Notice: Fungsi WP_Styles::add ditulis secara tidak benar. Style dengan penangan "thickbox" telah dimasukkan ke dalam antrian dengan dependensi yang tidak terdaftar: dashicons. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.9.1.) in /home/saly4638/public_html/wp-includes/functions.php on line 6170

Duka di Misi Perdamaian: Serangan Israel Hantam Pangkalan UNIFIL, Personel Indonesia Tewas

- Pewarta

Senin, 30 Maret 2026 - 15:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Internasional,Salam News. Id – Serangan militer dilaporkan terjadi di wilayah Lebanon selatan, melibatkan Israel yang menargetkan pangkalan pasukan penjaga perdamaian internasional. Pangkalan tersebut diketahui ditempati oleh personel dari Indonesia yang tergabung dalam misi UNIFIL di kawasan konflik.

Insiden ini memicu kekhawatiran serius terkait keselamatan pasukan penjaga perdamaian yang bertugas menjaga stabilitas kawasan perbatasan yang terus memanas. Seorang anggota kontingen dilaporkan gugur setelah terkena serpihan rudal yang menghantam area sekitar pangkalan pada malam hari tersebut.

Kabar duka tersebut segera menyebar dan menjadi perhatian publik, khususnya di Indonesia, mengingat keterlibatan langsung prajurit dalam misi internasional tersebut. Serangan terjadi di pangkalan yang berlokasi di Aadshit al-Qusayr, wilayah strategis di distrik Marjayoun, Lebanon selatan yang rawan konflik bersenjata.

Ucapan KPU-HPN 2025

Menurut laporan dari Kantor Berita Nasional Lebanon, lokasi tersebut menjadi titik penting operasi penjaga perdamaian PBB. Media lokal Al Jadeed News juga melaporkan adanya korban jiwa serta sejumlah korban luka akibat ledakan tersebut.

Baca Juga :  Mahasiswa Kukerta Tematik STAIM Sumenep Gelar Sosialisasi Anti Narkoba

Helikopter terlihat dikerahkan untuk mengevakuasi korban luka dari lokasi kejadian menuju fasilitas medis terdekat demi mendapatkan penanganan cepat. Situasi di lapangan dilaporkan masih tegang, dengan aktivitas militer yang meningkat dan kekhawatiran akan potensi serangan lanjutan di kawasan tersebut.

Juru bicara UNIFIL, Kandice Ardiel, mengonfirmasi adanya ledakan yang terjadi di salah satu posisi pasukan penjaga perdamaian. Ia menyampaikan bahwa beberapa personel mengalami luka-luka akibat proyektil yang meledak di dekat lokasi tempat mereka bertugas malam itu.

Pernyataan tersebut memperkuat laporan sebelumnya yang menyebutkan bahwa insiden ini berdampak langsung terhadap pasukan penjaga perdamaian internasional. Ardiel menjelaskan bahwa ledakan terjadi secara tiba-tiba dan menyebabkan situasi darurat di dalam area pangkalan yang diserang tersebut.

Dalam keterangannya, ia menyebut bahwa proyektil meledak di dekat Adshit al-Qusayr, menyebabkan korban dari kalangan penjaga perdamaian. Selain korban luka, satu personel dilaporkan meninggal dunia secara tragis akibat dampak langsung dari ledakan tersebut di lokasi kejadian.

Baca Juga :  ESDA Sumenep Salurkan BLT DBHCHT Tahun 2021 Secara Bertahap

Korban lain dilaporkan mengalami luka serius dan saat ini mendapatkan perawatan intensif di fasilitas medis yang telah disiapkan pihak terkait. Pihak UNIFIL menegaskan bahwa investigasi sedang dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti serta asal proyektil tersebut.

Hingga saat ini, belum dapat dipastikan pihak mana yang bertanggung jawab atas serangan yang menimpa pangkalan penjaga perdamaian tersebut. Ketidakjelasan ini menambah kompleksitas situasi keamanan di Lebanon selatan yang sejak lama menjadi wilayah dengan tensi konflik tinggi.

Serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian dianggap sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan prinsip perlindungan personel misi damai. Komunitas internasional diharapkan segera memberikan respons serta mendorong penyelidikan menyeluruh atas insiden yang menimbulkan korban jiwa ini.

Pemerintah Indonesia kemungkinan akan mengambil langkah diplomatik untuk memastikan perlindungan maksimal bagi seluruh personel yang bertugas di wilayah konflik. Insiden ini kembali menegaskan risiko tinggi yang dihadapi pasukan penjaga perdamaian dalam menjalankan misi kemanusiaan di daerah rawan konflik global.(**/Red)

Berita Terkait

Polres Resmi Naik Status Menjadi Polresta, Kapolda Minta Pelayanan Kepolisian di Sumenep Semakin Profesional
Dari Bangkalan ke Amerika, Mohamad Holil Sukses Bangun Restoran Viral Beromzet Rp5 Miliar per Bulan
Disdik Sumenep Perketat Pengawasan MBG, Sekolah Diminta Segera Laporkan Makanan Tak Layak
Korwil MBG Sumenep Tegaskan Program Makan Bergizi Gratis Terus Dievaluasi demi Manfaat Maksimal
PWRI Sumenep Bedah Program MBG, Pemkab Dorong Evaluasi Total demi Tepat Sasaran
Comeback Gila Argentina Picu Kontroversi, Hossam Hassan Pertanyakan Keputusan VAR
Haaland Samai Messi dan Mbappe, Perebutan Golden Boot Piala Dunia 2026 Makin Membara
Golden Boot Piala Dunia 2026 Memanas! Mbappe Ungguli Messi Meski Sama-sama Cetak 7 Gol

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 15:27 WIB

Polres Resmi Naik Status Menjadi Polresta, Kapolda Minta Pelayanan Kepolisian di Sumenep Semakin Profesional

Senin, 13 Juli 2026 - 19:08 WIB

Dari Bangkalan ke Amerika, Mohamad Holil Sukses Bangun Restoran Viral Beromzet Rp5 Miliar per Bulan

Kamis, 9 Juli 2026 - 16:41 WIB

Disdik Sumenep Perketat Pengawasan MBG, Sekolah Diminta Segera Laporkan Makanan Tak Layak

Kamis, 9 Juli 2026 - 12:39 WIB

Korwil MBG Sumenep Tegaskan Program Makan Bergizi Gratis Terus Dievaluasi demi Manfaat Maksimal

Kamis, 9 Juli 2026 - 10:10 WIB

PWRI Sumenep Bedah Program MBG, Pemkab Dorong Evaluasi Total demi Tepat Sasaran

Rabu, 8 Juli 2026 - 10:23 WIB

Comeback Gila Argentina Picu Kontroversi, Hossam Hassan Pertanyakan Keputusan VAR

Senin, 6 Juli 2026 - 18:22 WIB

Haaland Samai Messi dan Mbappe, Perebutan Golden Boot Piala Dunia 2026 Makin Membara

Minggu, 5 Juli 2026 - 20:29 WIB

Golden Boot Piala Dunia 2026 Memanas! Mbappe Ungguli Messi Meski Sama-sama Cetak 7 Gol

Berita Terbaru