Sumenep, Salam News. Id – Musim tanam padi pertama pada triwulan pertama tahun 2026 di Kabupaten Sumenep Madura mengalami surplus produksi signifikan dan melampaui target. Kondisi tersebut menunjukkan kinerja sektor pertanian semakin membaik sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah sejak awal tahun berjalan secara berkelanjutan stabil.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sumenep Chainur Rasyid menyampaikan capaian panen triwulan pertama tahun 2026 telah melampaui target ditetapkan sebelumnya. Ia menjelaskan produksi gabah petani meningkat berkat sinergi pemerintah daerah penyuluh pertanian serta dukungan berbagai pihak terkait lainnya secara optimal.Kamis,(16/04/2026)
Sesuai target dari Bulog penyerapan gabah pada tahun 2026 awalnya ditetapkan sebanyak enam ratus ton untuk wilayah Sumenep secara keseluruhan. Namun realisasi di lapangan menunjukkan angka jauh melampaui target tersebut berkat peningkatan produktivitas lahan dan dukungan kebijakan pemerintah efektif.

Kerja sama antara DKPP penyuluh dan Bulog dilakukan melalui pendekatan langsung kepada petani guna memastikan penyerapan hasil panen berjalan maksimal. Bulog menerapkan sistem jemput bola dengan turun langsung ke sawah petani menggunakan armada truk pengangkut gabah yang telah disiapkan sebelumnya.
Harga pembelian gabah ditetapkan sebesar enam ribu lima ratus rupiah per kilogram sesuai harga eceran tertinggi yang telah ditentukan pemerintah. Kebijakan tersebut memberikan kepastian harga bagi petani sehingga mereka merasa lebih terlindungi dari fluktuasi harga pasar yang sering merugikan sebelumnya.
Antusiasme petani terlihat meningkat karena adanya jaminan harga yang menguntungkan serta kehadiran pemerintah dalam mendukung hasil pertanian mereka secara nyata. Chainur Rasyid menegaskan bahwa perubahan pola pikir petani mulai terlihat dengan meningkatnya kepercayaan terhadap peran pemerintah dalam sektor pertanian daerah.
Ia juga menyampaikan bahwa target enam ratus ton yang ditetapkan kini telah tercapai bahkan melonjak hingga enam ribu enam puluh. Capaian tersebut menunjukkan peningkatan signifikan dibanding target awal sehingga panen pertama tahun ini menjadi momentum penting bagi pertanian Sumenep.
Bahkan produksi gabah mencapai enam ribu enam puluh enam ton menjadikannya sebagai pencapaian tertinggi di wilayah Madura saat ini berlangsung. Empat kabupaten di Madura turut dibandingkan namun Sumenep berhasil mencatat produksi tertinggi berkat pengelolaan pertanian yang semakin baik terarah.
Keberhasilan ini tidak lepas dari peran aktif penyuluh pertanian yang terus mendampingi petani dalam meningkatkan kualitas produksi padi setiap musim. Selain itu pemanfaatan lahan secara maksimal juga menjadi faktor penting dalam meningkatkan hasil panen di berbagai wilayah Sumenep saat ini.
Secara ekonomi capaian tersebut memberikan dampak besar terhadap perputaran uang di kalangan petani serta masyarakat pedesaan secara luas merata. Perhitungan menunjukkan total nilai transaksi gabah mencapai lebih dari empat miliar rupiah pada triwulan pertama tahun ini berlangsung signifikan.
Pembayaran dilakukan langsung oleh Bulog kepada petani sehingga memberikan kepastian dan mempercepat perputaran ekonomi di tingkat lokal masyarakat desa. Menariknya sebagian gabah dari Sumenep juga diminati daerah lain seperti Banyumas dan beberapa wilayah luar Madura lainnya saat ini.
Hal tersebut menunjukkan kualitas gabah Sumenep mampu bersaing di pasar luar daerah dengan standar harga yang tetap mengikuti ketentuan pemerintah. Bulog memastikan siap menerima gabah kering petani selama memenuhi standar kualitas serta tetap mengacu pada harga eceran tertinggi nasional berlaku.
Ke depan pemerintah daerah akan terus memperkuat kolaborasi dengan petani penyuluh dan Bulog guna memaksimalkan potensi pertanian secara berkelanjutan optimal.(*/W)











