Notice: Fungsi WP_Styles::add ditulis secara tidak benar. Style dengan penangan "thickbox" telah dimasukkan ke dalam antrian dengan dependensi yang tidak terdaftar: dashicons. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.9.1.) in /home/saly4638/public_html/wp-includes/functions.php on line 6131

Dinamika Politik, Kebijakan Publik, dan Arah Ekonomi: Membaca Masa Depan Tata Kelola Negara

- Pewarta

Rabu, 21 Januari 2026 - 17:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Yuda Yuliyanto, Akademisi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Yuda Yuliyanto, Akademisi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Jatim, Salam News, Id – Dinamika politik nasional dalam beberapa tahun terakhir memperlihatkan wajah yang semakin rumit dan penuh kontradiksi di berbagai lini kehidupan bernegara. Stabilitas politik sering dipersepsikan sebagai keberhasilan pemerintah menjaga kesinambungan kekuasaan melalui koalisi besar dan konsolidasi elite politik nasional.

Namun stabilitas tersebut tidak selalu sejalan dengan penguatan demokrasi substantif dan kerap mengorbankan fungsi pengawasan yang seharusnya berjalan efektif.Ruang oposisi yang semestinya menjadi penyeimbang kekuasaan justru semakin menyempit, sehingga kritik konstruktif sering kehilangan daya tekan politiknya.

Kondisi ini berimplikasi pada menurunnya kualitas perdebatan kebijakan publik yang idealnya berbasis gagasan, data, dan kepentingan masyarakat luas. Politik kemudian lebih sering dipahami sebagai arena kompromi kekuasaan daripada ruang adu visi pembangunan jangka panjang yang berorientasi rakyat.

Ucapan KPU-HPN 2025

Logika transaksional perlahan menggantikan logika kebijakan, sehingga keputusan politik cenderung pragmatis dan berjangka pendek.Akibatnya, sejumlah kebijakan publik lahir tanpa fondasi riset yang kuat serta minim pendekatan berbasis bukti dan evaluasi akademik.

Baca Juga :  Demi Mencegah Penyebaran Covid – 19, Ribuan Masyarakat Sumenep Antusias Divaksin

Kebijakan yang seharusnya menjadi jembatan antara negara dan warga justru sering terjebak pada kepentingan simbolik dan pencitraan. Program pemerintah kerap diluncurkan dengan narasi besar, namun tidak selalu diiringi kesiapan institusi pelaksana dan sumber daya manusia.

Di tingkat implementasi, masalah klasik seperti tumpang tindih kewenangan antarinstansi masih terus berulang dan belum tertangani optimal. Koordinasi birokrasi yang lemah menyebabkan efektivitas kebijakan menurun dan manfaatnya tidak sepenuhnya dirasakan masyarakat.

Minimnya partisipasi publik dalam perumusan kebijakan juga membuat aspirasi warga sering terpinggirkan dalam proses pengambilan keputusan. Kebijakan akhirnya berjalan sebagai rutinitas administratif semata, bukan sebagai instrumen strategis perubahan sosial yang berkelanjutan.

Situasi politik dan kebijakan tersebut berdampak langsung pada arah dan kualitas pembangunan ekonomi nasional secara keseluruhan. Secara makro, pemerintah kerap menampilkan indikator pertumbuhan ekonomi yang positif sebagai bukti keberhasilan pembangunan.

Namun pertumbuhan yang terlalu berorientasi angka sering menutupi persoalan struktural yang masih mengakar dalam perekonomian nasional. Ketimpangan ekonomi antarwilayah dan kelompok sosial tetap menjadi tantangan serius yang belum sepenuhnya teratasi secara sistemik.

Baca Juga :  Peresmian Renovasi 17 Stadion: Langkah Besar untuk Meningkatkan Sepak Bola Indonesia dan Mewujudkan Masa Depan Timnas

Sektor informal yang menopang sebagian besar tenaga kerja nasional masih berada dalam kondisi rentan tanpa perlindungan memadai. Kebijakan ekonomi yang pro investasi memang penting, tetapi memerlukan pengawasan ketat agar tidak merugikan masyarakat lokal.

Deregulasi tanpa kontrol berpotensi memicu eksploitasi sumber daya alam dan memperparah degradasi lingkungan hidup. Negara idealnya tidak hanya berperan sebagai fasilitator pasar, tetapi juga regulator yang menjamin keadilan sosial berkelanjutan.

Tantangan ke depan terletak pada pembangunan ekosistem kebijakan yang akuntabel, inklusif, dan berpihak pada kepentingan publik. Tanpa perbaikan tata kelola politik dan birokrasi, kebijakan publik berisiko kehilangan legitimasi sosial dan kepercayaan masyarakat.

Kepercayaan publik yang melemah dapat membuat arah pembangunan ekonomi rapuh dan sulit menopang stabilitas nasional jangka panjang.(Red)

Berita Terkait

Khidmat dan Haru, Shalat Idul Fitri 1447 H di Masjid Jamik Sumenep Dipenuhi Ribuan Umat
Gema Takbir Menggetarkan Sumenep, Wakil Bupati Sumenep Resmi Buka Malam Takbiran Penuh Kebersamaan
Menteri Rasa Sahabat Aksi Pak Purpaya Dengarkan Rakyat Langsung di TikTok Jadi Sorotan
Pemerintah Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh 21 Maret, Ramadan Disempurnakan 30 Hari
Mendung Tutupi Langit Tanaros, Hilal Tak Terlihat di Sumenep Meski Sudah di Atas Ufuk
PMII STAIM Bersuara Keras: Kriminalisasi Ancam Demokrasi, Kasus Andrie Yunus Harus Diusut Tuntas
IGD Tetap Buka 24 Jam, RSUD dr. Moh. Anwar Sumenep Siap Layani Pasien Selama Libur Nasional
Haul Masyayikh Sidogiri Jadi Momentum Berbagi, BMT UGT Nusantara Tebar 1.500 Takjil di Sumenep

Berita Terkait

Sabtu, 21 Maret 2026 - 10:48 WIB

Khidmat dan Haru, Shalat Idul Fitri 1447 H di Masjid Jamik Sumenep Dipenuhi Ribuan Umat

Sabtu, 21 Maret 2026 - 00:14 WIB

Gema Takbir Menggetarkan Sumenep, Wakil Bupati Sumenep Resmi Buka Malam Takbiran Penuh Kebersamaan

Jumat, 20 Maret 2026 - 23:08 WIB

Menteri Rasa Sahabat Aksi Pak Purpaya Dengarkan Rakyat Langsung di TikTok Jadi Sorotan

Kamis, 19 Maret 2026 - 20:53 WIB

Mendung Tutupi Langit Tanaros, Hilal Tak Terlihat di Sumenep Meski Sudah di Atas Ufuk

Kamis, 19 Maret 2026 - 14:52 WIB

PMII STAIM Bersuara Keras: Kriminalisasi Ancam Demokrasi, Kasus Andrie Yunus Harus Diusut Tuntas

Kamis, 19 Maret 2026 - 14:39 WIB

IGD Tetap Buka 24 Jam, RSUD dr. Moh. Anwar Sumenep Siap Layani Pasien Selama Libur Nasional

Selasa, 17 Maret 2026 - 21:44 WIB

Haul Masyayikh Sidogiri Jadi Momentum Berbagi, BMT UGT Nusantara Tebar 1.500 Takjil di Sumenep

Senin, 16 Maret 2026 - 22:52 WIB

PWRI Sumenep Gelar Khatmil Quran 30 Juz di Sekretariat, Perkuat Spirit Ramadan dan Kebersamaan Anggota

Berita Terbaru