Notice: Fungsi WP_Styles::add ditulis secara tidak benar. Style dengan penangan "thickbox" telah dimasukkan ke dalam antrian dengan dependensi yang tidak terdaftar: dashicons. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.9.1.) in /home/saly4638/public_html/wp-includes/functions.php on line 6170

Wakil Rakyat Sumenep Kecam Keras Dugaan Asusila Tokoh Yayasan

- Pewarta

Senin, 9 Juni 2025 - 15:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep, Salam News. Id – Anggota DPRD Sumenep dari Dapil Arjasa, Wahyudi, S.Sos., menyuarakan kemarahan atas dugaan tindakan asusila oleh SN. SN (53), diketahui merupakan tokoh agama sekaligus Ketua Yayasan Darul Abrar yang berlokasi di Desa Angkatan, Arjasa.

Dalam pernyataan resminya, Wahyudi menilai bahwa dugaan perbuatan SN merupakan bentuk pengkhianatan terhadap kepercayaan masyarakat. Ia menyebut, tindakan tersebut tidak hanya melanggar hukum, tapi juga meninggalkan luka mendalam pada para korban remaja.

“Pelaku harus dihukum seberat-beratnya! Ini bukan pelanggaran biasa, tapi kejahatan terhadap moral dan kemanusiaan,” tegasnya. Menurutnya, kasus tersebut telah menimbulkan trauma berkepanjangan dan mencederai masa depan anak-anak yang masih di bawah umur.

Ucapan KPU-HPN 2025

Wahyudi juga meminta agar Yayasan Darul Abrar ditutup permanen sebagai bentuk sanksi sosial terhadap institusi yang disalahgunakan. “Lembaga itu sudah kehilangan fungsi. Harus ditutup agar tidak ada lagi korban berikutnya,” ujarnya, Sabtu (7/6/2025).

Baca Juga :  Pemkab Sumenep Alihkan kebijakan efisiensi energi ke Hari Rabu

Tak hanya mengecam, Wahyudi langsung berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk menyelamatkan pendidikan para santri terdampak. Ia mengaku sudah meminta agar para korban segera dipindahkan ke lembaga pendidikan yang lebih aman dan terpercaya.

“Anak-anak itu butuh perlindungan. Mereka harus tetap belajar, tapi di tempat yang membina, bukan menyakiti,” tambahnya. Pihak Dinas Pendidikan pun dikabarkan mulai menyusun langkah penanganan terhadap santri agar proses belajar tetap berjalan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, dugaan pencabulan dilakukan oleh SN di rumahnya yang juga berfungsi sebagai lokasi yayasan. Ironisnya, tempat yang seharusnya menjadi sarana pembinaan justru dijadikan lokasi praktik amoral yang sangat keji.

Korban diduga berjumlah belasan anak dengan usia antara 14 hingga 16 tahun yang tinggal dan diasuh di yayasan tersebut. Warga sekitar menyampaikan kegeraman dan meminta aparat hukum segera mengambil tindakan tegas tanpa pandang bulu.

Baca Juga :  Grup Neraka! Timnas Indonesia U-17 Tantang Jepang, Tiongkok, dan Qatar di Piala Asia U-17 2026

“Kami minta pelaku dihukum seberat mungkin, ini menyangkut masa depan anak-anak kami,” kata warga yang tak ingin disebutkan. Menurutnya, peristiwa ini sangat merusak citra lembaga keagamaan dan kepercayaan publik terhadap tokoh agama lokal.

Pihak kepolisian dilaporkan tengah melakukan penyelidikan intensif serta mendalami keterangan dari para korban dan saksi. Kapolres Sumenep menyatakan bahwa proses hukum akan berjalan sesuai prosedur dan berkomitmen menuntaskan kasus ini.

Kasus ini mendapat perhatian luas karena menyangkut tokoh agama yang seharusnya menjadi teladan moral masyarakat. Masyarakat menanti kepastian hukum dan berharap tragedi serupa tidak lagi terulang di lingkungan pendidikan keagamaan.

DPRD pun berjanji akan terus mengawal jalannya proses hukum dan memastikan pemulihan psikologis korban berjalan baik. Wahyudi menegaskan bahwa anak-anak adalah aset bangsa dan tidak boleh dikhianati oleh siapa pun, apalagi oleh pendidik.(*)

Berita Terkait

Polres Resmi Naik Status Menjadi Polresta, Kapolda Minta Pelayanan Kepolisian di Sumenep Semakin Profesional
Disdik Sumenep Perketat Pengawasan MBG, Sekolah Diminta Segera Laporkan Makanan Tak Layak
Korwil MBG Sumenep Tegaskan Program Makan Bergizi Gratis Terus Dievaluasi demi Manfaat Maksimal
PWRI Sumenep Bedah Program MBG, Pemkab Dorong Evaluasi Total demi Tepat Sasaran
Penantian Panjang Warga Ambunten Berakhir, Jembatan Perintis Garuda Resmi Beroperasi, Dorong Ekonomi Dua Desa
Bupati Sumenep Komitmen Jadikan Pawai Muharram Agenda Tahunan
Aksi Nyata Peduli Lingkungan, TNI Bersama Warga Percantik Wisata Religi Asta Tinggi
Sensus Ekonomi 2026 Jadi Fondasi Pembangunan Berbasis Data, Bupati Sumenep Ajak Masyarakat Berpartisipasi Aktif

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 15:27 WIB

Polres Resmi Naik Status Menjadi Polresta, Kapolda Minta Pelayanan Kepolisian di Sumenep Semakin Profesional

Kamis, 9 Juli 2026 - 16:41 WIB

Disdik Sumenep Perketat Pengawasan MBG, Sekolah Diminta Segera Laporkan Makanan Tak Layak

Kamis, 9 Juli 2026 - 12:39 WIB

Korwil MBG Sumenep Tegaskan Program Makan Bergizi Gratis Terus Dievaluasi demi Manfaat Maksimal

Kamis, 9 Juli 2026 - 10:10 WIB

PWRI Sumenep Bedah Program MBG, Pemkab Dorong Evaluasi Total demi Tepat Sasaran

Sabtu, 4 Juli 2026 - 19:56 WIB

Penantian Panjang Warga Ambunten Berakhir, Jembatan Perintis Garuda Resmi Beroperasi, Dorong Ekonomi Dua Desa

Selasa, 30 Juni 2026 - 10:31 WIB

Bupati Sumenep Komitmen Jadikan Pawai Muharram Agenda Tahunan

Sabtu, 20 Juni 2026 - 15:40 WIB

Aksi Nyata Peduli Lingkungan, TNI Bersama Warga Percantik Wisata Religi Asta Tinggi

Jumat, 19 Juni 2026 - 18:29 WIB

Sensus Ekonomi 2026 Jadi Fondasi Pembangunan Berbasis Data, Bupati Sumenep Ajak Masyarakat Berpartisipasi Aktif

Berita Terbaru