Notice: Fungsi WP_Styles::add ditulis secara tidak benar. Style dengan penangan "thickbox" telah dimasukkan ke dalam antrian dengan dependensi yang tidak terdaftar: dashicons. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.9.1.) in /home/saly4638/public_html/wp-includes/functions.php on line 6131

Pemkab Sumenep Pastikan Pasokan LPG 3 Kg Aman, Tambahan 3.000 Tabung Sudah Disalurkan

- Pewarta

Selasa, 10 Juni 2025 - 15:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep, Salam News. Id – Pemerintah Kabupaten Sumenep menegaskan pasokan gas LPG 3 kg dalam kondisi aman meski terjadi peningkatan konsumsi masyarakat setempat. Kepala Bagian Perekonomian Dadang Dedy Iskandar menyatakan bahwa distribusi gas LPG berjalan normal dan tidak terjadi kelangkaan pasokan.

Menurutnya, peningkatan konsumsi terjadi karena adanya hari besar dan libur panjang dalam beberapa pekan terakhir di wilayah tersebut. Biasanya masyarakat membeli dua tabung, namun belakangan banyak yang membeli hingga empat tabung sekaligus karena kebutuhan meningkat.

Dadang menegaskan, kondisi ini menimbulkan kesan kelangkaan, padahal distribusi dari agen ke pangkalan tetap lancar dan terpantau. Untuk mengantisipasi lonjakan permintaan, Pemkab Sumenep mengajukan tambahan kuota fakultatif LPG 3 kg kepada pihak Pertamina setempat.

Ucapan KPU-HPN 2025

Permohonan tambahan kuota disetujui, dan sebanyak 3.000 tabung LPG 3 kg sudah mulai disalurkan ke daerah terdampak. Distribusi tambahan tersebut difokuskan pada masyarakat kurang mampu agar tepat sasaran dan tidak dimanfaatkan oleh pihak tertentu.

Pemkab terus mengingatkan agar agen serta sub agen tidak menjual dalam jumlah besar ke pengecer tanpa pengawasan yang ketat. Dadang menegaskan bahwa pihaknya akan memberikan sanksi tegas jika ditemukan pelanggaran terhadap aturan distribusi yang telah ditetapkan.

Baca Juga :  Operasi Pemberantasan Rokok Ilegal di Sumenep, Tim Gabungan Sudah Mulai Bergerak

Menurut Dadang, Pemkab tidak mengatur transaksi pengecer secara langsung, namun tetap mengimbau agar harga tidak dinaikkan sembarangan. Pengawasan di lapangan terus dilakukan untuk menghindari penimbunan dan praktik jual beli dengan harga yang melebihi ketentuan.

Jika ditemukan agen atau sub agen yang menjual di atas HET, Pemkab akan melaporkan ke Pertamina untuk diberi sanksi. Sanksi yang diberikan bisa berupa pencabutan kuota LPG kepada agen atau sub agen yang melanggar aturan yang berlaku.

Harga eceran tertinggi (HET) LPG 3 kg di wilayah daratan Sumenep saat ini ditetapkan sebesar Rp18.000 per tabung. Masyarakat diminta melaporkan ke Pemkab jika menemukan pangkalan atau sub agen yang menjual di atas HET tersebut.

Laporan harus disertai bukti agar bisa segera ditindaklanjuti oleh tim pengawasan distribusi LPG yang dibentuk Pemkab. Selain itu, pengecer tidak diperbolehkan membeli lebih dari 25 hingga maksimal 50 tabung LPG untuk dijual kembali.

Baca Juga :  Jalan Adirasa Kini Bebas Banjir, Warga Bumi Sumekar Ingin Fauzi Terpilih Lagi Jadi Bupati

Jika jumlah yang dibeli sudah melebihi batas, maka pengecer harus ditingkatkan statusnya menjadi pangkalan resmi setempat. Hal ini sesuai program “Satu Desa Satu Pangkalan” yang sedang dijalankan untuk menjamin distribusi merata dan transparan.

Pemkab Sumenep juga mengimbau masyarakat untuk tidak panik dan tidak melakukan pembelian berlebihan terhadap LPG bersubsidi. Distribusi LPG 3 kg tetap normal, tidak ada pengurangan kuota, dan akan terus diawasi agar tepat sasaran penggunaannya.

Gas LPG 3 kg merupakan subsidi dari pemerintah yang diperuntukkan hanya bagi masyarakat miskin dan berpenghasilan rendah. Masyarakat diimbau menggunakan LPG sesuai kebutuhan dan tidak melakukan penimbunan yang justru merugikan orang lain.

Dengan pengawasan ketat dan distribusi tambahan, Pemkab memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses LPG secara adil.(*)

Berita Terkait

BPRS Bhakti Sumekar Gelar Talk Show Inklusi Keuangan Syariah di Pendopo Keraton Sumenep
Turnamen Bolavoli Piala Bupati Sumenep 2026 Diserbu 109 Klub, Bukti Bangkitnya Olahraga Daerah
Bupati Fauzi Ajak Kades Solid, Koperasi Merah Putih Jadi Tulang Punggung Ekonomi Desa
DPRD Sumenep Sahkan Tiga Raperda Strategis, Dorong Ekonomi Daerah dan Perkuat BUMD
APTI Sumenep dan PT Djarum Kolaborasi, Bibit Tembakau Unggul Gratis Dongkrak Kesejahteraan Petani
Pemkab Sumenep Resmi Terapkan Penghematan BBM, ASN Wajib Jalan Kaki dan Bersepeda Setiap Jumat
Lampu Jalan Banyak Padam, Fraksi PAN Sumenep Desak Perbaikan PJU Segera Dilakukan
PKB Sumenep Rangkul Santri dan Akademisi, Jaring Aspirasi Lewat Lomba Ilmiah

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 11:56 WIB

BPRS Bhakti Sumekar Gelar Talk Show Inklusi Keuangan Syariah di Pendopo Keraton Sumenep

Rabu, 8 April 2026 - 17:42 WIB

Turnamen Bolavoli Piala Bupati Sumenep 2026 Diserbu 109 Klub, Bukti Bangkitnya Olahraga Daerah

Selasa, 7 April 2026 - 19:21 WIB

Bupati Fauzi Ajak Kades Solid, Koperasi Merah Putih Jadi Tulang Punggung Ekonomi Desa

Selasa, 7 April 2026 - 19:08 WIB

DPRD Sumenep Sahkan Tiga Raperda Strategis, Dorong Ekonomi Daerah dan Perkuat BUMD

Senin, 6 April 2026 - 14:47 WIB

APTI Sumenep dan PT Djarum Kolaborasi, Bibit Tembakau Unggul Gratis Dongkrak Kesejahteraan Petani

Senin, 6 April 2026 - 10:24 WIB

Pemkab Sumenep Resmi Terapkan Penghematan BBM, ASN Wajib Jalan Kaki dan Bersepeda Setiap Jumat

Jumat, 3 April 2026 - 16:52 WIB

Lampu Jalan Banyak Padam, Fraksi PAN Sumenep Desak Perbaikan PJU Segera Dilakukan

Kamis, 2 April 2026 - 07:52 WIB

PKB Sumenep Rangkul Santri dan Akademisi, Jaring Aspirasi Lewat Lomba Ilmiah

Berita Terbaru