Notice: Fungsi WP_Styles::add ditulis secara tidak benar. Style dengan penangan "thickbox" telah dimasukkan ke dalam antrian dengan dependensi yang tidak terdaftar: dashicons. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.9.1.) in /home/saly4638/public_html/wp-includes/functions.php on line 6170

Sumenep Tangkap Peluang Hilirisasi Kelapa, Ribuan Bibit Unggulan Disiapkan

- Pewarta

Selasa, 26 Mei 2026 - 17:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep, Salam News. Id – Kementerian Pertanian Republik Indonesia terus mempercepat program hilirisasi subsektor perkebunan nasional guna memperkuat ekonomi daerah berbasis komoditas unggulan masyarakat. Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah hasil perkebunan melalui pengolahan produk turunan sehingga mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi baru daerah.

Kabupaten Sumenep di Madura, Jawa Timur, kini mulai serius menangkap peluang besar tersebut melalui pengembangan sektor perkebunan kelapa masyarakat pesisir. Selama bertahun-tahun, Kabupaten Sumenep dikenal sebagai salah satu daerah penghasil kelapa terbesar di kawasan pesisir timur Pulau Madura, Jawa Timur.

Potensi besar komoditas kelapa dinilai mampu menjadi kekuatan ekonomi daerah apabila dikelola melalui konsep hilirisasi berbasis industri pengolahan masyarakat desa. Pemerintah pusat mendorong daerah penghasil kelapa agar tidak hanya fokus meningkatkan produksi panen, tetapi juga mengembangkan sektor bernilai tambah tinggi.

Ucapan KPU-HPN 2025

Langkah hilirisasi tersebut diyakini mampu memperkuat kesejahteraan petani melalui peningkatan harga jual komoditas sekaligus membuka peluang usaha masyarakat pedesaan. Pengembangan industri turunan kelapa menjadi perhatian penting pemerintah karena memiliki potensi ekonomi besar serta pasar yang terus berkembang nasional.

Keseriusan pengembangan subsektor perkebunan di Kabupaten Sumenep mulai terlihat dari tumbuhnya sektor pembibitan dan sertifikasi benih kelapa unggulan daerah. Salah satu penangkaran bibit kelapa yang berkembang berada di Desa Legung Timur, Kecamatan Batang-Batang, melalui pengelolaan CV Elang Buana.

Baca Juga :  Bupati Fauzi Dorong Petani Berinovasi: Temu Ramah dan Apresiasi Hasil Pertanian

Perusahaan tersebut fokus menyediakan bibit kelapa unggulan berkualitas guna mendukung pengembangan perkebunan masyarakat agar lebih produktif dan berdaya saing tinggi. Direktur CV Elang Buana, Hadi Triono mengatakan potensi perkebunan kelapa di Kabupaten Sumenep sangat besar dan menjanjikan pengembangan ekonomi masyarakat desa.

Menurutnya, kebutuhan bibit unggul berkualitas harus dipersiapkan sejak sekarang agar pengembangan perkebunan kelapa masyarakat berlangsung maksimal serta berkelanjutan kedepannya. Hadi menjelaskan, keberadaan bibit unggulan sangat penting dalam mendukung percepatan program hilirisasi subsektor perkebunan yang sedang didorong pemerintah pusat saat ini.

Kualitas hasil perkebunan masyarakat, lanjutnya, sangat dipengaruhi mutu bibit yang digunakan petani dalam proses budidaya tanaman kelapa di lapangan. Karena itu, pihaknya terus berupaya menghadirkan bibit kelapa berkualitas agar produktivitas perkebunan masyarakat meningkat serta menghasilkan komoditas bernilai ekonomi tinggi.

Hadi menyebutkan, benih kelapa yang dikembangkan CV Elang Buana telah mengantongi sertifikasi resmi dari lembaga pengawasan benih Provinsi Jawa Timur. Sertifikasi tersebut menjadi jaminan mutu bahwa bibit kelapa yang dipasarkan telah memenuhi standar kualitas pengembangan perkebunan masyarakat secara berkelanjutan nasional.

Hingga saat ini, jumlah bibit kelapa bersertifikat yang tersedia di lokasi penangkaran mencapai sekitar 56 ribu benih unggulan. Menurut Hadi, kualitas bibit yang baik akan menghasilkan komoditas perkebunan lebih berkualitas sehingga mendukung keberhasilan program hilirisasi sektor perkebunan nasional.

Ia menegaskan, hilirisasi tidak akan berjalan maksimal apabila bahan baku perkebunan yang dihasilkan masyarakat memiliki kualitas rendah dan kurang kompetitif. Karena itu, penyediaan bibit unggulan dinilai menjadi fondasi utama memperkuat sektor perkebunan kelapa sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani daerah secara berkelanjutan.

Baca Juga :  Panen Padi Awal 2026 Sumenep Melejit, Produksi Lampaui Target dan Catat Rekor Tertinggi Madura

Hadi juga menilai, program hilirisasi subsektor perkebunan membuka peluang besar bagi Kabupaten Sumenep sebagai daerah penghasil kelapa unggulan di Madura. Menurutnya, komoditas kelapa tidak hanya memiliki nilai ekonomi dari hasil panen mentah, tetapi juga berbagai produk turunan bernilai tinggi lainnya.

Kelapa dapat diolah menjadi minyak kelapa, bahan pangan, produk kecantikan, hingga kebutuhan industri yang memiliki pasar ekonomi cukup menjanjikan nasional. Peluang tersebut diyakini mampu meningkatkan pendapatan masyarakat apabila didukung pengembangan industri pengolahan berbasis desa serta dukungan pemerintah secara berkelanjutan kedepannya.

Selain memenuhi kebutuhan bibit masyarakat, penangkaran kelapa di Desa Legung Timur juga dinilai membuka peluang ekonomi baru warga sekitar setempat. Keberadaan usaha penangkaran tersebut memberikan dampak positif terhadap penyerapan tenaga kerja serta aktivitas distribusi bibit kelapa bagi masyarakat pedesaan sekitar.

Tidak hanya itu, sektor usaha perkebunan berbasis desa juga semakin berkembang seiring meningkatnya kebutuhan bibit kelapa unggulan berkualitas di Kabupaten Sumenep. Hadi berharap, keberadaan penangkaran bibit kelapa tersebut mampu membantu kebutuhan petani sekaligus memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat sekitar setempat.(*/W)

Berita Terkait

Pemkab Sumenep Siapkan Rp2,1 Miliar untuk Perkuat Petani Tembakau Tahun 2026
Panen Padi Awal 2026 Sumenep Melejit, Produksi Lampaui Target dan Catat Rekor Tertinggi Madura
DKPP Sumenep Komitmen Jaga Warisan Pertanian Lokal Lewat Registrasi Nasional
Festival Hari Tani Nasional 2025 Sumenep: Sinergi Mahasiswa, Pemerintah, dan Petani Bangun Pertanian Berkelanjutan
Bupati Fauzi Tinjau Sawah HMS 700: Panen Melimpah, Harapan Baru Petani Sumenep
Torehan Prestasi Gemilang: Tiga Siswa SMAS Plus Miftahul Ulum Berjaya di Kejurcab Pagar Nusa 2025
Lomba P2B di Sumenep: Inisiatif Polri Wujudkan Ketahanan Pangan Rumah Tangga
Kapolres Sumenep Tinjau Pupuk Bersubsidi di Bluto, Kawal Ketahanan Pangan Daerah

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 17:54 WIB

Sumenep Tangkap Peluang Hilirisasi Kelapa, Ribuan Bibit Unggulan Disiapkan

Sabtu, 9 Mei 2026 - 18:48 WIB

Pemkab Sumenep Siapkan Rp2,1 Miliar untuk Perkuat Petani Tembakau Tahun 2026

Kamis, 16 April 2026 - 21:19 WIB

Panen Padi Awal 2026 Sumenep Melejit, Produksi Lampaui Target dan Catat Rekor Tertinggi Madura

Rabu, 17 Desember 2025 - 17:54 WIB

DKPP Sumenep Komitmen Jaga Warisan Pertanian Lokal Lewat Registrasi Nasional

Kamis, 25 September 2025 - 11:34 WIB

Festival Hari Tani Nasional 2025 Sumenep: Sinergi Mahasiswa, Pemerintah, dan Petani Bangun Pertanian Berkelanjutan

Rabu, 6 Agustus 2025 - 16:57 WIB

Bupati Fauzi Tinjau Sawah HMS 700: Panen Melimpah, Harapan Baru Petani Sumenep

Senin, 4 Agustus 2025 - 17:09 WIB

Torehan Prestasi Gemilang: Tiga Siswa SMAS Plus Miftahul Ulum Berjaya di Kejurcab Pagar Nusa 2025

Rabu, 11 Juni 2025 - 18:26 WIB

Lomba P2B di Sumenep: Inisiatif Polri Wujudkan Ketahanan Pangan Rumah Tangga

Berita Terbaru