Anggarkan Rp1,9 Miliar untuk Alsintan, Percepat Modernisasi Pertanian dan Dukung Swasembada Pangan

Jumat, 17 Juli 2026 - 20:04 WIB

KPRI RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Raih Predikat Koperasi Sehat, Bukti Tata Kelola Profesional dan Transparan

Jumat, 17 Juli 2026 - 19:55 WIB

Bupati Sumenep Pastikan Rotasi Pejabat Terus Berjalan, Evaluasi Kinerja Dilakukan Setiap Enam Bulan

Kamis, 16 Juli 2026 - 17:01 WIB

DKPP Sumenep Gandeng Polres, Kejaksaan, dan Gapoktan Awasi Program Pertanian 2026

Kamis, 16 Juli 2026 - 15:27 WIB

Polres Resmi Naik Status Menjadi Polresta, Kapolda Minta Pelayanan Kepolisian di Sumenep Semakin Profesional

Berita Terbaru