Notice: Fungsi WP_Styles::add ditulis secara tidak benar. Style dengan penangan "thickbox" telah dimasukkan ke dalam antrian dengan dependensi yang tidak terdaftar: dashicons. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.9.1.) in /home/saly4638/public_html/wp-includes/functions.php on line 6131

Cegah Diam-Diam Mematikan, Puskesmas Rubaru Intensifkan Skrining Hipertensi dan Diabetes

- Pewarta

Sabtu, 18 April 2026 - 14:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep, Salam News. Id – Puskesmas Kecamatan Rubaru Kabupaten Sumenep terus menggencarkan deteksi dini penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes melitus di masyarakat luas. Upaya tersebut dilakukan melalui skrining kesehatan rutin serta edukasi intensif kepada masyarakat guna mencegah munculnya komplikasi serius sejak dini.

Pelaksana Harian Kepala Puskesmas Rubaru dr Riza Wulandari Hariyani menyampaikan pentingnya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan melalui pemeriksaan berkala. Menurutnya tekanan darah tinggi dan kadar gula darah meningkat harus segera ditangani melalui skrining kesehatan pemeriksaan rutin pengobatan serta edukasi.

Langkah tersebut sejalan dengan arahan Kepala Dinas Kesehatan P2KB Kabupaten Sumenep dalam meningkatkan pelayanan kesehatan preventif dan promotif kepada masyarakat. Ia menjelaskan hipertensi dan diabetes merupakan penyakit kronis yang berkembang dalam jangka panjang tanpa disadari oleh banyak masyarakat.

Ucapan KPU-HPN 2025

Jika tidak dikendalikan sejak awal kedua penyakit tersebut dapat memicu komplikasi berat seperti stroke penyakit jantung hingga gagal ginjal. Penanganan penyakit akan semakin kompleks apabila pasien sudah mengalami komplikasi serius yang memerlukan perawatan intensif serta biaya pengobatan tinggi.

Pada kasus tertentu seperti gagal ginjal pasien bahkan harus menjalani terapi cuci darah secara rutin sepanjang hidupnya demi mempertahankan kondisi kesehatan. Karena itu pencegahan serta deteksi dini menjadi kunci utama dalam menekan angka kasus penyakit tidak menular di wilayah tersebut.

Baca Juga :  Jadwal Pertandingan Futsal Bupati Sumenep Cup 2022

Masyarakat perlu memahami batas normal tekanan darah serta kadar gula darah agar tidak mengabaikan kondisi tubuh yang sebenarnya berisiko tinggi. Banyak masyarakat merasa sehat meskipun tekanan darah atau gula darahnya tinggi karena tidak merasakan keluhan atau gejala penyakit tertentu.

Tekanan darah dikategorikan hipertensi apabila mencapai angka sama dengan atau lebih dari seratus empat puluh per sembilan puluh milimeter merkuri. Sementara gula darah sewaktu perlu diwaspadai apabila mencapai angka dua ratus miligram per desiliter terutama jika disertai gejala klinis.

Dokter Riza yang akrab disapa dr Ica menambahkan bahwa pola hidup tidak sehat menjadi faktor utama meningkatnya kasus tersebut. Kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi gula garam serta minuman kemasan menjadi pemicu yang paling sering ditemukan dalam kehidupan sehari hari masyarakat.

Saat ini kasus tidak hanya terjadi pada usia lanjut melainkan juga mulai ditemukan pada usia muda bahkan remaja di atas dua puluh tahun. Ia mengungkapkan pernah menemukan kasus remaja dengan kadar gula darah tinggi akibat kebiasaan mengonsumsi minuman manis kemasan setiap hari.

Baca Juga :  Krisis Pangan Melanda Masalembu Kini Normal Kembali

Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya perubahan gaya hidup sehat sejak usia dini guna mencegah risiko penyakit kronis di masa depan. Ia juga mengingatkan gejala awal diabetes seperti sering haus lapar serta buang air kecil berlebihan yang perlu diwaspadai masyarakat.

Apabila gejala tersebut muncul secara tidak wajar masyarakat disarankan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat untuk penanganan cepat. Selain itu bagi pasien yang telah terdiagnosis puskesmas menyediakan program pengelolaan penyakit kronis atau Prolanis secara berkelanjutan.

Program tersebut meliputi edukasi kesehatan senam bersama pemeriksaan rutin serta pemberian obat untuk menjaga kondisi pasien tetap stabil. Ia menegaskan bahwa obat harus diminum secara rutin bagi pasien hipertensi maupun diabetes guna mencegah komplikasi lebih lanjut.

Dengan langkah proaktif tersebut diharapkan kesadaran masyarakat meningkat sehingga angka penyakit kronis dapat ditekan dan kualitas hidup masyarakat membaik.(W)

Berita Terkait

RSUD dr H Moh Anwar Sumenep Tancap Gas 2026, Target Jadi Rujukan Kesehatan Terbaik Nasional
Ontel Jadi Pilihan, DPRD Sumenep Dorong Gaya Hidup Hemat BBM dan Ramah Lingkungan
Panen Padi Awal 2026 Sumenep Melejit, Produksi Lampaui Target dan Catat Rekor Tertinggi Madura
Dinkes P2KB Sumenep Dorong WFH dan Jalan Kaki, Langkah Nyata Tekan Konsumsi BBM
BPRS Bhakti Sumekar Gelar Talk Show Inklusi Keuangan Syariah di Pendopo Keraton Sumenep
Kolaborasi Pemkab, BUMN, dan Swasta Jadi Jurus Baru Tingkatkan Nilai Ekonomi Nelayan Madura
Pemkab Sumenep Tancap Gas Benahi Tata Kelola Aset, Dorong Transparansi dan Akuntabilitas
DPRD Sumenep Tetapkan 31 Raperda 2026, Arah Kebijakan Daerah Kian Terarah

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 14:06 WIB

Cegah Diam-Diam Mematikan, Puskesmas Rubaru Intensifkan Skrining Hipertensi dan Diabetes

Sabtu, 18 April 2026 - 05:49 WIB

RSUD dr H Moh Anwar Sumenep Tancap Gas 2026, Target Jadi Rujukan Kesehatan Terbaik Nasional

Jumat, 17 April 2026 - 15:28 WIB

Ontel Jadi Pilihan, DPRD Sumenep Dorong Gaya Hidup Hemat BBM dan Ramah Lingkungan

Kamis, 16 April 2026 - 21:19 WIB

Panen Padi Awal 2026 Sumenep Melejit, Produksi Lampaui Target dan Catat Rekor Tertinggi Madura

Selasa, 14 April 2026 - 11:56 WIB

BPRS Bhakti Sumekar Gelar Talk Show Inklusi Keuangan Syariah di Pendopo Keraton Sumenep

Senin, 13 April 2026 - 19:21 WIB

Kolaborasi Pemkab, BUMN, dan Swasta Jadi Jurus Baru Tingkatkan Nilai Ekonomi Nelayan Madura

Senin, 13 April 2026 - 18:09 WIB

Pemkab Sumenep Tancap Gas Benahi Tata Kelola Aset, Dorong Transparansi dan Akuntabilitas

Jumat, 10 April 2026 - 18:13 WIB

DPRD Sumenep Tetapkan 31 Raperda 2026, Arah Kebijakan Daerah Kian Terarah

Berita Terbaru