Notice: Fungsi WP_Styles::add ditulis secara tidak benar. Style dengan penangan "thickbox" telah dimasukkan ke dalam antrian dengan dependensi yang tidak terdaftar: dashicons. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.9.1.) in /home/saly4638/public_html/wp-includes/functions.php on line 6131

Elpiji 3 Kilogram Langka di Sumenep, Harga Melonjak Drastis

- Pewarta

Minggu, 8 Juni 2025 - 12:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep, Salam News. Id – Kelangkaan elpiji 3 kilogram kembali terjadi di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, sejak Kemis, 5 Juni 2025 lalu. Akibat kelangkaan itu, harga elpiji subsidi melonjak drastis, jauh dari harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

Warga pun mulai mengeluhkan sulitnya mendapatkan gas bersubsidi tersebut, meski telah mencari ke berbagai toko atau pangkalan. Fatimatus Zahrah, ibu rumah tangga di Kecamatan Saronggi, mengaku membeli elpiji seharga Rp 23.000 per tabung melon.

“Itu pun sangat susah didapat. Saya harus antre dan belum tentu kebagian,” ungkap Fatimatus kepada wartawan Salam News.

Ucapan KPU-HPN 2025

Muhammad Masrul,SE Salah satu tokoh muda di Kecamatan Saronggi, menyampaikan kondisi serupa terjadi hampir merata di seluruh desa.

“Harga di sini sudah Rp 23.000 per tabung. Ini lebih parah dari kelangkaan yang sebelumnya terjadi,” ujar Masrul. Menurutnya, kelangkaan elpiji 3 kilogram sudah terjadi selama satu bulan tanpa ada solusi dari pihak berwenang.

Stok di pedagang kecil sangat terbatas, hanya mendapatkan jatah delapan hingga dua belas tabung setiap kali pengiriman. Nurul Aini, warga Kecamatan Batuan, juga mengeluhkan kelangkaan dan mahalnya harga elpiji dalam beberapa pekan terakhir.

Baca Juga :  Asesmen Gempa Pulau Sapudi Tersendat, Pemkab Sumenep Pastikan Bantuan Tetap Jalan

“Harganya bahkan ada yang sampai Rp 24.000 per tabung. Itu pun belum tentu ada stok di pengecer,” katanya. Ia dan suaminya bahkan terpaksa berkeliling ke beberapa kecamatan untuk mendapatkan satu tabung gas subsidi tersebut.

“Kami pernah ke Rubaru, Ambunten, dan Kota. Tapi baru dapat dua tabung di Kecamatan Batuan,” tutur Nurul. Kelangkaan ini bukan pertama kali terjadi. Februari lalu, kejadian serupa juga terjadi di wilayah kepulauan Sumenep.

Beberapa kios di Kecamatan Arjasa dan Pulau Kangean dilaporkan serentak kehabisan stok selama beberapa hari berturut-turut. Warga menduga ada keterlambatan distribusi dari agen ke pangkalan serta lemahnya pengawasan oleh pemerintah daerah.

“Seharusnya pemerintah tanggap. Ini menyangkut kebutuhan pokok masyarakat, khususnya kalangan menengah ke bawah,” ujar Masrul. Kepanikan warga pun meningkat, banyak yang akhirnya membeli tabung gas jauh lebih mahal dari harga seharusnya.

Kelangkaan ini juga memicu munculnya praktik penimbunan dan distribusi tidak merata, terutama di wilayah pelosok. Beberapa pangkalan diketahui hanya menerima kiriman satu kali dalam dua minggu, jauh dari kebutuhan harian warga.

Baca Juga :  Pondok Pesantren TMI Al-Amien Prenduan Kembali Berjaya di Kejuaraan Pencak Silat Bupati Cup Sumenep 2025

Warga berharap pemerintah daerah dan Pertamina segera turun tangan menangani kelangkaan yang terus berulang ini. “Kalau seperti ini terus, kami masyarakat kecil yang paling merasakan dampaknya,” ujar Nurul Aini dengan nada kecewa.

Pemerintah Kabupaten Sumenep diminta segera melakukan sidak dan mengevaluasi sistem distribusi elpiji 3 kilogram. Selain itu, perlu ada pengawasan ketat terhadap agen agar distribusi benar-benar sampai ke pangkalan resmi.

Apalagi, ada 15 kecamatan di Sumenep yang dilaporkan belum menerima kiriman tabung dari agen selama berminggu-minggu. Warga mengaku hanya bisa berharap kondisi segera normal agar aktivitas rumah tangga tidak terganggu lebih parah.

Kelangkaan gas ini tidak hanya berdampak pada rumah tangga, tetapi juga pada pelaku UMKM yang mengandalkan elpiji. Warung makan, penjual gorengan, hingga pedagang nasi pun mulai mengurangi produksi karena terbatasnya stok elpiji.

Bila kondisi ini dibiarkan berlarut-larut, maka ekonomi kecil di Sumenep bisa terganggu secara signifikan. Pemerintah dan lembaga terkait harus menjamin pasokan elpiji aman, khususnya untuk masyarakat bawah yang sangat terdampak.(*)

Berita Terkait

BPRS Bhakti Sumekar Gelar Talk Show Inklusi Keuangan Syariah di Pendopo Keraton Sumenep
Turnamen Bolavoli Piala Bupati Sumenep 2026 Diserbu 109 Klub, Bukti Bangkitnya Olahraga Daerah
Bupati Fauzi Ajak Kades Solid, Koperasi Merah Putih Jadi Tulang Punggung Ekonomi Desa
DPRD Sumenep Sahkan Tiga Raperda Strategis, Dorong Ekonomi Daerah dan Perkuat BUMD
APTI Sumenep dan PT Djarum Kolaborasi, Bibit Tembakau Unggul Gratis Dongkrak Kesejahteraan Petani
Pemkab Sumenep Resmi Terapkan Penghematan BBM, ASN Wajib Jalan Kaki dan Bersepeda Setiap Jumat
Lampu Jalan Banyak Padam, Fraksi PAN Sumenep Desak Perbaikan PJU Segera Dilakukan
PKB Sumenep Rangkul Santri dan Akademisi, Jaring Aspirasi Lewat Lomba Ilmiah

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 11:56 WIB

BPRS Bhakti Sumekar Gelar Talk Show Inklusi Keuangan Syariah di Pendopo Keraton Sumenep

Rabu, 8 April 2026 - 17:42 WIB

Turnamen Bolavoli Piala Bupati Sumenep 2026 Diserbu 109 Klub, Bukti Bangkitnya Olahraga Daerah

Selasa, 7 April 2026 - 19:21 WIB

Bupati Fauzi Ajak Kades Solid, Koperasi Merah Putih Jadi Tulang Punggung Ekonomi Desa

Selasa, 7 April 2026 - 19:08 WIB

DPRD Sumenep Sahkan Tiga Raperda Strategis, Dorong Ekonomi Daerah dan Perkuat BUMD

Senin, 6 April 2026 - 14:47 WIB

APTI Sumenep dan PT Djarum Kolaborasi, Bibit Tembakau Unggul Gratis Dongkrak Kesejahteraan Petani

Senin, 6 April 2026 - 10:24 WIB

Pemkab Sumenep Resmi Terapkan Penghematan BBM, ASN Wajib Jalan Kaki dan Bersepeda Setiap Jumat

Jumat, 3 April 2026 - 16:52 WIB

Lampu Jalan Banyak Padam, Fraksi PAN Sumenep Desak Perbaikan PJU Segera Dilakukan

Kamis, 2 April 2026 - 07:52 WIB

PKB Sumenep Rangkul Santri dan Akademisi, Jaring Aspirasi Lewat Lomba Ilmiah

Berita Terbaru