Wisata Religi, Agung Bhalang Tokoh Termasyhur Diujung Timur Pulau Madura, Banyak Melahirkan Tokoh Besar di Sumenep dan Jawa Timur

- Pewarta

Rabu, 13 Juli 2022 - 05:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Pesarean Sayyid Abdul Karim Di Kampung Bhalang Desa Pakondang Kecamatan Rubaru Kabupaten Sumenep Madura ( Foto Wardi/Salam News. Id ) 

Sumenep, Salam News. Id – Napak tilas kyai Sayyid Abdul Karim bin Syits tokoh ulama termasyhur yang banyak melahirkan tokoh besar di Kabupaten Sumenep. Beliau merupakan keturunan dari kyai Syits yang merupakan putra dari Sunan Cendana (Syeikh Zainal Abidin). 

Dalam perjalanan hidupnya beliau pernah mengabdikan diri di Kerajaan Mataram, dan setelah itu kembali ke Madura tepatnya di Desa Pakondang Kecamatan Rubaru daerah yang dibabat oleh beliau yang saat ini dikenal dengan Kampung Balang, nama kampung tersebut disesuaikan dengan jabatan beliau sebagai hulu balang yang diberikan oleh Pangeran Lor II. Sehingga beliau diberi julukan agung balang. 

Kyai Sayyid Abdul Karim menikah dengan Dewi Khalifah yang merupakan keturunan Raden Mas Rangsang, Panembahan Agung Prabu Pandita Cakra Kusuma (Senopati Ingalaga) Khalifatullah Sultan Agung, dan memiliki tujuh keturunan. 

Diantaranya, yang pertama namanya Abdul Kuddus, Abdul Kuddus diambil menantu oleh Pangeran Lor II dan bertempat tinggal di daerah karangduak kecamatan Kota Sumenep, yang kedua namanya Abdus Sidqih atau yang dikenal dengan buju’ karongkong yang berada di bukit pal Desa Matanair Kecamatan Rubaru, yang ketiga Syeikh Adul Elma yang dikenal dengan julukan agung kokap, yang keempat Syeikh Abdul Adil yang dikenal dengan julukan agung balang II, yang kelima Nyi Nur Safi yang menempati  anjuk, yang keenam Nyi Nur Aminah yang menempati di kampung toros Desa Babbalan Kecamatan Batuan, dan yang terakhir Agung Panjelin yang berada di kampung manjelin di Desa Pakondang. 

Baca Juga :  Presiden Joko Widodo Kunjungi Kabupaten Banggai, Provinsi Sulawesi Tengah

K.H. Talabuddin Muslim, Pengasuh Pondok Pesantren Assasul Muttaqin sekaligus keturunan buju’ balang yang berada di Dusun Balang Desa Pakondang Kecamatan Rubaru, beliau mengatakan, delapan puluh persen ulama-ulama yang ada di Jawa Timur memiliki sanad keturunan ke  kyai Sayyid Abdul Karim bin Syits. 

“Diantaranya yang mendirikan Pondok Pesantren Tarate yaitu K.H. Zainal Arifin bin K. Talabuddin, selain itu juga Pondok Pesantren Karay, Pondok Pesantren Pajung, Pondok Pesantren Guluk-Guluk, Pondok Pesantren Banyuanyar, Pondok Pesantren Lembung, Pondok Pesantren Al-amin, bahkan Pondok Pesantren Situbondo yang didirikan oleh K.H. As’ad Syamsul Arifin dan beliau juga masih keturunan Sayyid Abdul Karim (agung balang),” tuturnya. 

Baca Juga :  Tekan Pengangguran, Wamenaker: Butuh Kerjasama dan Peningkatan SDM

Beliau menambahkan, banyak dari keturunan kyai Sayyid Abdul Karim bin Syits menjadi ulama yang membantu masyarakat dalam memahami agama islam. 

“Dari keturunan Sayyid Abdul Karim banyak yang menjadi pewaris nabi yang menegakkan agama islam,” tambahnya. 

Tidak hanya itu, selain menjadi tokoh agama, keturunan buju’ balang juga banyak yang berada dipemerintahan. 

“Biasanya keturunan bani buju’ balang ini selalu taat dan patuh  terhadap pemerintahan yang sah, karena memang dari dulu selalu dekat dengan pemerintah dan bahkan menjadi hulu balang dan selalu bersama dengan pemerintah,” kata kyai K.H. Talabuddin Muslim. 

Lebih lanjut, ia menjelaskan, setiap tahun ada haul Sayyid Abdul Karim yang dilaksanakan pada tanggal 8 syawal setelah delapan hari dari hari raya idul fitri yang dihadiri oleh keluarga keturunan bani buju’ balang. 

“Setiap tiga tahun sekali ada haul akbar yang mendatangkan seluruh perwakilan dari keluarga Buju’ Bhalang baik yang ada di Kalimantan, Makasar, dan Pulau-Pulau lain yang ada di Indonesia,” tutupnya. (Wardi/Jhon)

Berita Terkait

Disdukcapil Sumenep Siapkan Tiga Terobosan Layanan, Pemutakhiran Data hingga Aktivasi IKD
Pemkab Sumenep Jawab Kritik Tujuh Fraksi DPRD, APBD Sumenep 2027 Fokus Pemerataan Pembangunan
Disperkimhub Sumenep Targetkan 118 Titik PJU Baru, Pemeliharaan Lampu Tertutup Pohon Jadi Sorotan
Berani Mekar BPRS Bhakti Sumekar, Solusi Permodalan bagi Pedagang UMKM Pasar
Satresnarkoba Polresta Sumenep Amankan Dua Pria dalam Kasus Sabu di Saronggi
DPRD Sumenep Bahas RAPBD 2027, Belanja Daerah Direncanakan Tembus Rp1,99 Triliun
Pemkab Sumenep dan Polresta Siapkan Penertiban Parkir serta Jam Operasional Truk
DLH Sumenep Perketat Pengawasan Sampah dan Limbah Cair SPPG, Puluhan Lokasi Diperiksa

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:14 WIB

Disdukcapil Sumenep Siapkan Tiga Terobosan Layanan, Pemutakhiran Data hingga Aktivasi IKD

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:55 WIB

Pemkab Sumenep Jawab Kritik Tujuh Fraksi DPRD, APBD Sumenep 2027 Fokus Pemerataan Pembangunan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:43 WIB

Disperkimhub Sumenep Targetkan 118 Titik PJU Baru, Pemeliharaan Lampu Tertutup Pohon Jadi Sorotan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:28 WIB

Berani Mekar BPRS Bhakti Sumekar, Solusi Permodalan bagi Pedagang UMKM Pasar

Rabu, 14 Oktober 2026 - 21:34 WIB

Satresnarkoba Polresta Sumenep Amankan Dua Pria dalam Kasus Sabu di Saronggi

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:53 WIB

DPRD Sumenep Bahas RAPBD 2027, Belanja Daerah Direncanakan Tembus Rp1,99 Triliun

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:21 WIB

Pemkab Sumenep dan Polresta Siapkan Penertiban Parkir serta Jam Operasional Truk

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:49 WIB

DLH Sumenep Perketat Pengawasan Sampah dan Limbah Cair SPPG, Puluhan Lokasi Diperiksa

Berita Terbaru